Diantara bulan bersinar hingga terangnya matahari, diantara ketenangan malam hingga ingar bingar di pagi hari. Aku selalu memohon kepada tuhan semoga aku bisa melihatmu meskipun diantara nyata dan tidak.
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
No title available

PR's Tumblrdome
No title available

ellievsbear
Show & Tell
tumblr dot com
todays bird
Monterey Bay Aquarium
RMH

gracie abrams

if i look back, i am lost
No title available
Keni
Cosimo Galluzzi

Origami Around

bliss lane
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr

No title available
Sade Olutola
seen from Colombia

seen from Switzerland

seen from Türkiye
seen from South Africa
seen from Australia
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Ecuador
seen from Nepal
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Russia
seen from Bangladesh

seen from China
seen from Venezuela
seen from United States
@happypillsplace
Diantara bulan bersinar hingga terangnya matahari, diantara ketenangan malam hingga ingar bingar di pagi hari. Aku selalu memohon kepada tuhan semoga aku bisa melihatmu meskipun diantara nyata dan tidak.
Dulu, melihat seseorang berteriak saat meluapkan emosinya menurutku keren sekali. Karena dia bisa menumpahkan amarahnya dan memberi orang lain pelajaran yang memang pantas diterima, bagiku itu keren.
Tetapi saat aku melihat seseorang yang selalu tenang dan tetap tersenyum walau dalam tekanan sekalipun ternyata lebih menarik perhatianku. Bukan berarti orang itu berbohong kepada dirinya dan terpaksa melakukan itu. Tetapi ia sudah paham betul bagaimana menjalani hidup yang damai. Karena ia menginginkan kedamaian hati selama hidupnya.
Saya masih menyayangimu walau sudah sering kali kamu patahkan. Saya tetap memberi hati yang saya sendiri pun tau hal menyakitkan akan terjadi lagi.
Tetapi apakah pernah terlintas sedikit pikiranmu tentang saya?
Saya tau sepertinya itu tidak mungkin, tapi tetap saja saya masih berharap itu mungkin saja terjadi.
Untuk Sekali Saja
Aku ingin sekali meminta kepada tuhan agar kamu merasakan bagaimana berada diposisiku.
Tapi itu semua tidak mungkin.
Aku ingin kamu tau tanpa aku harus menjelaskan panjang lebar.
Aku ingin kamu merasakan. Sebesar apa aku menyayangimu.
Bagaimana setiap harinya hati dan pikiran ku beradu hanya karena mu.
Rasanya aku ingin berhenti melakukan itu semua.
Tapi bagaimana bisa berhenti kalau kamu saja masih menjadi objek ku?
Bukan hak mu menilai seseorang jika tidak diminta oleh seseorang tersebut. Tindakanmu adalah bukti nyata bagaimana kamu sebenarnya bukan hanya perkataanmu yang semu. Tanggung jawab atas dirimu itu adalah kewajiban mu, sedangkan tanggung jawab atas diriku itu adalah kewajiban ku dan bukan hak mu. Tolong ingat perbedaannya. Jika kamu tidak bahagia tolong koreksi dirimu bukan membandingkan dengan apa yang orang lain punya.
Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan kepadamu dan ingin sekali aku berbagi denganmu tentang apapun itu.
Tentang pola pikir yang tidak sama, perspektif yang berbeda juga tentang apa maksud hidup ini.
Aku sudah melihatnya begitu luas dan aku tahu betul tentangmu tapi mungkin kamu tidak akan percaya dengan apa yang akan aku katakan nantinya.
Meskipun dikatakan juga akan percuma, kamu tidak akan paham. Karena kamu tidak pernah melihat diriku seperti aku melihatmu.
Bersih
Seperti sebuah kain yang memiliki banyak lubang
Seperti itulah jiwanya jika digambarkan
Seorang perempuan yang tidak pernah mengerti apa maksud hidupnya
Seorang perempuan yang tidak pernah lelah akan ketulusan hatinya
Ia terlalu sering berteman dengan luka
Kesedihan adalah bagian dari dirinya
Hatinya terlalu tulus untuk orang lain
Hingga ia lupa bahwa dirinya juga butuh istirahat sejenak
Seorang perempuan yang tetap tulus
Meski kepedihan menghantamnya begitu keras
Hingga akhirnya ia lelah
Tetapi ia tetap memilih untuk berkawan dengan lukanya
Sampai akhirnya ia menerima semuanya
Dan mengulas senyum manis di bibirnya
Meninggalkan sesuatu
Saya pernah meninggalkan suatu tempat yang bagi saya dulunya tempat itu adalah dunia saya. Tempat tersebut termasuk salah satu platform yang bagi kebanyakan orang adalah tempat menyenangkan.
Saya meninggalkan tempat tersebut bukan tanpa alasan. Saya meninggalkan tempat tersebut agar hati saya baik-baik saja. Makanya saya memilih untuk berhenti dan meninggalkan itu semua. Tapi sungguh itu tidak mudah.
Saya melakukan itu karena saya tidak suka jika harus hidup penuh dengan pikiran-pikiran yang bahkan belum tentu terjadi. Capek rasanya harus menata hati agar baik baik saja padahal tidak.
Menurut saya meninggalkan suatu tempat agar hati menjadi tenang bukanlah egois, kita memang butuh ruang untuk diri sendiri. Butuh suatu jeda agar semuanya baik baik saja. Mungkin setelah proses meninggalkan kita akan bertemu dengan sesuatu yang jauh lebih baik.
Kamu Hebat!
Ada saat dimana rasanya aku ingin menghilang saja dari bumi ini
Ingin rasanya menyelesaikan semua yang tidak bisa diselesaikan dengan cara jalan pintas itu.
Bukannya tidak bisa diselesaikan, tetapi aku sering menyulitkan diriku karena pikiran racunku sendiri yang pada akhirnya bisa membuat aku menyerah.
Tetapi jika aku menghilang bagaimana dengan orang-orang yang menyayangiku atau orang-orang yang ternyata membutuhkanku?
Mereka pasti tidak akan suka jika mendengar aku menghilang. Aku juga tidak tega melihat senyum mereka digantikan oleh tangis karena kehilangan aku.
Rasanya saat masa itu datang, sulit sekali bagiku untuk menerima. Sulit sekali bagiku untuk mengekspresikan aku sedang baik baik saja. Bahkan sulit untuk mengulas senyum.
Aku sering mengajukan pertanyaan kepada semesta mengenai diriku dan pertanyaan-pertanyaan yang belum kutemukan jawabannya. Lalu aku merenung, apa mungkin aku terlalu banyak bertanya?
Ternyata jawaban dari semua pertanyaanku adalah jangan mencari jawaban dan bertanya mengapa. Tidak semua harus dipertanyakan, memang ini jalan hidup yang harus ditempuh.
Satu hal lagi untuk diingat, tidak ada siapapun yang bisa membantumu bangkit, kecuali dirimu sendiri. Terima kasih sudah bertahan untuk diri sendiri sejauh ini. Kita semua hebat.
Kesalahan ku adalah aku menjadikanmu segalanya padahal kau tidak menganggapku begitu. Aku keliru menafsirkan segala yang telah kau perbuat dan ucapkan. Harusnya aku mengingat bahwa di dunia ini tidak ada yang benar-benar selamanya. Begitu juga kamu.
Kalau kamu bertanya apakah aku menyesal telah mengenalmu? Tidak juga. Hanya saja aku sulit membiasakan diri untuk tidak mengingatmu dan kenangannya.
Ketika beranjak dewasa, banyak sekali hal-hal yang dulunya dianggap begitu penting lalu hal tersebut menjadi tidak penting lagi. Ternyata, yang dibutuhkan seseorang saat beranjak dewasa bukanlah sebuah benda atau manusia lainnya. Melainkan sebuah kedamaian dan ketenangan hati.
Kata siapa rindu pada seseorang yang gabisa dimiliki itu salah? Gaada salahnya kok sama rindu. Seseorang masih tetap bisa dirindukan walau bukan milik kita.
“Selain mengutarakan apa yang aku rasakan. Menulis kujadikan sarana pemberi pesan: agar kamu dapat mengerti keadaan, kala aku tengah tak mampu menceritakan perih secara lisan.”
—
Kamu tak malas untuk membaca, kan?
— Arief Aumar Purwanto
Your voice as soft as a silk
And I like the way you talk to me
I like your open minded way and the way you think
I like the way you smile
I like it when your eyes spark
And most of all I like you even though I have never shown it the way I should
Bukan begitu, aku tidak membenci orangnya. Hanya saja saat semua tidak seperti dulu lagi, yang aku benci adalah aku mengingat kembali kenangannya...