kenapa mendoakan pasangan hidup?
pernikahan membuatku banyak belajar, tentang berkhidmat, tentang taat, tentang ketulusan, dan tentang keikhlasan dalam mendoakannya. apakah kehidupan pernikahan akan selalu baik-baik saja dan indah? tentu, tidak. sekali lagi tidak.
tidak ada pernikahan yang dilalui dengan baik-baik saja. akan selalu ada ujian disetiap fase bertumbuhnya sebuah pernikahan. pernikahan yang baik dan bahagia bukanlah pernikahan yang dilalui tanpa adanya cek cok ataupun konflik. aku pikir tidak ada pernikahan yang dilalui tanpa adanya konflik, semua melalui fase ini termasuk pernikahan Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam dengan para istri-istrinya.
pernikahan yang baik, sehat dan bahagia adalah pernikahan yang setiap kali terjadi konflik atau sedang diuji, mereka mengembalikan permasalahan itu kepada Allaah agar meredamkan tensi emosi ataupun konflik yang terjadi dan merekatkan kembali dua hati yang sedang terluka. mereka kembalikan kepada Allaah bahwasanya hanya Allah yang bisa menyatukan kembali dua hati yang sedang berkonflik itu.
pernikahan yang baik, sehat dan bahagia adalah pernikahan yang didalamnya ada "saling". saling memaafkan, saling memaklumi, saling menerima, dan saling mau bertumbuh menjadi baik setiap waktunya. dan kelapangan hati itu tentu tidak bisa dimiliki tanpa diusahakan dengan melibatkan Allaah didalamnya.
sesuatu yang kita kira masalah kecil bisa menjadi besar tanpa pertolongan Allaah. dan sesuatu yang kita kira masalah besar dan tidak bisa terselesaikan akan menjadi kecil sebab pertolongan Allaah. ini yang perlu kita ingat lekat-lekat.
dan pada akhirnya kita akan memahami mengapa pernikahan adalah perjanjian yang agung. sebab dalam melalui prosesnya tidak mudah. mengupayakannya butuh kedua belah pihak bukan hanya salah satu saja yang mengupayakan. dan salah satu upaya terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan mendoakan kebaikan.
mendoakan kebaikan itu akan selalu ada untuk pasangan kita. mendoakan banyak kebaikan untuknya, mendoakan Rahmat Allah untuk turun kepadanya dan puncak tertinggi adalah mendoakan balasan surga untuknya.
kalau dipikir-pikir, setelah kedua orangtua kita yang mengupayakan kehidupan layak untuk kita. maka tanggung jawab itu ada pada pasangan kita.
untuk suami, dia mengambil tanggung jawab penuh atas istrinya, kehidupan dunia serta kehidupan akhirat istrinya menjadi tanggung jawabnya. mencukupi, mengayomi, melindungi, memberikan keamanan, kebahagiaan serta mengupayakan. dia rela bersaing dengan jutaan manusia ketika bekerja. bekerja ditempat ketinggian, bekerja dijalanan bersisihan dengan Megatron (truck besar-besar), bekerja ditempat yang panas terik ataupun hujan deras, semua mereka tempuh tanpa mengeluh demi tanggung jawab memberikan kehidupan yang layak untuk keluarganya.
untuk istri, dia memberikan baktinya penuh kepada suaminya, dia mengalami masa sulit juga seperti mengandung, melahirkan yang bertaruh dengan nyawanya, menyusui, sehingga terkadang ia kehilangan kecantikannya. dengan totalitas ia menyerahkan semua kehidupannya untuk anak yang dilahirkannya.
semua memikul tanggung jawab yang tidak mudah. maka sebaik-baik mencintai adalah dengan mendoakan untuknya selalu. mendoakan adanya kebaikan untuknya, mendoakan keselamatan baginya, mendoakan Rahmah saling menyayangi satu sama lain, dan mendoakan surga. dikumpulkan kembali di SurgaNya.
setiap kali melihat para pejuang nafkah, para bapak-bapak yang berjibaku diluar rumahnya demi penghidupan. aku selalu menangis, betapa tidak mudahnya itu semua. mereka rela kepanasan, kehujanan, macet, beriringan dengan kendaraan dijalanan bahkan dengan truck besar-besar, bekerja di ketinggian, memikul beban yang berat. kadang suka kepikiran, "pantes ya, banyak para istri yang kehilangan suami, anak-anak kehilangan ayahnya." ya, karena laki-laki berpotensi lebih besar akan hal itu dibandingkan dengan perempuan. yang mana seorang istri sudah menjadi fitrahnya tinggal dirumahnya sebagai tempat sebaik-baik untuknya.
pantes seorang istri diminta berkhidmat kepada suami, karena bahkan perintah wajib perang saja itu diperuntukkan untuk kaum laki-laki. sementara perempuan dan anak-anak mereka harus dilindungi. pantas surganya seorang istri ada pada ketaatannya pada suaminya. karena memang sebesar dan seberat itu tanggung jawabnya.
aku menuliskan ini bukan untuk membandingkan siapa yang paling berat tugasnya, siapa yang paling berat perannya. melainkan sebagai pengingat untuk diri ini agar bisa menghargai dan mengingat kebaikan suami yang telah diupayakan ya untuk diri ini. menuliskan ini bukan untuk mengabarkan pada dunia betapa baiknya dia. menuliskan ini sebagai pengingat diriku kalau suatu saat nanti aku baca ulang kembali.
6 tahun bukanlah waktu yang singkat, bukan pula waktu yang panjang. setiap waktu diri ini selalu meminta agar terus ditolong oleh Allaah disetiap keadaan.
"ya Allaah, perbaikilah suami dalam setiap keadaan dalam kebaikan"
"ya Allaah, balaslah kebaikannya sebab ia baik kepada hambaMu ini dengan surga tertinggiMu yaitu surga Firdaus"
karena hanya ini bisaku, menenun rindu daan menguntai doa, sebab sebaik-baik mencintai adalah dengan mendoakanmu selalu.
أَسْتَوْدِعُكُمُ اللهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
"Aku menitipkan kamu kepada Allah yang tidak akan hilang titipan-Nya." (HR. Ahmad 2/403, Ibnu Majah 2/943, dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/133)
".....tidak akan hilang titipan-Nya."...:"))
segala puji bagi Allaah yang telah menggerakkan hatimu untuk memilihku sebagai pendamping hidupmu. segala puji bagi Allaah atas rahmatNya yang begitu berlimpah untuk diri ini.
ruang syukur, Surabaya, 28 Agustus 2025 || 22.11












