Sudah lama gak buka ni akun T_T

Product Placement

blake kathryn
Keni
Claire Keane

Kiana Khansmith

izzy's playlists!
$LAYYYTER
No title available
tumblr dot com
Show & Tell

No title available
★
cherry valley forever
Today's Document

roma★

oozey mess
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
Sweet Seals For You, Always
Cosimo Galluzzi
untitled
seen from United States
seen from Jordan

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Italy

seen from Singapore

seen from Japan
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from United States

seen from Germany

seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from United States
seen from China

seen from United Kingdom
seen from Paraguay
@hellorainsworld
Sudah lama gak buka ni akun T_T
Hujan Akhirnya Turun
Tahukah kamu ada seseorang yang selalu menanti hujan? Kala hujan turun yang paling basah bukan tubuhnya, tapi hati dan pikirannya. Kenapa? Sebab saat hujan turun seketika itu pula ia mengucap doa, hatinya berdzikir, dan pikiran mengagumi takdir yang membawanya sampai saat ini.
Hatinya penuh doa dan harapan agar dikuatkan dalam perjalanan dunia ini, seakan hujan membasahi hatinya dengan semangat dan prasangka baik bahwa semua akan berlalu dan berakhir. Dan semua doa dan penantiannya akan segera Allah ijabahi pada waktu yang tepat.
Begitulah seorang yang suka dengan hujan dan selalu menunggunya, bukan basah dan syahdunya, tapi pada keberkahan dan terbukanya pintu langit untuk dia berbicara pada Allah. Tuhan pemilik langit dan apa yang diturunkan.
Jangan pernah membenci hujan, jangan pula mencerca takdir hari ini. Ada yang marah karena hujan menyebabkan agendanya terhalangi, tapi seharusnya ia sadar bahwa ada kebaikan dari itu.
Percayalah bahwa hujan ini membawa keberkahan, sebagaimana doaku untukmu agar Allah memberikan semua yang terbaik dalam kehidupan dan impian.
@jndmmsyhd
Cirebon, 14 September 2021.
Bye
Wis njepat aslinemah
Bagaimana aku memulai berpusi tentang mu? Ku mulai dari mana, tuan?
Bisa ku mulai dengan merutuki pikiran luar biasa mu yang membuat aku tenggelam pada diksi tak biasa yang aku sendiri sudah muak mendebatnya lagi, tapi kamu luar biasa membawanya dengan lincah.
Bisa ku mulai baris selanjutnya dengan bercerita mengenai sikap luar biasa lembut mu? Ucapan ringan dari bibir yang tak sengaja pernah ku pikir untuk ku kecup singkat. Aku tenggelam di semua kata mu tuan, tanpa mau untuk bebas berenang. Aku memilih untuk terus tenggelam, semakin dalam.
Bisa aku lanjutkan lagi dengan bercerita obrolan panjang kita? Tidak begitu manis, tapi, hey, aku bisa menyulapnya dengan luar biasa manisnya. Pikiran liar ku berlarian, pagi buta, kamu mendongeng mengenai orang-orang hebat. Aku mendebat pikiran mu yang bisa-bisanya bercerita hal seperti itu saat mata ku enggan untuk ku buka. Tapi, sekali lagi, kau hebat dalam mempremis kata, lalu sekali lagi mau tak mau aku menikmati dongeng mu.
Aku ingin menambah di baris selanjutnya, di mana aku duduk di depan mu sambil menenggelamkan kepala ku di antara lipatan tangan ku, malam semakin dingin, tapi kamu baik, kamu genggam tangan kecil ku. Ku pikir untuk apa? Tapi pikiran liar ku senang, aku tersenyum, ingin sekali meminta pada Tuhan untuk tetap menjaga hawa dingin, karena aku sudah punya penghangat saat itu.
Mungkin aku harus mengakhiri bait terakhirnya, ku sebut apa lagi? Haruskah aku bilang, mungkin semuanya hanya fana? Mungkin semuanya hanya sifat main-main mu? Tidak pasti sebenarnya, tapi bisa ku janjikan itu memang nyata. Tidak perlu bukti, semesta tidak biasanya baik pada ku, lalu mungkin hadir mu juga adalah hal yang menyeludupkan maksud baik tapi akhirnya selalu sama, tidak ada hal yang baik.
Tetap tinggal sebentar, kamu ku persilahkan untuk pergi nantinya. Biarkan aku berpuisi sedikit lebih lama, tuan
Tya
Orang bilang, manusia melewati fase kehidupan yang sama, pernah susah, lalu pernah senang. Pernah dihujami tawa, lalu dikuyup derita. Semua pasti silih berganti datang pada diri setiap orang, tapi bagian paling berbeda adalah, bagaimana kamu melihatnya? Bagaimana kamu menolong dirimu di fase-fase itu?
Kata orang, merasa abu-abu itu wajar, merasa berat akan hidup itu wajar. Kendati demikian, aku sering menyanyangkan bagaimana perasaan-perasaan ini akan bermuara pada aku yang terus membenci diri sendiri. Pada diriku yang tidak bisa mengerti, bahwa kiranya seribu kali aku bilang tidak mampu dan ingin mematahlan segalanya, seribu kali juga aku bisa melewati segalanya.
Jika dewasa setidakmenyenangkan ini, kenapa aku dulu perlu repot-repot membayangkan wujud dewasa ku? jika pada akhirnya bagian dari diriku yang dewasa adalah aku yang tidak percaya diri, tidak sama sama sekali menaruh percaya pada diri ku sendiri
“Ada kalanya, kita hanya butuh didukung tanpa harus dibantu. Diterima tanpa perlu dicela. Dipercaya tanpa harus banyak tanya.”
—
Ahh tuan, kamu sukanya membuat saya terombang-ambing.. tolong bawa saya ke tepian pantai saja, rasaya cukup penat. Ingin istirahat sejenak. Atau kau tenggelamkan saja saya tuan, melepas beban lantas kau bebas berkeliaran. Jadi, bagaimana?
Teruntuk tuan Ombak
“Aku sedang menanti sapaan-sapaan atau pesan-pesan pendek yang dulu selalu ada. Entahlah; mungkin sekarang baginya rindu sudah tak sebesar dulu lagi.”
— (via mbeeer)
Akhir-akhir ini, relasi kita macam dua jenis garis yang kerap kau temui di buku matematika saat sekolah menengah pertama.
Sebut mereka garis paralel dan garis berpotongan.
Garis paralel. Bersifat sejajar dan sama, persis dengan kita. Tahunan bersama, melewati berbagi cerita. Saat satu berduka atau gembira, maka yang lain turut merasa. Namun, kita sekadar jalan bergandeng, tanpa bisa menyatu sekalipun.
Garis berpotongan. Bertemu di satu titik dan berpisah setelahnya, yang tengah terjadi pada kita. Tahunan bersama, jenuh kerap kaurasa. Jauh-jauh kau berkelana, aku dilupa. Aku hanya takut menjadi titik pertemuan takdir yang kau lintas dan kau lepas.
Namun, satu yang pasti. Apapun kita, aminkan bahwa apa yang kita cari terbaik. Untukmu, untukku; Untuk kita.
Sebenarnya, dunia bukan tempat buat ngejar kesenangan.
Nikmati sekedarnya, tunda yang sia-sia dan bikin terlena.
©Quraners
"Kalo suka sama lo gimana?"
"Jangan lah. Kita tuh asiknya temenan aja."
11/09/2020
Huhuhu:((
Rinduku melegum...
Padamu... aku kagum
Ohh tuan, bisakah kau sering bertandang mengunjungi bentalaku?
Tak usah memberi hipernova berdebum yang memorak-porandakan jagat rayaku.
Debaran acak saja sudah cukup. Biar aku tau masih ada yang membuat pair jantungku. -Raa
Dimoment saat kita bersama, tak ada jaminan perasaan hangat yang menyelimuti kita. Karena kehangatan yang hangat hanya akan meninggalkan asap. Dan asap naik tanpa kekuatan.
Seberapa banyak aku kosong, aku tak dapat mengisi diriku denganmu.
Senyum yang kau tinggalkan masih ada dalam hatiku (benar)
Apa kabar? Apa semuanya baik? Sudah berapa cerita yang kita lewatkan??