Jangan sampai turunkan standar ketaatan, hanya demi dinotice seseorang.
Tetaplah terjaga, hingga yang menjaga pula menemukanmu.
Tetaplah mahal, hingga yang layak memilikimu bisa mendapatkanmu.
Gausah cari perhatian manusia ya, gaada gunanya :))
YOU ARE THE REASON
Sade Olutola
macklin celebrini has autism
cherry valley forever
ojovivo
Jules of Nature
RMH
Lint Roller? I Barely Know Her
Sweet Seals For You, Always
todays bird

JVL

Janaina Medeiros
h
TVSTRANGERTHINGS
Game of Thrones Daily

titsay
art blog(derogatory)

izzy's playlists!

Origami Around
Fai_Ryy
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Mexico
seen from United States

seen from Oman
seen from Russia
seen from Argentina
seen from Lebanon

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States

seen from India

seen from United Arab Emirates

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
@gadisneptunus
Jangan sampai turunkan standar ketaatan, hanya demi dinotice seseorang.
Tetaplah terjaga, hingga yang menjaga pula menemukanmu.
Tetaplah mahal, hingga yang layak memilikimu bisa mendapatkanmu.
Gausah cari perhatian manusia ya, gaada gunanya :))
SEBULAN PERNIKAHAN
Sayang, jujur sampai detik ini aku masih meraba dan berpikir ulang tentang amalan apa yang kuperbuat hingga Allah hadirkan kamu di hidupku. Mungkin terkesan lebay, tapi memang begitu adanya.
Nyatanya ketika bersama mu, segala hal yang kutakutkan kemarin bisa perlahan menghilang. Kamu selalu meyakinkan ku dan bilang "sayang, kalau sama aku ngga ada hal yang perlu kamu takutkan lagi".
Di kehidupan yang hanya sekali ini, keputusan ku untuk menerima mu adalah keputusan terbaik yang pernah ku ambil dalam hidup ini. Semesta pun mendukung penuh hingga ikut berbahagia merayakannya.
Mungkin aku menjadi perempuan beruntung itu. Meskipun aku tak pernah upload foto foto atau video kebersamaan kita tapi kamu harus tau bahwa aku sangat sangat bangga punya kamu.
Terimakasih banyak yaa sayang. Sudah mengusahakan banyak hal untukku. Sudah menjadi rumah untukku pulang. Sudah menjadi dunia dan surga ku.
Meskipun usia pernikahan kita baru seusia biji jagung, aku akan terus berdoa supaya Allah menjaga cinta kita dan rumah tangga kita penuh dengan keridhoan serta rahmat dari Nya.
Meskipun sekarang kita sedang jauh, hati ku selalu terasa dekat. Semoga kamu juga merasakan hal yang sama.
Aku tak sabar nanti kita motoran lagi, ngobrol random sampai ketawa ketawa gajelas, makan bareng, diskusi banyak hal, sholat bareng, melewatkan banyak hal bersama mu ternyata semenyenangkan itu ya.
Nanti rumah kita harus selalu hangat yaa yang. Ngga boleh ada bentakan atau kata kata kasar. Kita penuhi dengan cinta dan kasih sayang. Aku yakin, kamu pasti jadi Ayah yang hebat untuk anak anak nanti.
Nanti setiap kali makan kita harus selalu bareng yaa yang, supaya bisa banyak waktu buat quality time keluarga. Aku ingin keluarga kita nanti saling terkoneksi satu sama lain, tak hanya raga yang dekat namun ruh nya pun ikut bersatu.
Selamat satu bulan kita sudah menjalani ibadah pernikahan. Semoga banyak hal hal baik yang menunggu kita di depan sana. Akan kutemani segala prosesmu dan usahamu.
Aku ingin jatuh cinta kepadamu setiap hari, sayang.
Semoga suatu saat nanti aku benar-benar bergumam
"dengan orang yang tepat, ternyata menikah tak semenakutkan itu kok."
Semoga setelah besok janji itu kamu ikrarkan, aku benar benar akan bergumam demikian huhu
Berkhayal memang tak boleh, tapi jika Papa masih ada, apakah mungkin rasanya akan berbeda ?
Maka make sure lah, orang yang Anda cintai adalah orang yang mencintai Allah dan dicintai Allah
Ustadz Abdurrahman Zahier
H-23
Ada langkah yang tak mantap; ada ragu yang terus membayang; ada takut yang seakan akan menerkam; ada rasa kalut yang siap menyelimuti. Entahlah. Memang ternyata proses ini memang tak mudah. Aku terus bergejolak dalam diri, mencoba mencerna segala hal yang tadinya aku pilih sendiri.
Ku tatap lekat kedua mata yang sedang sayu itu, lalu ku mendekat dan langsung ku peluknya erat.
" Mamah, nanti kalau aku udah nikah Mamah nggak akan berubah kan ?" Tanyaku dengan nada penuh kekhawatiran.
" Enggak lah Sayang, masa Mamah berubah"
"Aku tetep jd anak Mamah kan ? Tanya ku lagi, yang seakan haus valudasi dan kepastian
"Ya iya lah !" Jawab Mama ku dengan tegas yang seakan ingin mematahkan segala kekhawatiran ku.
Setelah banyak merenung, nampaknya aku belum begitu siap menerima segala hal yang akan banyak berubah dari kehidupanku. Aku takut begitu menikah, jabatanku sebagai "anak mamah" sirna begitu saja. Aku takut belum bisa menjadi isteri yang taat. Aku takut ekspetasinya runtuh begitu mengenaliku seutuhnya.
Yaa Allah, doaku masih sama. Jangan tinggal kan aku sendirian Yaa Allah. Jangan biarkan aku melewati semua ini sendirian. Karena aku tahu tidak ada siapapun yang bisa kuandalkan selain Mu. Jika memang ini jalan terbaik menurut kehendak Mu, maka buatlah hati ku ridha dan menerima segala ketentuan Mu..
Yaa Allah,, ternyata aku masih se cinta itu sama dunia :((
174
Subjektif; Pernikahan itu Berat
Beberapa waktu lalu, muncul di timeline sosial media, video kenyataan-kenyataan dari kehidupan pernikahan.
Gambaran kebebasan yang berkurang, banyaknya hal yang harus dikompromikan, masalah finansial hingga parenting.
Lalu orang-orang yang berkomentar merasa ketakutan sendiri. ‘Bagaimana kalau—’ mulai memenuhi isi kepala.
Dalam video tersebut, si istri menunjukkan betapa pontang-pantingnya dia mengurus rumah. Ditambah ‘beban’ mengurus anak.
Maksudnya, orang-orang berpikir pernikahan itu harusnya kerja sama. Ada yang melontarkan pendapat “istri tidak seharusnya keberatan sendirian mengurus rumah, mendidik anak, dan lain-lain. Istri seharusnya diratukan. Segala pekerjaan rumah adalah tugas suami.”
Sayangnya, tidak semua hal berjalan sesuai ekspektasi. Tidak semua finansial rumah tangga berlimpah.
Sayangnya tidak semua pernikahan itu berjalan dalam dan dengan kondisi ideal.
Tidak ada yang bilang menikah itu mudah. Menikah memang berat.
Tapi akan jadi berkali lipat berat, saat manusia-manusia diluar rumah mereka dengan nyalangnya menyalahkan keputusan atas pilihan-pilihan yang mereka saja tidak tahu.
Menjadi berat saat lelah dan bukannya beristirahat namun justru mendongakkan kepala dan mulai membandingkan dengan yang sedang longgar.
Menjadi berat saat kita berhenti mencari ilmu, berhenti belajar, berhenti bersandar pada Allah.
Menjadi berat saat terlena bahwa siklus hidup itu ya kalau tidak senang ya susah. Kalau jelas-jelas dalam Al-Quran menyatakan dunia hanya permainan, senda gurau, cobaan.
Menjadi berat kalau tidak bersiap dan dibarengi dengan ilmu. Ilmu kalau Allah itu Maha Kaya, Maha Pendengar, Maha Penyayang, Maha Mengetahui, Maha dari segala Maha dengan 99 nama-Nya.
Barangkali menjadi berat karena ya ibadahnya panjang, hadiahnya surga.
Maka, untuk kita-kita yang sedang berjalan menuju pernikahan, tentukan standar beratmu sendiri. Karena setiap kita, memiliki batasnya masing-masing.
Kira-kira di titik mana aku siap membuka diri, bekerja sama selamanya dalam ikatan pernikahan? Sebenarnya apa yang menjadi tujuan pernikahan? Sejauh mana aku mengartikan kata ‘berkorban’ dalam pernikahan?
Semoga ketakutanmu, ketakutanku menjadi pengingat bahwa Allah adalah sebaik-baik penolong setelah segalanya direncanakan dan dipersiapkan.
Dan untuk aku di masa depan, kalau-kalau sudah menikah dan sedang berat menjalani pernikahan; tolong jangan berhenti meluruskan niat dan mengingat tujuan. Jangan berhenti bersandar pada Allah. Selamanya itu tidak lama, hanya sampai waktunya kita harus pulang.
Sekian.
@ffahraa
Udah tau asam lambung suka naik, tapi pas sahur gabisa lepas dari kopi. Perutnya melilit lagi, enakan lagi, minum kopi lagi, melilit lagi. Wkwkw gak ada kapoknya.
Emang boleh se candu itu ?
PALESTINA
"Semoga yang sedikit ini, tetap memiliki kualitas semangat yang tidak menurun." Kata Ustadz sambil memandangi peserta kajian yang terbilang sangat sedikit.
Begitulah Palestina. Kadang ramai, orang orang berbondong bondong membicarakan Palestina. Mulai dari influencer sampai orang biasa pun ramai memposting tentang Palestina. Namun ada saatnya semua kembali senyap. Seakan akan dunia tak lagi butuh segala informasi tentangnya.
Hari ini issu tentang Palestina kembali sepi, tak banyak lagi orang yang terus menyorot kondisinya. Kalau pun lewat di fyp atau di beranda pasti langsung di swipe up. Orang orang sudah mulai bosan. Mungkin muak dengan berita² yang seakan akan tak kunjung habis dan issu nya tetap sama. Masih tentang Genosida.
Begitu lah Palestina. Begitu pula masa kejayaan Islam. Sudah menjadi sunnatullah sebuah peradaban kejayaan akan selalu dipergilirkan.
"Kalau seandainya Islam selalu dalam masa kejayaannya, niscaya Islam akan dikelilingi banyak orang munafik. Banyak orang yang berislam tapi untuk kepentingan dunianya sendiri. Kenapa Allah buat Islam atau Palestina ini ada masa kejayaan juga kemunduran ? Karena Allah ingin menyaring mana hamba hamba Nya yang betul betul perduli dan mana yang sekedar fomo belaka. Allah ingin betul betul melihat sejauh apa keimanan hamba Nya, apakah tetap memperjuangkan sesuatu yang bahkan sudah mulai ditinggalkan oleh kebanyakan orang." Jelas Ustadz kemarin.
alhamdulillah gak sia sia nekad motoran dari Puncak ke Sentul buat ikut kajian bareng manusia² yang setengah jiwa dan raganya untuk memikirkan Palestina. Campur aduk banget pokoknya. Malu, dan sedih krn ternyata belum banyak berkontribusi, bahkan hampir terbilang mulai cuek dengan Palestina huhuhu T.T Allahu musta'an.. Tapi seneng banget, akhirnya dapet banyak insight baru dan ketemu circle yang selalu bikin iri karena keperduliannya dengan Palestina.
Ternyata pertumbuhanku menjadi sangat eksponensial di saat aku merasa tak memiliki perubahan apa-apa.
Tahun ke dua pengabdian membawaku menuju the best version of Ane Rufaidah in syaa Allah. Belajar lagi sabar, belajar lagi pengertian, belajar lagi mengelola emosi, belajar lagi peka, belajar lagi mendengar, belajar lagi banyak hal yang nyatanya perlu banget untuk selalu di upgrade.
Perubahan paling kerasa, yang biasanya agak 'ansos' sekarang jadi manusia paling bersosial.
Kalo gak jadi kesantrian kayaknya aku gaakan punya relasi sebanyak ini. Dari langganan grab, tukang pijat, terapis herbal, mba² salon, warung teteh, sampe besti an sama penjaga di RSPG dan RS Hermina, bahkan kontak Bapak crepes, Yellow Chicken dan Jelly potter juga punya hehe..
I am very grateful for that❣️
Jika semua hal akan dipertanggungjawabkan dan dihisab nanti, lalu bagaimana dengan segala perasaan yang seharusnya tiada ?
Bising yang Senyap
Dunia terlalu berisik, sampai-sampai kita lupa cara mendengar suara hati sendiri.
Kita sibuk sekali mengejar “tenang”. Kita beli tiket liburan, checkout barang-barang keren, maraton semua series yang lagi hype.
Tapi anehnya, “tenang” itu cuma mampir sebentar, lalu pergi lagi menyisakan ruang hampa yang lebih besar.
Kadang kita lupa, bahwa ada jenis istirahat yang nggak bisa didapat dari tidur. Ada jenis “healing” yang nggak dijual di aplikasi travel.
Bisa jadi, istirahat terbaik adalah sujud yang panjang. Dan “healing” terbaik adalah khalwat —menyepi dari riuh rendah dunia untuk sekadar curhat tanpa filter sama Allah.
Karena cuma Dia yang bisa mengubah kekacauan di kepala menjadi ketenangan di hati.
“Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
@quraners
Papah
Seperti biasa, habis bongkar bongkar galeri eh nemu foto ini. Ini screenshoot an chat terakhir sama Papa sebelum beliau sakit dan pesan ini dikirim pas aku otw mau balik ke pondok jadi real kata kata terakhir Papa.. Maapkeun banyak typo nya karena biasa lah bapak bapak yang pake auto correct bawaan bahasa inggris. Dan moment nya sekarang juga aku kebetulan lagi di Bandung, baru banget ngobrol panjang kali lebar sama Bi Eti yang tak lain dan tak bukan adalah nostalgia.
Iya Pah, barusan kita nostalgia banyak hal. Bi Eti cerita waktu Papah masih muda nya gimana, sebenernya ini bukan kali pertama aku denger ceritanya, tapi entah kenapa aku selalu excited mendengar penuh dengan seksama. Aku hafal betul setiap ceritanya..
Sebetulnya ada sedikit sesak ketika aku melihat lagi isi pesan Papah. Karena ternyata hidup dewasa ini keras Pah. Aku gatau kalau ternyata banyak hal yang perlu kita korbankan ; aku gatau kalau ternyata realita kehidupan ga se simpel yang aku bayangkan. Dewasa ini bikin aku banyak sadar dan tertampar. Tapi masih okelah. Cuma gak nyangka aja harus gedebak gedebuk begini. Dulu Papah gak sempet nge briefing dulu sih, makanya aku kaget dikit tapi ga ngaruh hihih..
Aku cuma mau sedikit berbagi life update aja Pah. Mungkin kalau Papah liat aku sekarang bisa sedikit tersenyum bahagia, karena kabar baiknya aku udah gampang dibangunin Pah.. Bahkan sekarang aku yang suka bangunin orang loh Pah. Ini prestasi banget kan buat aku yang dulu kalau tidur kayak kebo. Aku sekarang bisa makan sayur Pah, suka banget makan buah dan minum air putih. Tapi kabar buruknya metabolisme ku masih tetap kurang lancar hihi.. Tapi aku sekarang jadi suka olahraga kok Pah, jalan pagi sendirian biasanya..
Oiyaa, buat pendidikannya maaf ya Pah. Masih stuck di S1 dulu. Gatau setahun belakangan ini masih mencari motivasi untuk kembali belajar Pah. Mau lanjut tapi asa males kieu. Tapi tenang aja Pah, aku banyak belajar dari kehidupan kok. Sekarang masih di Bogor dan yaa masih sangat menikmati lingkungan yang supportif banget.
Mungkin setelah ini bakalan banyak dari kehidupan ku yang berubah Pah. Aku masih ragu, takut dan gatau bakal kek mana. Tapi yaaa gitu bekalku khusnudzon aja sama Allah, sembari terus belajar menyiapkan dengan ilmu terbaik.
Mungkin itu aja sih Pah. Udah ya Pah, aku mau bobo dulu sekarang.
Kita harus menerima ketidaksempurnaan yang kita miliki dengan sempurna
Bandung, 4 Februari 2026
Cinta sebelum menikah ?
"Kak, beneran gapapa yah kalau memulai nikah tanpa modal cinta sebelumnya ?"
"IH GAPAPA BANGET NE. Dulu aku juga gitu, ilfeel malah awalnya. Tapi sekarang kecintaan banget hehe"
" Hah ? Serius ga si kak ?"
"Iya. Apalagi kalau memulainya dg taaruf, dengan cara yang bener. Gapapa dan wajar banget kalau belum cinta. Namanya cewe itu pasti gampang banget luluh nya. Apalagi setelah dapet princess treatment dari dia. Beuhh udah deh haha"
"Jadi gapapa beneran nih kak ?"
"IYA ANE. Apalagi yang kamu takutin ?"
"Hehe banyak sih kak sebenernya. At least yang ini udah kebantu dulu"
Obrolan dengan kaka tingkat yang serasa kaka kandung sendiri ini, selalu hangat. Meskipun terpisah pulau tapi selalu nyempetin buat video call. Jaga ukhuwah kami Yaa Rabb.
Bismillah yaa Allah aku memulai langkah baru ini murni atas dasar mencari ridha Mu, semoga tidak karena hawa nafsu dan niat yang kurang baik lainnya. Maka, mudahkan lah, berkahilah dan selalu bimbing kami supaya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.
Keinget akhir tahun lalu sempet nyeletuk "Mah, nanti kalau aku berhasil diet tapi setelah nya malah tipes gimana ?"
"Wes, gak usah sing sing to nduk. Wes apik kayak gitu. Ngapain kurus kurus kalo malah sakit"
And then.. Sekarang tipes padahal belum juga mulai diet wkwkw.. Qodarullah.. Real emang harus hati hati sih pas ngomong