We may be really desperate for something but know that Allah will give it to us in the most appropriate time, in the best way. He knows.
Xuebing Du

Kaledo Art
No title available

❣ Chile in a Photography ❣

shark vs the universe
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
trying on a metaphor
art blog(derogatory)
Today's Document

titsay
No title available

PR's Tumblrdome
Sade Olutola
cherry valley forever

pixel skylines
Monterey Bay Aquarium
d e v o n
I'd rather be in outer space 🛸

tannertan36
taylor price

seen from Singapore

seen from United States

seen from Belgium
seen from South Korea

seen from Denmark

seen from Singapore
seen from Germany
seen from Singapore

seen from United States
seen from Norway
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Croatia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Denmark
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@ghitaa
We may be really desperate for something but know that Allah will give it to us in the most appropriate time, in the best way. He knows.
“Tidak ada yang mampu menguatkan selain Allah Yang Maha Kuat. Tidak ada yang mampu memudahkan segala permasalahan hidup kita selain Allah Yang Maha Memberi Kemudahan.”
— Hanya Allah yang Maha menguasai segala, termasuk urusan kita. Semoga hati kita dikuatkan, dan segala urusan kita dimudahkan. Aamiin.
One of the most powerful weapons in the face of hardship is having a good opinion of Allah (Husnul thun billah).this means having the firm belief that no matter what Allah does in Your life .it’s for your own good & that your life isn’t happening to you ,it’s happening for you.
What’s meant to be will be and what’s not meant to be won’t be. Have faith in the plan of Almighty Allah, His plan is flawless.
The Messenger of Allāh صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ said:
“Seeking knowledge is an obligation upon every Muslim.”
Saheeh al-Jāmi’ 3913
I’m so glad that Allah knows what’s in our hearts. Because even if people twist the truth, even if people go against you, even if no one stands by you, Allah will always know the status of your heart. I’m so glad that Allah knows who is truly sincere & kind & who is not.
More here
Masalah-masalah yang kita hadapi selalu datang secara tidak terduga. Begitu pula denhan datangnya rezeki kita. Dan itulah cara Tuhan untuk melihat rasa sabar sert rasa syukur hambanya, selalu mengejutkan.
(via choqi-isyraqi)
لا حول ولاقوة إلا بالله Laa hawla wala quwwata illa billah.
Tiada daya untuk menjauhi maksiat & tiada kekuatan untuk melakukan ketaatan, kecuali dgn pertolongan Allah.
#RoadbacktoAllah
May Allāh (ﷻ) give this child sabr and peace in his heart. May Allāh (ﷻ) give peace and sabr to all children who are sad and crying. Ya Allāh, my heart, I cannot take seeing children in pain.
The most beautiful feeling in the world is to have someone who has seen your worst side and stayed.
untamed-feelings (via wnq-writers)
Buah kedondong di peti beras. Lamar aku dong, Mas.
Hasil percakapan absurd di grup SilaturahMeet. (via
jagungrebus
)
Coba ah
“Buah Kedondong buah semangka, nikahin aku dong kaka”
Cakep
#PantunChallenge #BikinPantunDariKataKedondong
(via choqi-isyraqi)
Ikutan juga ah..
Buah kedondong direndam pake teh, peka dong teh~
(via padanghijau)
Haha! Gaes, jadiiii kalian kalau baca tulisan kita di Tumblr, jangan mudah menganggap kita kalem-kalem serius yaaaa. Hahaha. Nah tuh lihat, sebenernya absurd (banget)! Sepanjang mati lampu di kantor kemarin jadinya ketawa terus karena di grup pada ngebodor bahas-bahas hal random, termasuk kedondong.
Ikutan ah!
Buah kedondong jangan dibeli murah. Kak kesini dong, kata Ibu disuruh ke rumah~
(via novieocktavia)
Pantun pamungkas
“Buah kedondong buah nangka, nikah yuk"
“Lah, gak nyambung kak pantunnya”
“Buahnya emang gak nyambung, yang penting visi hidup kita nyambung"
“Ah, kakak bisa aja”
—
Sekali-kali nulis beginian, biar otak gak panas . @novieocktavia @jagungrebus@creativemuslim @padanghijau @dimazfakhr
Apa perlu diajak juga ini kakak2@kurniawangunadi @ajinurafifah @academicus @satriamaulana @prawitamutia ?
Jangan deng, ngedrop nanti pembacanya. Hehehe
#PantunChallenge #PakaiKataBuahKedondong
(via choqi-isyraqi)
Buah kedondong asam rasanya, dibikin rujak supaya enak
Liat bayi digendong lucu keliatannya, mohon dikabari ya kalau adik sudah siap jadi calon ibunya anak anak.
(Ternyata bait kedua berujung tragis saat adik idaman jadi ibu dari anak-anaknya lelaki lain)
#kedondongsadstory #asamnyakehidupan #kedondonglyfe
(via satriamaulana)
As time goes on, you’ll understand. What lasts, lasts; what doesn’t, doesn’t. Time solves most things. And what time can’t solve, you have to solve yourself.
Haruki Murakami (via onlinecounsellingcollege)
Perempuan Perlu Bisa Masak atau Engga?
Teman-teman saya, baik itu yang perempuan ataupun yang laki-laki, sering membicarakan tentang apakah seorang perempuan perlu bisa masak atau tidak. Biasanya, ada kubu yang menganggap perlu dan ada juga kubu yang menganggapnya tidak perlu. Kubu perlu biasanya bilang, “Kalau perempuan engga bisa masak, nanti kalau nikah gimana? Masa mau beli setiap hari?” sedangkan kubu tidak perlu biasanya bilang, “Ah itu mah engga penting, tukang makanan banyak banget kok. Beli lebih praktis daripada masak.” Lucunya, semakin saya membicarakannya dengan lebih banyak orang, semakin banyak yang menjadi anggota kubu perlu, sama halnya dengan semakin banyak juga yang menjadi anggota kubu tidak perlu, dengan alasan yang semakin beragam.
Awalnya, saya bingung untuk memilih salah satu diantara dua kubu itu karena sebenarnya saya tidak setuju dengan kubu tidak perlu tapi saya kurang yakin kalau masak adalah skill utama yang harus dimiliki oleh perempuan. Haha! Kalau sekarang, gimana?
Jadi, beberapa minggu lalu di jam makan siang, teman saya bertanya, “Nov, sebelum ke kantor kamu masaknya jam berapa?” sambil kami masing-masing mengeluarkan kotak makanan dari dalam tas. Lalu saya menjawab, “Ini masakan ibu. Aku engga pinter masak. Lagian kalau masak paling di hari libur aja, atau kalau misalnya lagi iseng. Ribet eh kak kalau setiap hari masak, masuk pagi terus kan kita.” Ia pun menimpali, “Yeee, sekarang kamu bisa bilang kayak gitu, nanti kalau udah nikah mana bisa engga masak.” Kami pun tertawa-tawa, tapi diam-diam kalimatnya itu mulai saya pikirkan juga, “Iya ya, kenapa aku engga masak setiap hari aja?”
Sejak saat itu, saya jadi semangat menantang diri untuk memunculkan kebiasaan baru: merutinkan memasak setiap hari. Alhasil, saya pun mulai pergi ke pasar, mengurus penyimpanan bahan makanan di kulkas (serius ini ada triknya), meracik bumbu, memasak, mencuci piring, sampai membersihkan dapur. Riweuh sih, karena setiap sore di perjalanan pulang kantor saya harus mencari resep-resep baru (iyaaa, demi apa history browsing isinya penuh sama resep-resep), malam sebelum tidur menyiapkan dulu bahan masakan, lalu besoknya jam 7 pagi sudah di depan kompor sampai satu jam kemudian, begitu setiap hari. Tapi ini bikin seneng, karena jadi lebih produktif, daaaan hemat ;)
Tantangan terbesarnya, ibu saya jago masak dan terbiasa masak untuk catering, jadi standar beliau itu tinggiii banget! Semua masakan yang saya buat pasti dikomentarin, misalnya, “Dek, ini tuh ya sedikiiiit lagi kurang matang.” atau, “Dek, tadi kamu engga masukin bawangnya duluan, ya?” atau, “Ya ampun ini kepedesan banget!” atau, “Tadi ada tetangga makan disini, katanya masakan kamu enak, tapi ya dek, kayaknya itu sebenernya kematengan.” Kyaaaaa! Kadang saya jadinya putus asa, “Terus masakan aku kapan enaknya?” lalu pundung, tapi besoknya masak lagi. Haha!
Ini random sih, tapi ternyata masak itu membuat perbendaharaan perasaan seorang perempuan jadi lebih banyak. Ada bahagia yang mungkin sebelumnya belum pernah dirasakan, seperti misalnya ketika masakan kita dihabiskan, dibilang enak, atau diminta tambah. Serius, itu bikin happy sepanjang hari! Ada juga sedih yang mungkin sebelumnya tidak terbayangkan, seperti misalnya ketika salah pilih penggorengan terus jadinya ikan yang digoreng hancur cur cur ketika dibalik, atau ketika hasil akhir tidak sama seperti yang dibayangkan karena kamu membandingkannya dengan platting restoran, ataaaau, ini yang paling sedih: ketika masakanmu tidak dihabiskan, terus basi, lalu dibuang.
Tapi tapi, menurutmu, kira-kira apa sih yang membuat seorang perempuan perlu bisa masak? Kalau menurut saya, ada beberapa alasan, ini subjektif, kamu boleh setuju boleh engga. Pertama, memasak adalah bentuk sayang kepada anggota keluarga, karena masak sendiri berarti memastikan makanan yang dibuat itu halal, bersih, dan sehat. Kedua, karena perempuan itu rasanya sih memang punya naluri melayani yang oke, jadi, menyediakan makanan untuk orang lain itu akan bisa membahagiakan. Ketiga, masak itu mengasah multi-tasking dan multi-thinking, seperti misalnya tentang sayuran mana dulu yang masuk wajan, bumbunya diiris atau diulek, gimana caranya biar daging cepat empuk, gimana caranya dapur bersih bersamaan dengan selesainya masak, dan seterusnya. Keempat, sedih banget, sekali makan di Bandung itu 15-25 ribu, kalau 3 dikali 2 orang sehari bisa sampai sekitar 100 ribu, harga yang kalau dikonversi ke belanja di pasar bisa beli lebih banyak untuk berhari-hari, jadi masak itu bisa lebih hemat. Terus, hmm, apa lagi, ya?
Well, saya memilih kubu yang pro kalau perempuan perlu bisa masak. Yeay! Iya, menurut saya, seorang perempuan itu sebaiknya bisa masak. It’s a basic life skill untuk bisa ‘bertahan hidup’. Haha! Kalau sekarang belum bisa, engga apa-apa, bisa belajar. Tanya-tanya deh sama ibu (tapi kalau dimarahin atau dikomentarin jangan sedih) atau lihat di Youtube juga banyak. Masak itu kayak nulis kok, semakin banyak jam terbangnya semakin bisa. Saya juga masih receh banget, tambah merasa receh kalau dibanding skillnya ibu. Tapi engga apa-apalah ya, lumayan.
Btw, tadi kan saya masak masakan lebaran, terus ibu makannya lahap dan bilang enak. Lalu, saya bahagiaaaa! Eh tapi ternyata, at the end of the lunch, beliau bilang, “Dek, ini kamu ada yang salah, nanti lagi kalau masak Teriyaki itu cabenya dimasukkin agak akhir-akhir gitu biar engga kematengan. Engga apa-apa, belajar lagi nanti.” Huaaaaaa! Belum berhasil ternyata, pemirsa –”
Hmm, oke deh, selamat belajar (masak), ya. Kalau kata temanku, “Perempuan itu, jangan sampai taunya cuma harga makanan dan tempat-tempat makan aja tapi masaknya engga bisa.” Ah euy, nampar ya ;)
Ah, akhirnya ya. Sepakat ini @novieocktavia ❤
Aku sebenernya seneng masak, apalagi pas nggiling cabe pake ulekan. Tapi skrg ga pernah lagi wkwk.
Btw, perempuan dan laki-laki mesti bisa masak :)
Menjaga hubungan baik sesederhana menghargai yang dekat dan mendoakan yang jauh.
untuk sekitar yang kerap diabaikan sebab jauh terlalu diutamakan. Semoga esok tak lagi demikian. Karena bagaimanapun juga, mereka yang dekat atau yang jauh tetaplah harus selalu dijaga.
Hujan Mimpi dalam buku Hujan Bahagia
(via hujanmimpi)