Hadist hari ini (atau minggu ini? Pfft~) (c) nabyyl
No title available

Product Placement

Kaledo Art
we're not kids anymore.

tannertan36
Today's Document
NASA

roma★
Three Goblin Art
Sweet Seals For You, Always

#extradirty
Stranger Things
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

★
KIROKAZE
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
No title available

pixel skylines
todays bird
TVSTRANGERTHINGS
seen from South Korea
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Türkiye
@gardilbar
Hadist hari ini (atau minggu ini? Pfft~) (c) nabyyl
Diksi #2 : Sharing Pengalaman Berkarya
Oke kali ini diksi mengangkat tema “Sharing Pengalaman Berkarya” bersama narasumber yasirmukhtar. Berikut rangkuman hasil diskusi yang berlangsung di watsapp:
"Belajar dari BEM UI 2012"
Watch “Celebration!” on YouTube - Celebration!: http://youtu.be/A1jf3D2y—g
"cukuplah abang2 kita berkarya di masanya, saatnya move on, bikin gerakan2 baru yg sesuai dg jaman skrg, uda ga jaman gerak gaya2 98 buat anak jaman skrg"
Faldo dkk itu berhasil mentransfer narasi pergerakan ke anak yang punya kompetensi teknis, dan yang punya narasi pergerakan di kepalanya pun ngga sombong. Maksud saya, biasanya anak gerakan, let’s say kastrat, songong songong. Merasa kerjaan mereka: kajian, mikir, diskusi, udah paling hebat. Desain itu perkara teknis dan kecil. Bikin siaran pers itu urusan remeh. Nah arogansi ini perlu dihilangkan.
Saya rasa kita ngga perlu dimotivasi lagi lah ya untuk percaya bahwa setiap orang punya bakat. Cuma menurut saya, sebagian kita ngga berhasil munculin bakat karena, salah satunya, kita masih hidup dalam “definisi orang lain”.
Quotes bagus dari Einstein, pasti udah banyak yang pernah baca, kira-kira ” “ Everyone is born a genius. But, if you judge a fish by its ability to climb a tree it’ll live its whole life believing its stupid”
Ini yang saya tahu dulu Faldo dkk lakukan sewaktu memulai BEM nya.
1. Dimulai dengan “kita harus ke sana karena kita mau lakukan hal yang besar. Sudah banyak yang mencoba dan tidak terlalu berhasil, tapi kita spesial karena kita punya cara pandang dan cara yang berbeda, ayo kita coba.” Maksudnya, apapun yang kita lakukan mesti ada reasonnya, reasonnya mesti kuat dan menyentuh hati. Alasan seperti “karena saya diutus/disuruh, karena saya anak kader, karena ya memang harusnya begitulah caranya hidup” dan semacamnya ngga menghasilkan dorongan yang kuat. 2. Menggoncang-goncang paradigma, bongkar pasang cara pandang, mencoba memikirkan setiap gagasan tentang big picture dari apa yang akan kita lakukan. Waktu itu saya tahu betul proses penggodokan ide-ide, visi, untuk BEM UI 2012. Berhari-hari kita mikir dan diskusi sampai kayak orang yang tersesat dalam kehidupan, hahaha. Kita ciptakan banyak pertanyaan di kepala kita, setiap waktu kita pikirin dan cari jawabannya, kita uji gagasan kita lagi dan lagi. Kita ngobrol ke banyak orang, kita dicaci maki, kita diapresiasi, dsb. Kalau ngga berdarah-darah dari paradigma, nanti lebih berdarah-darah di sepanjang jalan. Kalau sejak awal udah mantap, apapun yang terjadi kita punya keyakinan dan energi untuk jalan terus. 3. Bikin tim yang satu sama lain tau kompetensinya, saling percaya kompetensi temen, juga sadar bahwa kompetensi diri kita belum ada apa-apanya. Jangan sampai jadi anggota tim yang planga plongo, ngga punya dan ngga menetapkan spesialisasi, dan pastikan ngga ada yang begitu di tim. Kalau ada, bantu dia menemukan spesialisasinya. 4. Cintai apa yang kita lakukan, cintai organisasinya, cintai visinya. Kalau ngga bisa, misal karena visinya cupu, atau organisasinya ngga profesional, buat jadi ngga cupu dan buat jadi profesional sehingga kita lebih enak untuk mencintainya.
Kalau sudah, kita akan punya energi besar untuk bekerja menelurkan karya. Karena kita total menelurkan karya, kita akan puas dan bahagia atas karya kita. Karena kita puas, kita pengen berkarya lagi. Teruus aja begitu. Berkarya itu nagih kalau memuaskan diri kita.
Jd kalau drangkum, kuncinya adlh : 1. Reason 2. Gagasan yang teruji 3. Dream team 4. Cinta dan Totalitas
Diksi #1 : Pemuda dan Karya
Diksi pertama kali ini kami mengangkat tema "Pemuda dan Karya", bersama narasumber Faldo Maldini dan moderator Faris Mujahid.
Berikut hasil diskusi yang berlangsung pada grup Whatsapp :
Faris :
Alhamdulillah, Allah masih mempertemukan kita di dunia (maya) ini, tak lupa shalawat serta Salam selalu tercurah untuk Manusia yg menjadi uswatun hasanah, Nabi Muhammad saw 😇 Sebelum lebih jauh, masinh2 silahkan baca basmallah ~ Selanjutnya, kita kirimkan hadiah Fatihaah untuk sahabat kita, adik kita yang tadi pagi Allah panggil lebih awal, Adinda Farhan dari Gk Sukabumi Semoga Allah ampuni segala dosa nya, dan ditempatkan di tempat Terbaik. Al Faatihah ~ Aamiin ya rabbal 'alamin Saya Akan jelaskan dulunya Alurnya . Jadi diskusi ini akan diawali denganntanya jawab antara moderator dan narasumber, kemudian dilanjut ada tanya jawab. Saya akan tanyakanndulu siapa yg akan bertanya. S Setelah termin di tutup, nanti silahkan ngasih pertanyaan satu2. Mengerti? Oh iya rulesnya: Be nice Silent Reader pleasee, do not leave me alone here.... (lebay) Kalau saya aba2in minta suara kalian,mkalian bersuara yaaa Okeh kang. Let's start Jadi bahasan Malam ini adalah Pemuda dan Karya. Dua kata ini bisa dikatakan sebagai komplemen, atau saling melengkapi. Kita sebagai garuda keadilan, dimana didalamnya ada kata gerakan pemuda, haruslah memahami bahwa karya itu merupakan hal yang sangat penting untuk diciptakan. Nahh, pembicaranya pas banget nihh, masih muda, dan bisa dibilang udah beberapa kali menghasilkan karya-karya hebatt :D Namanya adalah Bang Faldo Maldini :D , penasaran ngga dia siapaa? (Please jawab iya) hahaha Karena pada penasaran, silahkan Bang Faldo memperkenalkan diri sendiri, biar lebih asyikk
Faldo :
Haha Momodnya 😅 Halo semuanya, sebelumnya salam kenal ya. Saya Faldo Maldini. Dipanggil Faldo. Sekarang msh sama kayak tmn2 jg, masih mahasiswa. Saya angkatan 2008, seangkatan sama Kang Tanri dan Kang Yasir. Hehe Nuhun untuk undangannya buat ngobrol2 di sini. Mudah2an sy bisa belajar banyak dr tmn2 semua Oh ya, sy ga punya karya juga. Itu bisa bisa nya Momod aja. Hehe
Faris :
Oh iya kang, setiap jawab pertanyaan, kalau udah tambahkan kata"that's all" , biar saya lanjut ke pertanyaan selanjutnya ^^ *maapribet* hehehe Siap Jadi Kang Faldo ini S1 kuliah di Ui di Fmipa, amanah terakhir beliau disana jadi Ketua BEM UI 2012. Kalau kata kang Yasir sih kang faldo keren karena ada kang Yasir di baliknya. Gitu ya kang? Hahaha Sekarang kang faldo sedang mwlanjutkan kuliahnya di UK di salah satu univ disana Masuk pertanyaan ~ Kang, coba ceritakan pandangan akang mengenai pemuda saat ini. Mulai dari kondisi yg tampak maupun tidak :)
Faldo :
Hahaha. Bener itu Yasir. Yang keren Yasir nya. Haha. I did nothing Hmm. Oke, coba dijawab ya Sebenernya jawabannya luas banget sih, bisa sampai besok pagi kalo kita ngomongin pemuda. Tp sy mau highlight bagian yang saya suka amati aja ya. Pemuda hari ini mostly orang2 yang lahir di tahun 1990an. Walau di UU Pemuda usia pemuda itu sampai umur 30 tahun ya. (debatable) Yang msh muda2 hari ini adalah anak2 yg lahir dan tumbuh di era kebebasan. Era majunya teknologi di Indonesia. Era yang bisa sy bilang seringkali mencari jatidiri dan model2 terbaik. Sayangnya era ini jg dihiasi dgn kurangnya role model terbaik. Hehehe (lanjut) Wah bener bangett! Role model yg seumuran rata2 malah alay kebanyakan -_-
Faris :
Next, kang kalimat "yang muda yang berkarya" kan sering kita denger nih dari mana-mana, kalau menurut akang kenapa ya pemuda harus berkaryaa?
Faldo :
Sambungan di awal.. Ga akan ada org yang menihilkan kemampuan dan potensi pemuda. Semua org sadar sih kalo pemuda itu emang iron stock.. Tp kalo liat hari ini? Hmmm. Kita mesti spesifikkan lagi pemuda yang jd stok masa depan itu siapa. Yg pasti bukan yang alay alay. Hehehe. Lanjut ke pertanyaan ke dua ya Ya itu ga salah sih kalimatnya. Bahkan sampai tua pun harus berkarya. Cuma kematian yang baiknya memutus karya. Hehe (belum selesai) Kenapa pemuda? Sy kira ya krn org masih banyak yg sepakat kayaknya "muda itu potensi". Memang sih, segi umur, kekuatan, modal, dan sumber daya mereka bisa aja besar Tapi sekali lagi, "pemuda yang gimana dulu?" Bukan pemuda yang alay alay tentunya. Walau ga jarang jg sih yang alay itu hebat dgn karya nya. Definisi karya pun luas kan. Kalo lah kita di sini mendefinisikan karya itu sesuatu yg dikerjakan sesuai passion dan bermanfaat, mungkin bagi mereka yg alay alay engga Bisa aja bagi mereka, sesuai passion aja, manfaat liat nanti aja. Kalo yang subscribe video Gw banyak, follower Gw bejibun, apakah itu manfaat? Mungkin bagi kita engga, tp bagi sebagian org bisa aja dibilang bermanfaat. Pointnya: ini semua subjektif. Hehehehehe Nah gimana caranya sesuatu yang subjektif gini kita bikin "seolah2" objektif? (seolah2 ya) Ya menurut sy, bisa "diakalin" dgn beberapa org2 subjektif yang bergabung dan mendeklarasikan diri mereka memberi manfaat. Hehehe. Membentuk opini di publik gitu. Hehehe. Yaaaa, macam GK gini gini lah. Macam BEM. Macam kerjaan sy di PPI juga. Hehehe *selesai (dan sy ga sadar sy ngomong apaan barusan)
Faris :
Hahaha Waduh, ga sadar aja bisa bagus jawabannya hahaha. Mantaappp :D Jadi emang kebaikan itu harus yg ma'ruf ya bang, yang diketahui secara umum? Bahkan alay menurut 1 orang bisa jadi manfaat untuk banyak orang dan Konsep Amal Jamai itu emang jadi hal penting banget menghimpun kekuatan yaaa Oh iya, kalau pemuda yg mendekati ideal itu kayak gimana menurut abang dan kira2 kayak siapa kalau di Indonesia? Ya ya.
Faldo :
Mantep Momod bisa menterjemahkan bahasa amar ma'ruf dan amal jama'i dr jawaban2 sy di atas. Hehehe Oke lanjut ke pertanyaan selanjutnya Wah kayak apa ya? I have no idea ya. Belum ngeliat jg klo ada yg ideal Tapi yaaaa walau ideal adalah sesuatu yg ga mungkin, mngkin Rasul adalah contoh terbaik ya Ya walau konteksnya pasti diukur sama parameter yang beda Ga diukur dr follower twitter, subscriber video di yutub, atau like fanspage di FB. Sy sih ngejawab ini ttp ya, ideal di mata manusia itu kan sementara. Ideal di mata Allah yg abadi selamanya. Masalahnya kan kita ga bisa tau, apakah kita benar2 ideal di mata Allah..jd yaaa berbuat baik ajaaa. Yang di mata manusia sebenarnya jg bisa jadi "penghantar" untuk jd ideal di mata-Nya. Kalo kita bisa ngasih manfaat yang lebih banyak aja sih sama sesama makhluk-Nya yang ada di dunia. Hehehe Sy belum nemu sih ya di INA. Hehe. Yang jelas pasti org yg ibadahnya keren abis. Huehehehehe *selesai
Faris :
Mudah2an kita bisa meng Azzamkan itu yaa temen2 :D parameter orang emang penting, tapi kangan sampe paramater yg dari Allah malah terabaikan :D super sekaliiii ~ Next, kang kan bisa dibilang udah ada beberapa karya yang sudah dihasilkan pemuda. Peendapat akang untuk pemuda yg sudah berhasil menciptakan karya gimana kang? Trus, kalau untuknyang belum,mkira2 gimana ya cara untuk memulainyaa :)
Faldo :
Mnurut sy, mereka harus terus berkarya, apapun itu sampai mati. Berkarya di apapun aktivitasnya. Baik itu kala di kampus, masuk dunia kerja, berkeluarga, punya cucu, atau bahkan jelang ajal menjemput Krn air yang tenang itu engga sehat. So, diem dan kalem itu ga baik. Cara memulainya ga usah mikir yg ribet2 ya sy kira, apalagi sampai mau mengubah dunia. Haha. Too much thinking will kill you. Lakuin apa aja kek yang berkelanjutan, nnti bakal keliatan aktivitas2 lain yang jadi potensi. Kuncinya: Kalahkan mager! Dan jgn batasi diri sendiri hehehe Banyak platform yang bisa digunakan krn kemajuan teknologi. Tp ya ga mesti dlm publisitas yang bagus jg dlm berkarya. Dalam diam pun kita bisa berkarya. Hehehe :)
Faris :
"Dalam diam pun kita bisa berkarya" nahhh ini nihhh kalau orang udah mencapai level kekerenan diatas rata2. Jadi untuk temen2, jangan membatasi ruang gerak untuk berkarya! Jangan kebanyakan mikir daripada gerak, bisa mati muda hohoho Nahh kang, ini jadi pertanyaan seruu. Kalau di UK sana, dinamika pemudanya seperti apa? Apakah sama aja kayakndi Indonesia? Disana mayoritas mereka berkarya dalam hal apa?
Faldo :
Hmm gimana ya. Hehehe. Sy agak kurang komprehensif pasti ngejawabnya. Krn sy ga terlalu banyak interaksi sama pemuda nya ya. Tp ya sebenernya bule bule ini ga jago jago amat sih. Biasa aja Tp ya krn kebetulan aja negara mereka maju, jdnya mereka kebawa2 punya pemikiran maju Sy jg yakin dulu pas masa masa islam berjaya, kita pasti jauh di atas bule bule ini. Tp yaaaa, kita ga boleh menyesali. Hehe. Sy ttp beranggapan ya org2 yg berpegang di tali agama Allah (hayo itu surat apa dan ayat berapa ), ttp lebih baik. Kalo lah ga baik di dunia, di akhirat selamat. Hehehehe Skrg tugas kita yaaa menuju ke sana. Mengisi path path menuju kemajuan, lebih dari sekedar kita cuma mikirin diri sendiri. Hehe. Bisa jd ya UK keliatan maju dr Indonesia hari ini, tp who knows beberapa tahun lagi Indonesia lebih baik. Hehehehe So ya gitu Momod, sy biasa aja ngeliat bule bule. Sering berujar.. "Oh..." Sy jauh lebih respek sama Asian sih belakangan. China, Japan, dan Korea. Hehehe Walau mereka msh tertinggal ya dr hitung2n statistik dr UK dan USA hari ini. Tp peluang ngebalapnya ada :) Kira2 gt. Hehehe *selesai
Faris :
Tuhkan sesuai perkiraan momod, mereka ga sehebat yang di bahasakan oleh film hohoho. Temen2 harus yakin kita ada peluang melampaui mereka :D Last question, biasanya akang kalau mau berkarya ngelakuian apa? Baca2 buku, diskusi kesana kemari, liat2, atau sebagainya? Dan, targetan akang selama kuliah disama menghasilkan karya apa? Dan.... kira2 kapan kita terima undangan walimahannya ? 😀😀😀
Faldo :
Biasanya sih ngumpulin tmn2. Ajak diskusi, trs ngobrol2 Trs sampai momen "eh bikin ini yuk!" Sesimpel itu sih Sama mngkin ngasah empathy ya yang penting. Sama do'a pastinyaaaa hahaga Targetan sy selama kuliah? Benerin PPI, penelitiannya lancar, hehehe Sama banyak nyatet2 hal2 baik sih dr luar buat jd inspirasi. Hehehe Oh undangan walimah. Haha. Do'ain ajaaa. Hehehe 😎 *selesaaai Doa harus disertai ikhtiar juga bang :D *nooffense* Yeayyy, mantap banget. Akhir dari persiapan berkarya itu memulainya, dan harus sampe bilang "eh bikin ini yuk!" Jangan diskusi terlalu lamaa pokoknya :D Alhamdulillah tanya jawab dari momod udah selesai :)
Semoga ada manfaat serta inspirasi yang bisa diambil untuk menambah semangat serta cukup memotivasi kita semua untuk bergerak.
Nantikan Diksi berikutnya dengan tema dan narasumber yang berbeda, yang dijamin seru serta bermanfaat, insyaAllah.
Untuk yang mau gabung ke grup WhatsApp kami agar bisa ikut berdiskusi, bisa tanyakan via twitter ke @gardilbar :)
Salam semangat pemuda !
KPAI juga perlu tau
Belakangan kami mengikuti pendapat orang - orang tentang partisipasi anak dalam kampanye. Lalu kami curious, apa sih yang melandasi adanya UU larangan pelibatan anak dalam kampanye. Sejauh ini, jawaban paling banyak -- dari pihak KPAI atau masyarakat lain-- adalah alasan keamanan. kami kutip jawaban dari pihak KPAI, Magdalena Sitorus
hal itu berkaitan dengan perlindungan fisik dan psikis bagi si anak. "Berada di tengah massa dalam jumlah besar akan membahayakan anak-anak secara fisik,"
Terlepas dari fenomena partai - partai yang melanggar (kami sepakat pelanggaran tetap pelanggaran, yang melanggar tetap dapat sanksi), kami mencoba memahami lebih jauh keberadaan undang - undang ini. Buat kami, jawaban yang muncul mengenai alasan anak tidak boleh ikut kampanye justru memunculkan pertanyaan lain. Bagaimana dengan anak yang nonton konser? bagaimana dengan anak yang dibawa ke suatu festival? bukannya mereka juga ada di tengah kerumuman massa dalam jumlah yang cukup besar? Besar itu segimana sih? Apa semua massa membahayakan fisik anak? kalau tidak, massa yang seperti apa yang membahayakan anak?
yang lebih menarik adalah rata - rata jawaban masyarakat ketika ditanya kenapa anak tidak boleh ikut kampanye yaitu takut hilang dan takut terjepit. Di mall juga anak sering hilang dan bisa aja kejepit saat ramai, tapi gak dilarang.
Sekarang kami ajak untuk melihat kegiatan kampanye dari mata anak berdasarkan pengalaman pribadi. Keterlibatan ayah dan Ibu dalam bidang politik membuat kami akrab dengan kegiatan kampanye sejak kecil. Seingat kami, kampanye gak beda jauh sama acara kumpul - kumpul lainnya. Gak crowded, seru dan jauh dari bahaya fisik apalagi psikis. Kami bisa bertemu teman - teman, melihat banyak orang dengan atribut - atribut menarik. Dan yang lebih penting lagi, kami tahu ayah dan Ibu ngapain sih kok sibuk banget. Yap, kampanye bahkan bisa jadi salah satu alternatif family time. Kalau acara rapat atau konsolidasi kan gabisa ikut. Partainya ayah Ibu bisa membuat kampanye ramah anak dan berkesan bagi anak bahkan sampai sekarang, ketika generasi angkatan kami udah banyak yang beranak.
Lalu kalau acaranya seperti itu apa yang salah dengan keterlibatan kami, anak - anak dalam kampanye bersama orangtua kami?
KPAI juga perlu melihat dari sisi kami. KPAI juga perlu tahu ada anak - anak yang tetap sejahtera dengan ikut serta dalam kampanye. Anak - anak yang jadi dekat dengan dunia orangtuanya, anak - anak yang jadi tahu orangtuanya ngapain. walaupun anak belum tentu faham konten acaranya, setidaknya anak senang bisa bersama orangtua.
Punya orangtua yang menjadi simpatisan atau bahkan kader partai bisa jadi gak mudah untuk anak. Harusnya profesi dalam bidang politik dibuat ramah anak, jadi anak tidak merasa kehilangan sepenuhnya.
Menurut kesoktahuan kami, Kalau memang gambaran kegiatan kampanye di mata orangdewasa semenyeramkan konser musik underground or even worse, kenapa tidak yang dibenahi itu kegiatan kampanyenya? bukan malah anak dilarang ikut kegiatan dimana orangtua mereka terjun didalamnya. Toh, satu partai besar sudah mampu membuktikan sejak bertahun - tahun yang lalu kampanye yang mereka adakan ramah anak :")
kalau peraturan ini tetap ada, kasihan adik - adik kami, kasihan anak - anak kami kelak kalau kami terlibat dalam kegiatan politik. Mereka benar - benar tidak akan menyaksikan lagi dengan kepala mereka sendiri apa yang orangtua lakukan dan kerjakan. Mereka hanya bisa duduk di rumah, mendengar pemberitaan media yang justru belum tentu benar. Padahal, seingat kami Hak kami untuk mendapat informasi pun diatur dalam UU Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002. Bahwa setiap anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari, dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan.
Insight : Membuat kebijakan itu harus mampu melihat seluas - luasnya. Kalau cuma bermodal dunia yang seluas lingkar kepala, jadinya self-centered. Padahal masih mungkin ada pandangan - pandangan lain yang lebih bisa menyajikan kebermanfaatan luas.
Selalu Muda
Insight dari Respon RK di acc Twitternya
Kita mesti selalu muda, artinya mau dan dengan sengaja catch up dengan gaya hidup masyarakat. Jadi teknologi apapun nanti yang berkembang, tren apapun yang berlaku, kita bisa ngikut, ngga lagi ada alasan "saya generasi lama".
-YM
Path of Heroes
Dibuat sebagai teman perjalanan dalam mendidik diri. Sebagai pengingat :
Tahun ini Indonesia usianya 69 tahun. 31 tahun lagi 100 tahunnya Indoensia. 31 tahun lagi, generasi kita yang akan mimpin Indonesia. Mau jadi apa Indonesia nanti, ditentukan sama apa yang kita lakukan dari sekarang.
-SNA