Terimakasih
Kepada kamu yang selalu punya rasa cukup kepadaku, bersabar dan yakin untuk semua proses yang aku jalani.
Mike Driver
Lint Roller? I Barely Know Her
AnasAbdin
he wasn't even looking at me and he found me
d e v o n

Discoholic 🪩
Show & Tell

JVL
Keni
I'd rather be in outer space 🛸
TVSTRANGERTHINGS

★

Janaina Medeiros
Xuebing Du
i don't do bad sauce passes
ojovivo
No title available

blake kathryn
No title available
we're not kids anymore.

seen from China

seen from United States
seen from Albania
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@gugusbintang
Terimakasih
Kepada kamu yang selalu punya rasa cukup kepadaku, bersabar dan yakin untuk semua proses yang aku jalani.
Teruntuk ibu yang selalu berusaha menguatkan
bolehkah aku meminjam lapangnya hatimu sebentar saja?
bolehkah aku meminjam halusnya perasaanmu sehari saja?
bolehkah aku meminjam kuatnya keyakinanmu semalam saja?
hi ibu, bolehkah aku meminjam bahumu? aku rindu ingin memelukmu
lagu cinta melulu
Terpenjara oleh pikiran sendiri:
Kelapangan waktu dan kesehatan menjadi tak terasa, sebab direduksi oleh pikiran-pikiran sempit, pikiran yang tak mampu menela'ah prioritas. Slalu ingin menjadi org lain, sampai lupa kapasitas diri sendiri.
Mari bermuhasabah.
kelak kau akan mencintaiku
Djogja
mencari teman
Dalam hidup minimal punya 1 teman yg benar2 akrab banget tu sangat bersyukur, yg tau n ngerti proses hidup kita, yg respect terhadap perjuangan2 kita. teman yg tak menuntut banyak hal selain memastikan kita tetap baik-baik saja, teman yang tidak membanding-banding capaian kita dengan orang lain, teman yang saat bersamanya kita merasa dihargai.
apakah teman seperti ini ada? harusnya ada, kalaupun selama ini belum nemu barangkali emang kitanya saja yg suka milih-milih teman, aku sih yakin bahwa orang-orang baik itu pasti selalu ada. kita sering mengeluhkan betapa sulitnya menemui orang-orang yang tulus dan saling mendukung dalam sebuah relasi pertemanan, tapi apakah memang selama ini kita juga benar-benar tulus dalam mencari teman ataupun sahabat? apakah selama ini kita benar-benar tidak cenderung memilih-milih teman, apakah selama ini kita benar-benar tulus menerima teman dalam situasi apapun?
sering mengharapkan teman yg selalu mendukung usaha-usaha kita, berharap ada orang yg mampu menerima kekurangan pun kelemahan kita. lantas, apakah juga selalu mendukung usaha orang lain? apakah kita juga cukup toleran dan selalu menerima kekurangan pun kelemahan orang lain?
benar saja ada pepatah bilang, teman kita adalah cerminan diri kita, jika ingin mengetahui orang lain maka cukup lihat teman-temannya.
Hanya butuh ini saat malas ingin kemana-mana.
Rasa-rasanya uda gk ada waktu untk selalu mencari dan membuka circle pertemanan yg baru. Lebih baik maksimalkan aja perteman yg ada agar lebih berkualitas, temannya yg itu2 aja gk apa2 asal pertemananya berkualitas. Krna berteman sejak lama insyallah akan saling mengetahui perjuangan masing2, saling tau sifat masing2, krna uda saling tau maka tak ada jaim2 lgi. Krna saling tau juga insyallah akan bisa saling menerima kekurangan satu sama lain, saling menasehati tanpa merendahkan. Saat bersama tak ada yg merasa paling pintar atau paling lebih di antara teman yg lain, semuanya sama, tak ada yg merasa tertinggal, tak ada yg merasa kurang, tak ada yg merasa lebih kaya, tak ada yg merasa lebih miskin, yaa semuanya sama. Jika uda menemukan pertemanan yg menyenangkan seperti ini mau cari circle pertemanan yg model apa lgi?
ini versiku
Berjuang mati-matian demi ambisi juga gak apa-apa, tapi saya pribadi sepertinya tidak pernah melakukan ini.
Tidak pernah berusaha sekeras mungkin apa lagi mengorbankan diri sendiri untuk mendaptkan sesuatu atau bahkan merebut hati orang yang diinginkan, ya woles aja, perkara woles yakin aku ahlinya. Bukn karena tak punya ambisi, ambisi ada, tapi insyallah sewajarnya menurut versi saya, seperti punya ambisi versi diri saya sendiri, yaa barangkali tidak semua org sepakat.
Dalam satu moment kadang heran juga, kok rasa-rasanya seru kali ya punya ambisi matia-matian untuk berusaha memperjuangkan sesuatu,
misal: dulu liat teman-teman yg dapat nilai C tapi ingin remedi biar dapat nilai A, padahal C saja sudah cukup, atau melihat teman yang ingin resign kerja karena merasa kerjaan dia sekarang belum menjanjikan kenaikan pangkat yang proposional buat masa depannya. Atau masalah persaan misalnya, berusaha mati-matian untuk merebut hati wanita, jujur ya saya bahkan tidak tau rasanya hati tenggelam dalam perasaaan berbunga-bunga karena kekaguman terhadap wanita, kata orang itu prasaan yg luar biasa, bukan karena saya gay, tpi yaa emang urusan seperti ini saya punya standar sendiri, termasuk kapan perasaan dan hati harus tenggelam dalam situasi kasraman tersebut.
pada beberapa kesempatan, saya sering di puji teman karena ketenangan dan ke-santaian saya dalam menjalani keseharian, menurut mereka saya orang yang hidup tanpa beban karena sikap cuek dan woles tadi itu, padahal di sisi lain, sebenarnya saya kadang iri dengan beberapa orang yang mempunyai semangat menggebu-gebu untuk mewujudkan mimpinya, pun perihal merebut hati org lain. Pernah berusaha seperti ini, berusaha keras demi keinginan, tpi entah knapa ya gak nyaman aja, yap menurut orang-orang perjuangan emang tidak mudah, menurut versiku sendiri ya emang gak nyaman aja. Nah mungkin disini bedanya, saya selalu berusaha membuat standar capaian dan kerja keras menurut versi saya sendiri, termasuk sukses menurut versi saya sendiri, selama ini pola seperti itu yang saya jalankan, barangkali bagi beberapa orang akan menilai bahwa saya termasuk orang yang malas berusaha lah, tidak punya semangat lah dll. padahal menurut saya yaa saya punya standar sendiri dalam menjalani ambisi saya, pun versi sendiri dalam memaknai kesuksesan.
Jika ada alasan yang mampu mendorong saya untuk berusaha mati-matian, maka alasan itu adalah keluarga, bagi saya keluarga adalah segalanya, tidak ada hal yang harus kita lakukan secara maksimal kecuali itu untuk keluarga, Ayah dan Ibu, untuk mereka.
soo, selama capaian yang di dapat tidak merugikan orang lain, meskipun hasilnya tak sebaik standar orang lain pada umumnya, asal sudah berusaha maksimal tentu dengan versi saya sendiri, yaaudah sih, nikmatin aja hasilnya. Alhhamdulillahnya keluarga saya sangat mengerti kondisi saya seperti ini.

Pesanku untukmu di awal 2020
Salam
Barangkali ini memang tdk terlalu penting.
Hanya ingin mengingatkan apa yg dlu pernah aku sampaikan, saat pulang nonton maleficent di lippo mall malam itu.
Sampai sejauh ini belum ada jawaban dari kamu, baiklah, aku anggap diammu sampai sejauh ini perihal perasaan, adalah jawaban bahwa menurutmu kita emang tidak bisa “mencoba” kearah yg lebih serius dengan segala pertimbangannya.
Oia aku banyak belajar loh selama aku menunggu jawaban dari kamu selama ni, ya meskipun akhirnya kamu tak juga menjawabnya, aku jadi mengerti mana yg terbaik, cocok dan pas buat aku.
Melalui pesan ini aku ingin menyampaikan, kini rasa suka, kagum, tertarik layaknya kekasih itu mulai memudar, jadi kamu tak perlu khawatir akan beban tanggung jawab terhadap prasaan yg aku rasakan pada kamu, sebab rasa itu perlahan-lahan mulai menghilang.
Melalui pesan ini juga ingin ku sampaikan bahwa, aku meminta izin untuk membuka ruang/hati menyukai dan mengagumi perempuan lain (tpi entah kapan ketemunya. Hehehe).
Tenang aja, kita akan tetap jadi sahabat yg baik, gak lucu dong hanya krna masalah ni kita malah jadi musuhan, mnurutku kita sudah cukup lama berteman dan saling mengenal, jadinya kita dewasa menjalani hubungan pertemanan yg saling mendukung satu sama lain.
tenang aja, untuk urusan ni seperti saya sudah cukup terlatih.
Maaf kalau beberapa bulan terakhir semenjak ku nyatakan prasaan itu kamu malah jadi terbebani.
Enjoy u life, tekuni cita2mu, sebab disana ada harapan org2 yg mendukungmu selama ni.
bahagia selalu yaaa, kini kita tetap masih teman yg kompak yg selalu saling mendukung satu sama lain kan?! 😊
Proses
Ada yg tak pernah kelihatan tapi beri perlindungan
Ada yg tak pernah dipedulikan tapi beri kekuatan
Ada yg dikira cuman singgah ternyata bertahan
Dan..
Ada juga yg dianggap rumah ternyata meninggalkan begitu saja.
Bukan telapak tangan terhalus, bukan jari-jari terlentik, bukan kuku tercingklong. Namun belaiannya selalu menyejukan pun menenangkan
Tangan ibu.
Fase mencintai tertinggi adalah saat kehilangan
Senyumanmu yang indah bagaikan candu
Ingin trus ku lihat walau dari jauh
Ku berandai kau disini
Mengobati rindu ruai
Dalam sunyi ku sendiri meratapi
Perasaan yang tak jua didengar
Kita Manusia kan gitu, asal bicara tapi gak selaras sama apa yang benar-benar mau disuarakan
Mereka bilang dunia ini luas, tapi saya gak percaya. Mereka bilang gitu kayak merintah langkah untuk jalan kemana-mana, padahal tempat yang ditujupun gak jelas adanya. Karena dunia yang mereka bilang luas itu sebenarnya cuman sebesar kamar tidur ukuran standar pada umumnya, terbatas tapi meluas, sesak tapi juga nyenyak, terkurung sekaligus terlindung, dan kamar itu namanya kenangan, yang walau uda di kunci rapat-rapat digembok, trus kuncinya disembunyiin ditempat yang gak mungkin di ingat lagi, tetap aja itu kamar yang ada di dalam rumah. Dunia memang gak seluas seperti yang mereka bilang, karena sejauh dan selama apapun kita berjalan, ada titik ujung yang membuat kita bicara dalam hati sendiri bahwa “kita kemana-mana untuk tidak kemana-mana”
Ada bait puisi pak Sapardi yang begitu menguasai lekuk hati saya secara utuh, judulnya “pada Suatau Malam”. dan nada baitnya jelas saya hafal betul bunyinya, begini;
“Barangkali hidup adalah doa yang panjang, dan sunyi adalah minuman keras.”
Gak perlulah kita tanya apa maksudnya, biar masing-masing kepala kita memaknainya sendiri, dan kebetulan bait itu sering saya jadikan obat ketika rasanya hidup lagi berantakan, kaya mau dirapikan tapi bingung harus mulai dari mana, kaya pecahan kaca yang entah lebih baik disatukan kembali atau mending di buang saja, tapi bait-bait itu kembali memanusiakan saya, seperti menempatkan saya di sebuah ruang khitmat secara implusif, seperti segala rasa jadi sama levelnya. Memang begitu kan jadi manusia, gak perlu masalahnya bisa selesai, gak perlu mimpinya sampai tercapai, sekedar hidup damai, kepala dan perut bisa diajak santai. doa mau diisi harapan apa lagi?