Di Balik Mendung
Langit biru mengajarkan tenang
Meski mendung gelap, ia tak menghilang
Sesekali menangis, namun tak bergeming
Tak usah resah bila batu menghalang
Kamu indah, teruslah terang benderang
seen from Israel

seen from China
seen from Argentina
seen from Ireland

seen from Israel
seen from Japan
seen from United States

seen from Canada

seen from Russia

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Israel

seen from Singapore
seen from Israel
seen from Sweden
seen from China
seen from Ireland
seen from Hungary

seen from Hungary

seen from Australia
Di Balik Mendung
Langit biru mengajarkan tenang
Meski mendung gelap, ia tak menghilang
Sesekali menangis, namun tak bergeming
Tak usah resah bila batu menghalang
Kamu indah, teruslah terang benderang
Hari ini aku kembali menggeluti hobiku. Menulis tentangmu, langit biru dan hujan.
Kini April kembali menyapa dalam bentuk hujan, mengingatkan cerita dan juga kenangannya. Di bawah rintikan hujan kala itu, aku dan kamu pernah berbagi cerita suka duka, sebelum akhirnya memilih menjadi asing dan tidak saling kenal.
Menatap Langit
Diantara keindahan yang ada di dunia, langit selalu menjadi tempat tenang bagi orang yang mencintai nya.
Bertemu tanpa rencana. Kita hanya 2 insan yang mengharap suka, lalu kemudian jatuh cinta. Aku dan kamu..
-langit biru-
Milik Allah-lah langit dan bumi dan kepada-Nyalah semua akan kembali.
Hujan. Berdo'a untuk orang-orang tersayang hari ini.
Doa. Segala kelemahan diri.
Rahman dan Rahiimnya Allah. Betapa luas ampunan dari murkaNya.
Kami rindu.
Semoga lekas kembali.
Ramadhanku.
Hujan Bekasi | @maydaummah 08.04.20
Langit biru, pohon warna hijau, dan dua burung. Bercerita dengan memandang dan menikmati sapaan angin.
Ego yang tinggi menghantarkan kita ke arah yang berbeda. Meninggalkan sejuta kenangan beserta rasa luka dan trauma. Kisah yang singkat namun begitu melekat membuat rindu selalu datang tanpa diundang. Menatap langit biru lalu menulis banyak aksara indah, aku sedikit tenang, berharap rindunya tersampaikan.