Kenapa harus aku yang selalu takut ketika tidak melakukan hal ideal untuknya, sedangkan dia biasa saja.
Misplaced Lens Cap
sheepfilms

roma★

★
h
One Nice Bug Per Day

Kaledo Art

oozey mess

pixel skylines
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

ellievsbear
Xuebing Du

izzy's playlists!

⁂
Stranger Things
hello vonnie

Andulka
No title available

No title available

No title available
seen from South Africa

seen from Malaysia

seen from T1
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Japan

seen from United States
seen from Japan
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from India

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Romania
seen from United Kingdom
@from-piyaa
Kenapa harus aku yang selalu takut ketika tidak melakukan hal ideal untuknya, sedangkan dia biasa saja.
Atas semua ketidaknyamananku yang lebih sering ingin kutuliskan darinpada kebahagiannku...
Ya rabb, aku mohon luaskanlah hatiku daripada perasangka "berusaha sendiri" daripada perasaan "tidak dipedulikan" daripada iri hati kepada "perhatian orang lain"
Buat aku merasa, bahwa dengan segala cinta-Mu dan ridho-Mu aku merasa cukup. Buat aku merasa, bahwa hanya berharap kepada-Mu aku tenang.
Aku Mohon ya Rabb..
Prob, 17 Mei 2026
Saat mencoba mengalahkan rasa : apa-apa aku. apa-apa aku. aku berjuang sendiri.
Ada orang mampu move on dengan cara melupakan, tapi penulis?
Penulis tidak benar-benar melepaskan, kerana setiap rasa yang pernah singgah, akan hidup semula dalam tulisannya.
Orang lain mungkin sudah lama pergi, sudah bahagia dengan hidup baru, sudah tidak lagi memikirkan tentang apa yang pernah terjadi.
Tetapi si penulis… masih menyimpan semuanya di celah ayat, di balik metafora, di dalam perenggan yang ditulis lewat malam saat seluruh dunia sedang tidur.
Dan mungkin itu takdir paling menyakitkan bagi seorang penulis dia tidak hanya mengingati seseorang, dia mengabadikannya.
Perasaan itu mungkin akan pudar sedikit demi sedikit. Lukanya mungkin tidak lagi berdarah seperti dulu. Tetapi kenangan itu? ia akan tetap tinggal.
Kerana once rasa itu sudah menjadi tulisan, ia tidak lagi hidup hanya di dalam hati. Ia sudah menjadi sesuatu yang kekal.
Dan suatu hari nanti, walaupun penulis itu sudah tiada, tulisannya masih akan dibaca. Masih akan disentuh hati-hati manusia lain.
Dan di situlah, cinta yang tidak pernah benar-benar dilepaskan itu… akan terus hidup.
Ditangan penulis, namamu akan tetap abadi...
"...Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.."
(Al - Hadid : 23)
Sudah sejak lama, keinginan menulis itu terpendam, jauh sekali.. hilang... muncul, kemudian hilang lagi
Aku hanya ingin lirihku berdoa menjadi aksara yang selalu ku ingat dan kubaca lagi nanti
Tentang dia,
Tentang aku,
Tentang Dia
Ya Rabb... engkau adalah penulis skenario terhebat..
Sunset is beautiful, isn't it?
Aku pernah mencintaimu seperti pagi pertama. Penuh harap, penuh cahaya, penuh janji bahwa segalanya akan tumbuh.
Tapi seperti semua yang hidup di bawah langit, cintaku juga punya waktunya sendiri untuk padam. Ia tidak mati dengan gaduh. Ia perlahan menua, seperti matahari yang tahu kapan harus tenggelam.
Kini, aku berdiri menatap langit jingga. Tak lagi menggenggam, tak lagi menunggu. “Sunset is beautiful, isn’t it?" ucapku lirih. Bahkan akhir pun bisa indah, kalau hati kita cukup lapang menerimanya.
Menulis ini disela-sela menunggu anak-anak bermain.
Tumblr ini baru aku install kembali, dan aku ingin menjadi aku lagi. Rangkaian kata yanv dulu sangat mudah aku mesrakan, kini entah apa yang terjadi..
Menulis menjadi sulit untukku..
Mengunggah aksara menjadi hal yang sukar..
Berjalan, sedikit lalu sedikit lagi, mencoba menjadi genap..
Semoga Allah selalu ridhoi perjalanan menulis ini di ridhoi oleh Allah..
Sebentar, anakku nangis...
Sempit
Hidup di dunia ini sebenarnya sangat sempit. Mau mendapatkan pekerjaan, bersaing dengan begitu banyak orang. Kalau dapat kerja, tidak semua mendapatkan rezeki untuk bisa bekerja sesuai dengan apa yang diinginkan, yang penting dapat, apapun pekerjaannya demi menyambung hidup dan membayar semua kebutuhan.
Bahkan untuk bisa bahagia, usahanya keras sekali agar bisa membeli hal-hal yang diimpikan. Handphone terbaru, pergi ke taman rekreasi, bertamasya, staycation, main game, semua hal yang kita jadikan pelarian rutinitas dan kejenuhan, semuanya memerlukan biaya dan itu tidak sedikit. Saat kita bepergian menggunakan kendaraan, melihat kendaraan orang lain yang lebih bagus, ingin memiliki. Terasa apa yang kita miliki menjadi usang dan mencari beribu alasan untuk segera menggantinya dengan yang baru sekalipun dengan berutang.
Rumah yang kita tinggali meski ngontrak terasa menjadi lebih sempit bukan karena letakkan di gang-gang kecil. Tapi, keinginan kita yang begitu meluap-luap untuk bisa tinggal di tempat yang bagus dan aestetik, rela mencicil belasan tahun demi itu semua. Semua yang kemudian saat kita mati, akan menjadi waris, atau menjadi rebutan.
Dunia ini terasa penuh persaingan, berlomba-lomba mencapai berbagai hal di usia muda, semuda mungkin, sebagai tolok ukur kesuksesan dan kebahagiaan. Semakin sempit rasanya dunia ini saat kita ternyata menyadari kita bukan siapa-siapa, tidak punya skills yang membanggakan, tidak punya prestasi, mencari kerja tidak dapat-dapat, bingung sama tujuan hidup, usia yang terus beranjak, belum berkeluarga, finansial kembang-kempis, tidak punya banyak relasi. Rasanya dunia ini seperti menghimpit dari segala sisi.
Dan untuk semua kesempitan ini, kenapa kita mau bersusah payah untuk mengejarnya? - kurniawangunadi
Dulu aku kecil, ternyata wajahnya tidak menyebalkan. Anak kecil di foto ini manis ahahaha. Dengan baju kesayangan soalnya kerudungnya ada topinya.
Tutorial Jatuh Cinta
Jatuh cintalah pada seseorang yang perasaan cintanya lebih besar darimu. Karena ia akan membuatmu menjadi sangat berharga. Bersedia untuk melakukan hal-hal kecil untukmu, menggendong anakmu saat kelelahan, membiarkanmu tetidur dan ia membereskan rumah, membelamu jika ada orang lain yang menyerangmu, menyediakan makanan-makanan kecil saat kamu malas memasak, dan tidak marah-marah saat kamu menghabiskan uang yang digunakan untuk kebutuhan kalian berdua. Jatuh cintalah pada seseorang yang memiliki cara berpikir yang baik, yang luas, yang terbuka. Karena di dalam pikirannya nanti kamu akan tinggal. Karena cara berpikirnya itulah yang akan kamu hadapi selama kalian bersama. Tentu merepotkan tinggal bersama orang yang ternyata cara berpikirnya mudah menerima hoax, tidak bisa mencerna informasi dengan baik, tidak bisa mengambil keputusan dengan bijak, tidak ada keinginan untuk berkembang, tidak punya pendirian yang kuat. Lelah sekali tinggal di pikiran yang seperti itu, bukan? Jatuh cintalah pada seseorang yang mudah diajak berbicara. Kamu tak perlu merasa takut untuk mengutarakan segala isi hatimu, mengutarakan segala penatmu, mengajaknya berdiskusi untuk keluargamu. Tentu tidak enak jika selama bersama, kalian tidak bisa membicarakan hal-hal penting untuk keluargamu. Bahkan, untuk sekedar mengatakan bahwa kamu lelah dan memintanya untuk mengasuh anak sebentar saja, kamu takut. Tak leluasa untuk berbicara. Padahal, memiliki teman bicara seumur hidup yang nyaman itu benar-benar anugrah yang tak ternilai.
Kalau kamu ingin jatuh cinta, tutup sejenak matamu dari hal-hal yang kamu lihat darinya. Rasakan dari hatimu, berpikirkan sejauh mungkin. Seberapa bisa kamu hidup dengan sosok sepertinya. Karena apa yang kamu lihat dari matamu, seperti kecantikan/ketampanan itu akan usang dimakan usia, harta bisa hilang, jabatan bisa lepas. Kalau nanti kamu jatuh cinta, kamu tak lagi takut jatuh ditempat yang menyakitkan karena kamu bisa memilih di tempat seperti apa cintamu jatuh. Hati-hatilah memilihnya. Kalaupun harus menempuh jalan yang panjang dan berliku, tidak apa-apa. Kalau harus menempuh waktu yang lama, tidak apa-apa. Tidak apa-apa.
©kurniawangunadi
"Jadi sebenarnya kamu sayang aku nggak sih?"
Seharusnya kalau sayang, Kata-kata itu tidak pernah terlontar. Bahkan terlintas.
Aku punya banyak sekali ketakutan..
Aku lihat banyak sekali orang yang berani. Berjuang untuk mendapatkan mimpi yang mereka sendiri tidak tau akan berhasil atau tidak. Mereka berani untuk mencoba, bertaruh demi masa depan yang tidak pasti.
Tapi, kenapa aku takut dan masih diam di zona nyaman?
Ternyata mempunyai keberanian itu susah. Aku harus banyak berdamai dengan sendiri dan orang lain. Dengan pemikiraniu yang suka menjalar kemana-mana.. mengatakan bahwa ini tidak akan bisa, ini hanya akan berakhir pada kegagalan.
Untuk berani, Aku harus mempunyai banyak kepercayaan. Kepada diri sendiri, kepada orang lain, terlebih kepada Allah. Percaya bahwa aku tidak diciptakan hanya untuk kegagalan, aku tidak dibiarkan hidup hanya untuk mendapatkan kebencian, Aku punya kekuatan.
Untuk berani, aku panjatkan banyak sekali doa kepada Allah.
Ya Allah bantu aku.
Bantu aku.
Kairo, 01 Juni 2021
Ya Allah mudahkanlah segala urusan ku ,😭
“Sekalipun ibadah kamu nggak teratur, jangan pernah berburuk sangka kepada Allah terkait takdir. Terus berdoa tentang hal-hal yang baik, terus berdoa biar diberi ketenangan hati, terus berdoa biar dikasih kemampuan untuk beribadah dengan baik”
—
Karena memetik hikmah dari sebuah kejadian itu sulit. Tidak semua orang bisa. Kebanyakan hanya melewatkan-nya tanpa ada pengaruh...
Maafkan aku, Tuan. Jika ilmu yang aku miliki saat ini masih belum mampu untuk menandingi kehebatanmu. Akhirnya aku tidak mudah mengerti dan lebih sering menggerutu setelah mendengar ucapanmu.
Maafkan aku, Tuan. Mungkin maksudmu baik. Untuk menjadikan aku sebagai perempuan cerdas yang memiliki banyak warna. Aku yang terlampau ego, menganggap kamu terlalu memaksakan kehendak terhadap hidupku.
Maafkan aku, Tuan.
Mungkin diri ini banyak cela. Diri ini adalah kekurangan. Semoga kamu masih sabar.
Probolinggo, 17 Februari 2021
Kepercayaan
Mungkin benar.
Hubungan itu adalah tentang dua orang yang saling terbuka. Tentang dua orang yang bebas mengungkapkan rasa. Tentang dua orang yang saling percaya. Tentang dua orang yang tidak lagi diselimuti kabut ego dalam masing-masing dada.
Mungkin benar.
Kewarasan dalam hubungan hanya akan terpenuhi saat kita merasa nyaman untuk menceritakan banyak hal. Saat dada kita tidak lagi takut mengatakan apa yang disembunyikan. Saat mata kita berani menatap matanya kala hendak menyampaikan isi kepala.
Mungkin benar.
Hubungan itu ibarat rumah. Tempat pulang paling nyaman setelah berlelah-lelah. Tempat menyimpan banyak perasaan gelisah dan gundah. Tempat meramu banyak mimpi. Tempat menyimpan banyak rahasia diri.
Mungkin benar.
Dua manusia yang jatuh hati saja, tidak akan pernah cukup jika tidak mampu saling memahami. Dua manusia yang hanya mengandalkan kuncup bunga musim semi, tidak akan pernah cukup tanpa kemampuan saling membuka diri.
Karena memang benar.
Hubungan itu adalah tentang dua orang yang saling percaya pada banyak hal. Percaya bahwa mereka mampu bercerita tanpa ada yang disembunyi. Percaya bahwa mereka bisa saling berinteraksi tanpa adanya canggung yang menghampiri. Percaya bahwa mereka bisa menjadi diri sendiri tanpa perlu menjadi orang lain demi menyenangkan dan memenuhi masing-masing ekspektasi.
Karena memang benar.
Hubungan yang sehat adalah hubungan yang semuanya disatukan dalam komunikasi. Sedih, kecewa, marah, gelisah, cemburu yang selalu ada, semuanya adalah kesatuan rasa yang mesti sering-sering dievaluasi.
Karena jika masing-masing hanya mengandalkan kemampuan insting tanpa mendengarkan penuturan yang sebenarnya, maka habislah hati-hati kita digerogoti banyak prasangka.
Lalu apakah kunci untuk melalui semua pembenaran-pembenaran itu?
Adalah percaya. Kunci keterbukaan untuk masing-masing jiwa. Karena percaya, kita bisa mengatakan apa saja.
Lantas apakah kita sudah saling percaya?
11:23 p.m || 07 Februari 2021