Hari ini aku tidak suka hujan turun membasahi bumi Hari-hari sebelumnya aku suka hujan Bahkan aku suka hujan-hujan Tapi untuk kali ini, tidak Mengapa? Hujan kali ini membuatku teringat akan segala hal yang sendu Membuat aura positifku menjadi negatif Tiap tetesannya menusuk hingga membuat sumsumku menangis Pengecut memang, sampah Tapi aku tak peduli, aku yang merasakannya Hanya ada yang melihatku, tapi dia hanya gelap dan pembacaku yang membaca dari pikiran dunianya Sampah, memang Terlalu banyak tulang yang hanya melihat tapi tak mau mendekat Kalau pun mendekat, hanya mencubit bagian kornea mataku saja Tidak sampai tulang rusukku Egois, memang Tapi aku tidak ingin menjadi seperti tulang-tulang egois itu Aku ya aku, bukan mereka Tulangku berbeda dengan tulang-tulang mereka Tulang-tulang yang tak melirik tulang-tulang yang dipinggiran Apakah tulang-tulang egois itu merasakan kalau menangis? Iya, merasakan tapi tidak sampai pada sumsumnya Percuma, sampah Tulang-tulang yang hanya mementingkan ego dunianya Lalu, bagaimana? Memang baiknya tulang-tulang egois menghisap tiap sumsumnya sendiri Agar tahu begitu sakitnya tulang para pinggiran Ah sudahlah, aku hanya tulang yang beraura negatif Tak sedang menerima aura positif dari penikmat tulang-tulang Tulangku hanya ingin menulis sebuah tulisan yang tak banyak pembacanya Karna sekarang miskin pembaca Ah, percuma Tapi semoga bermanfaat buat kesehatan tulang-tulang pembaca setiaku Ialah diriku Sekian dan terimakasih Salam dari tulangku untuk tulangmu.