Tanjung Lesung, 25 Desember 2015
“Cil, lu ngajakin zaki ke Tanjung Lesung?” Inilah awal dari perjalanan kami kali ini. Dari rencana 4 orang untuk hunting foto bareng, hingga perjalanan 5 orang yang sebenarnya....lintas geng. Dari hanya wacana yang hampir gagal, hingga akhirnya benar benar bisa menyapa pantai lagi setelah sekian lama. Dari niat bertemu teman lama di kota kelahiran, hingga hanya rombongan awal yang satu orang tak ku kenal. Perjalanan awal kami ke Tanjung Lesung tidak semulus rencana. Hujan, yang sudah pasti akan membuat kami gagal hunting foto, tiba tiba mulai turun ketika mobil kami melintasi daerah Labuhan. Ditambah lagi pemandangan kanan jalan yang sama sekali tidak memanjakan mata. Coklat. Bukan warna air laut yang seharusnya bukan?
Sesampainya di Tanjung Lesung, kami sedikit lega. Hujan yang tadi membasahi jalan mulai mereda, dan coklat ternyata memang bukan warna air laut yang seharusnya. Kami mulai beraksi. Angkat barang bawaan yang cukup untuk kalian men-cap kami sebagai orang rempong, hingga mendapat spot foto yang melegakan hati. Malam harinya kami berangkat kembali ke Jakarta. Ini bagian sulitnya, ketika kamu sendiri yang terjaga dalam satu mobil. Pantai dan seisinya sudah cukup menguras kami semua sehingga malam sangat menggoda kami untuk menyenderkan kepala sejenak. Untung saja malam itu aku tak ikut tertidur. Kisah kami berakhir dengan kembalinya clip on yang kami sewa, dengan denda yang lumayan terasa. Yah, inilah pengalaman pertama kali kami foto dan video (rencananya seperti itu) untuk lomba foto. Awal memang selalu tak semulus itu, namun awal adalah titik penting dari sebuah perjalanan. Sampai jumpa lagi pantai dan seisinya! :D












