Pidi Baiq, saya mengidolakan anda.
“Mimpi itu benar. Kenyataanlah yang salah karena tidak sesuai dengan mimpi” itu kata pidi baiq (1972-2098).
Awalnya mencari-cari quote lucu di internet untuk menghibur diri dan kemudian menemukan kata-kata tersebut.
Pidi baiq, namanya terasa pernah terbaca sekilas di salah satu posting-an teman, waktu itu saya tidak begitu tertarik, pikirku pidi baiq itu seorang penyair dikarenakan teman saya itu menyukai puisi dan sejenisnya.
Barulah tahun kemarin ketika menemukan quote “mimpi” itu yang membuat saya tersenyum dan teringat kembali dengan nama pidi baiq. Dan memutuskan mencari tahu siapa itu pidi baiq.Mencari dan menemukan. Hasilnya, saya mendapati diri saya menghabiskan waktu yang tidak sedikit membaca review dan penjelasan tentang karya-karyanya yang dimuat dibeberapa jejaring sosial.
Dari banyaknya review karyanya dan cerita yang dibagikan di internet oleh orang-orang yang pernah bertemu dan/atau mengobrol langsung dengannya, sangat terasa kalo si beliau ini orang yang baik sesuai dengan namanya pidi baiq, heheh :)
Nah dari hasil penelusuran itulah saya tertarik membaca karya buatannya, yang saat itu top resultnya-nya adalah novel Dilan, Dia adalah Dilanku (Tahun 1990-1991), 2 buku sekaligus. Langsung saja ku pesan bukunya ditemanku. Meski sebenarnya saya tidak begitu suka dengan novel remaja yang isinya cinta dan romance melulu. Tapi untuk 2 novel ini pengecualian.
Dilan sudah ada di tangan (2 novel dilan maksudnya), segera ku baca dengan perasaan riang dan juga penasaran. Lembar demi lembar terbaca, tak bisa kuhitung (karena memang tidak berniat kuhitung) berapa kali diri ini tersenyum bahkan tertawa terbahak karena novel ini. “Jangan banyak berpikir, nikmatilah yang kau sedang baca” saranku pada diriku saat itu.
Berapa lama waktu yang kugunakan untuk membaca 2 novel dilan? Tidak tahu pasti. Kunikmati semuanya, rasanya menyenangkan. Baru kali ini membaca novel remaja yang mengasyikkan dan keren ini. Terlepas dari ending-nya yang (mungkin) membuat banyak orang sedih. Bagiku itulah serunya, karena memberitahu kita bahwa hidup bukan seperti kemauan manusia melainkan sesuai kehendak Sang Pencipta Manusia (Allah SWT) meskipun terkadang selaras.
Disini saya bukan untuk me-review buku dilan tapi, menjelaskan sedikit tentang penulisnya, pidi baiq (berdasarkan dari yg sudah kubaca dan kutonton di Youtube).
Well, pernah dengar The Panasdalam? Kalau belum, saran saya cari tahu lah. Kalau pernah, bisa jadi sudah tahu siapa itu pidi baiq.
Semasa kuliah kemarin entah semester berapa, teman saya pernah menperdengarkan lagu-lagu The Panasdalam, saya tertawa sekaligus berpikir : “band ini cerdas dan menghibur, kerrren!!, meski namanya cukup unik” Cukup sampai disitu, hanya menikmati lagu-lagunya tidak mencari tahu siapa saja The Panasdalam itu (dikarenakan tugas kampus yang ternyata mengambil kesenanganku, tapi tetap kuselesaikan, hahaha)
Pidi baiq adalah Imam besar The Panasdalam (bagaimana ceritanya silakan temukan di mbah google), pemusik, penulis, pelukis, seniman, dan pasti orang baiq. Beliau ayah dari 2 orang anak lelaki bernama Timur dan Bebe dan beristrikan wanita cantik bernama Rosi. Banyak yang memanggilnya surayah atau pak haji pidi (mengaku haji mabrur dan sudah 2x umroh). Lulusan ITB yang ijazahnya masih di ITB engak diambil, katanya sebagai kenang-kenangan aja buat mengingatkan kalo dia pernah di ITB, yang katanya lagi “Unpad itu baik karena ngasih saya istri, ITB mah ngasih ilmu itu juga karena saya bayar spp” hahaha kocak.
Disetiap media sosialnya dia mengaku “Imigran dari sorga” juga setiap ada pertanyaan terlontar “kenapa ayah pidi nggak mau masuk TV?” pasti akan menjawab “pengen masuk sorga saya mah”
Banyak yang bilang si beliau ini orang yang jahil namun dermawan. Semua itu tercermin dari buku-buku yang beliau terbitkan. (Saya belum baca semua bukunya tapi akan).
Quote-quotenya banyak dikutip oleh anak muda jaman sekarang, surayah pidi baiq ini menjadi idola yang membumi yang dengan senang hati membalas mention-mention followers-nya. Dia pernah berkata “Google menjawab semuanya, Pidi Baiq menjawab semaunya” , meski tidak mendapat solusi tapi terjawab. Hahaha saya setuju untuk itu, karena setiap pertanyaan memang hanya butuh jawaban, tinggal si penanya aja silakan mencerna dan mengolah jawabannya.
Apapun yang keluar dari mulutnya, terkesan spontan dan jujur. Meski beberapa orang (yg menjelaskan tentang pidi baiq) berpendapat kalau si surayah ini agak gila dan terkadang tidak masuk akal. Namun menurut saya, surayah adalah orang cerdas, masuk akal, dan paling waras diantara orang-orang yang mengaku waras.
Surayah pidi baiq sering memberikan jawaban pengundang tawa namun sebenarnya ada maksud dari itu (serius). Dari seluruh informasi yang kudapatkan dari internet mengenai pidi baiq, kuputuskan beliau menjadi idolaku, entah setuju atau tidak. Bagiku tidak perlu. Hahaha
Sebelum kuakhiri, kuberikan pendapatku tentang surayah : Pidi baiq adalah sejatinya seniman yang cerdas, masuk akal, dan memperlakukan dunia sebagai wahana bermain, dia memperlakukan semuanya dengan semaunya dengan semua yang diketahuinya, berbagi dengan apa yang dimilikinya, bersyukur dengan yang didapatkannya, menjadi apa yang dia pikirkan, menjadi dirinya yang asli, dia manusia yang bebas dan merdeka, dia satu-satunya manusia waras yang kuketahui saat ini.
Mulai sekarang akan menikmati karya-karyamu dan itu akan selalu. Hehehe (kutip “dan selalu” yang sering pidi baiq cetuskan)…