Perspektif kaka ttg Uang?
Ini opini pribadi ya, kalau ada yang kurang sreg, ya namanya juga opini pribadi hehe. Anyway, sebelumnya terimakasih sudah bertanya @faraaahhh12 🙏🏻
Menurutku, satu hal yang wajib diyakini sebagai seorang muslim bahwa uang bukanlah satu-satunya rezeki yang Allah kasih yang juga sudah pasti jamin akan diberikan secara adil dan cukup ke setiap makhluk-Nya.
Bahkan dari sekian banyak rezeki yang Allah kasih, uang mungkin hanya sebagian kecil dari banyak rezeki yang secara bersamaan dan lebih kontinyu terus Allah berikan, baik disadari maupun tidak.
Rezeki berupa sehat, udara segar, keluarga harmonis, lingkungan yang baik, teman kerja suportif, dsb adalah juga merupakan rezeki yang secara nggak sadar sering banget luput disadari. Seakan-akan kalau nggak berbentuk duit bukan rezeki.
Setidaknya itu perspektif yang aku mulai ubah pasca dapat cuan, selepas kerja. Gatau sih kedepannya kalau misal sudah berkeluarga sendiri hehe.
Di dunia kerja, at least dari banyak artikel rujukan yang saya jadikan referensi pada skripsi saya, banyak karyawan generasi Y dan Z, mengalami turnover intention atau niat ingin berpindah tempat kerja paling sering ketimbang generasi sebelumnya, range 2-3 tahun, perihal gaji berada di urutan ketiga, urutan pertama dan kedua tersedianya fasilitas pengembangan diri, dan lingkungan kerja suportif.
Makanya banyak, mereka yang resign tiba-tiba, padahal gaji gede, fasilitas memadai, bikin orang geleng-geleng kepala, "Kok bisa-bisanya?". Ya bisa aja, yang ngalamin mereka... Barangkali mungkin karena tadi, uang bukan dijadikannya standar kebahagiaan, atau bukan variabel independen kebahagiaan seseorang.
Intinya, uang bukan satu-satunya penentu kebahagiaan seseorang, tapi mungkin banyak kebahagiaan yang bisa dibeli dengan uang.
Makanya, kalau aku sekarang sembari ikhtiar terbaik menjemput takdir Allah dalam hal ini adalah rezeki yang bentuknya uang, ya just do your best aja sih, asal tetap happy, nggak under pressure, ada nilai dan peluang berbuat kebaikan disana, nggak menjauhi rahmat-Nya, alias ortu dan Allah ridho, lalu diiringi buat doa, minta agar dihadirkan rasa kecukupan atas rezeki yang Allah kasih.
Aku pernah bahas konsep rezeki, barang kali mau baca. Cek tulisan "Konsep Rezeki dalam Islam" ini.
Sebab kita tidak tahu bagaimana kondisi kita nanti selepas Allah kabulkan keinginan kita, misal pengen punya duit di rekening 10 M dengan alasan nanti bakal rajin sedekah, bantu ini itu dsb. Padahal sejak kapan sedekah atau infaq kudu punya 10M dulu? 👀
Atau kalau na'udzubillah malah sebaliknya gimana? Nggak sedikit loh iman seseorang tergadai perihal uang hehe.