Lekas ambil master ban...
Alhamdulillah on the way
Not today Justin

titsay

izzy's playlists!
Claire Keane

Love Begins
Lint Roller? I Barely Know Her

Origami Around

@theartofmadeline

if i look back, i am lost
tumblr dot com
The Bright Sessions
sheepfilms

ellievsbear
The Bowery Presents
🩵 avery cochrane 🩵
No title available
NASA

roma★
The Stonewall Inn

Discoholic 🪩
seen from Singapore
seen from United States

seen from France

seen from Malaysia

seen from Australia
seen from Ethiopia

seen from Türkiye

seen from Vietnam

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Singapore
seen from Brazil

seen from United States

seen from Australia

seen from Malaysia
seen from Colombia
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Mexico
@hibbanfathurrahman
Lekas ambil master ban...
Alhamdulillah on the way
Lekas ambil master ban...
Mie kocok paling monumental. Cicalengka - pasarbaru kadang ditempuh sengaja untuk makan disini. Seringnya sih iban kecil yang ngingintil tiap ibu bepergian.
Di dalam raga yang kuat terdapat jiwa yang hehe. Termasuk hehe swafoto. Baru sadar, pergi ke banyak tempat ternyata tak banyak pendokumentasian diri sendiri. Lebih banyak foto berak di tiap bandara. Ada satu dua pun lenyap karena kebiasaan menenggelamkan ponsel di parit.
Setelah seminggu mengisi jiwa dengan ilmu baru. Mari menghadapi minggu kemudian dengan setumpuk pekerjaan. Enterpreneur ge buruh.
Buruh market.
Demi mengembalikan lagi dua digit pendapatan hingga terbit tiga digit.
Amin.
Paling males kalo sudah dinasihatin dapetin istri dari perempuan yang ada aja. Ibarat disuruh melakukan perjalanan, jalan dulu, taunya tujuanya berbeda. Lah buang waktu bukan?
Tiap kali saya menyatakan mencari perempuan yang gak ribet, itu berdasarkan pengalaman dan tipikal saya dan pekerjaan saya yang cenderung kusrak kusruk. Lalu tiap kali saya menyukai perempuan yang menyukai traveling pun bukan semata satu hobi, tapi karakter yang akan dia bawa dalam kehidupan kita.
Akan ketemu? Insya allah ada. Mungkin ada disebrang sana entah dimana, mungkin di satu gerbong yang sama, mungkin ada juga sebenarnya dia berada di dekatku. Dia yang akan mengimbangi ego tinggiku, menjadi air untuk mendinginkan, dan saling memberi keberanian untuk tetap berjalan.
Meruntuhkan kemudian membangun ulang itu butuh keberanian dan kesabaran. Pernah mengalaminya, dan pernah merasakan hasilnya sih harusnya bisa.
Cidera semoga lekas pulih. Gak mau antiklimaks..
Pulang dari Sumatera berakhir tepar. Padahal rencananya langsung persiapan Bali Marathon awal bulan depan. Dalam kondisi seperti ini harus dipahami jika umur gak bisa ditolak.
Saya bukan tipe orang yang mencemaskan suatu pekerjaan, bukan orang yang takut jika suatu saat rejeki dicabut seketika. Pagi ini sebelum subuh, pikiran cukup dipenuhi beberapa pertanyaan tentang pekerjaan di jakarta saat ini yang saya rencanakan akan dilepas untuk dikelola sepenuhnya oleh rekan saya yang sama-sama telah empat tahun mendirikan perusahaan ini. Setelah itu saya akan konsentrasi mengemong dua usaha baru di Bandung yang sifatnya belum menghasilkan.
Kecemasan ini bukan soal revenue yang tak akan lagi saya nikmati, maklum pendapatannya sudah menjadi hidup saya selama empat tahun sejak didirikan. Kalau soal uang toh saya pernah memutuskan hal yang lebih besar ketika keluar dari suatu corporate dulu. Tapi soal positioning.
Sebenarnya posotioning adalah suatu hal yang dapat di maintance dan dikembangkan. Namun keputusan ini akan nampak baru karena setelah itu akan memasukanku pada circle baru dimana saya masih seperti bayi yang masih merangkak berdasarkan naluri, tak tau apapun.
Jadi kumaha atuh..
Berhasil melakukan stoic dalam pekerjaan tanpa sinyal seluler ini.
Kemudian bertemu peradaban, lalu chat masuk tang ting tung.
Satu kerjaan nyuruh ke Bandung, satu lagi harus ke jakarta. Penting. Dan panik. Wkwkkw
####
Hallo tumblr. sudah lama tak menyapa. Bahkan baru ingat bagaimana kata sandi untuk masuk disini. Aku punya banyak cerita disini, tidak bukan di halaman ini. Kamu dengarkan langsung di sebelahku.
Hal yang lupa kutanyakan padanya adalah siapa nama aslinya. Pertama kali dia mengenalkan diri adalah dengan sebutan Aci. Memperkenalkan diri sebagai mahasiswa fisika ITB dengan badan tinggi kurus berkacamata. . Lama gak bertemu dan gak ada kabar, dia mengirim invitasi main ke Jogjakarta yang langsung kuiyakan. Pertama kali yang kusimpulkan dari cerita pembukanya di angkringan dekat tugu adalah dia sedang bertaruh untuk impianya menjadi seorang sineas. Masuk ITB dalam usia lima belas tahun, mendapat musibah ditinggal ayahnya, diam di kampung halaman, kemudian mengejar impianya dengan kuliah perfilman di Jogja, dia pergi dari kampungnya dengan menggunakan motor, walau harus terhenti di jakarta karena motornya mogok. . Saya di persilahkan menginap di kosannya yang penuh coretan berbahasa indonesia dan inggris, tak banyak kubaca kecuali beberapa yang dekat cermin, itupun gak kupahami. Kemudian aku diantar tour ke beberapa tempat ngopi disana dari yang sangat ramai hingga yang cukup sunyi tapi dengan ambien yang nyaman. Sambil berdikusi tentang aktifitas masing-masing dan membicarakan beberapa karya visual kita berdua. . Mungkin tak terlalu banyak cerita yang kudengar darinya selain keseharianya di jogja, tapia ku diberi satu pertanyaan saat setelah menyesaikan apa yang terjadi padaku selama gak bertemu. “Akan takut hingga kapan?” Yang tak kujawab saat itu. . Sayang sekali lupa menanyakan nama aslinya. Karena aku perlu tahu namanya untuk mengetahui film yang akan dihasilkannya pada dua tahun yang akan datang. . . . @30haribercerita #30haribercerita #30hbc19 #30hbc1926 https://www.instagram.com/p/BtFzxPQgRH0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1egj58p9hjcgd
Mendapat tema menulis tentang siapa aku langsung mikir, emang saya siapa ya. Dipikir-pikir tak begitu banyak yang mampu kuceritakan, berbanding terbalik dengan orang-orang yang pernah kuceritakan sebelumnya yang penuh komitmen terhadap apa yang mereka kerjakan. Sedangkan aku, tetap selalu memilih jadi no one yang terus menjaga positioning terhadap orang yang selalu kuceritakan itu. Komitmenku sendiri adalah menjaga agar tetap terus di posisi biasa saja. . Aku lahir kemudian tumbuh dengan dikelilingi orang-orang hebat. Di besarkan keluarga konservatif yang memacuku untuk terus belajar, kemudian diperkenalkan dan tumbuh bersama kawan-kawan hebat yang satu persatu menaklukan cita-citanya, diajari guru yang membekali aku untuk tetap terus berpikir, bekerja bersama petani yang mengajarkan hal non akademik, mendapat rekan bisnis dengan kemampuan marketing yang sudah diakui oleh sebuah perusahaan besar. Menjalani peran ini akhirnya memiliki fungsi penting terhadap orang-orang disekelilingku itu, aku harus tetap biasa saja agar mereka tetap hebat! . Seperti halnya seorang pegawai perusahaan yang menjaga positioning untuk menghidupkan karier mereka, dalam kehidupan nyata aku melakukan hal yang sama, yaitu menjaga posisiku agar straight seperti yang kuinginkan, agar tetap mejadi biasa ditengah orang-orang hebat. Beberapa diantaranya aku menjalani peran sebagai penikmat, sebagian lagi menjadi informan, namun sebagian besar hanya menjadi pembicara hal yang gak cukup penting. Karena kufikir kadang mereka membutuhkan hal-hal gak penting milikku ini. Tak jelas sebagai sebagai idealis, karena aktifitasku dipicu muncul aturan yang realistis. Bukan sebagai pekerja seni juga seperti kawan-kawan yang pandai bersenandung ria di panggung atau di akun sosial, gak cukup untuk dibilang sains juga, buktinya finance ku terkelola dengan buruk. . . . @30haribercerita #30haribercerita #30hbc19 #30hbc1925 #30hbc19aku https://www.instagram.com/p/BtC0FNQg8OZ/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=s3c1abdutitw
Sudah di akhir minggu ke dua liburan. Kukasih tau agar tak menebak, tiap hari aku hanya tidur di kosan kawan, kemudian keluar wisata kopi sambil bertemu kawan yang lainya, pulang, maen game lalu tidur lagi. Indah. Mayoritas perjalanan kali ini diisi dengan menemui orang-orang yang relatif susah ditemui. . Rupanya butuh teman baru yang bisa sedikit memberi akses pada substansti pekerjaan. Butuh menumbuhkan ide diluar zona meja dan laptop. Perlu sedikit menyisir jalanan dan berkamuflase sebagai pribumi setempat walau aku tetap meperkenalkan diri sebagai pelancong dari Bandung. . Hiburan sebenarnya adalah hadiah berupa cerita tiap orang yang kutemui. Bermula dari pertemuan Feby, Willy, dan Arza. Lanjut mendengar cerita jatuh bangun sobat kuliah sebagai sales obat kimia dan kini masih bercita-cita jadi enterpreneur, cerita kehidupan kawan sebagai pekerja penanggulangan hama urban di perhotelan, kisah kawan yang meracik parfum malam hari setelah seharian menjadi bandar beras, kang openg senior kampus si suplier alpukat kuningan, dari ceritanya kupercayai alumni kampusku mayoritas hebat dalam pembinaan masyarakat. Kini aku nemplok di kenalan yang sedang belajar perfilman. Mempersilahkanku tidur dikosannya dan mengantarku ke beberapa coffee shop di sini sambil berdiskusi kecil tentang film yang disukainya dan membahas sinematografi, versi dia dan versi visual milikku. . Pertemuan ini bisa merupakan proses tentang positioning terhadap orang-orang tadi. Kunikmati positioning mereka dalam keseharianya, kemudian kita akan saling memposisikan diri dalam peran kita masing-masing. Tiap kali bertemu, Arza selalu mengatakan bahwa positioningku terhadapnya adalah musuh abadi entah kenapa. Kemudian dia mengunggah caption di dalam akun instagramnya bahwa dia tidak bisa lepas dari pertemanan ini dan biarkan musuhmu tetap dekat. Gotcha, walaupun pada kenyataanya dia yang tetap menjaga posisiku sebagai yang mengidolakanya akar tetap bagus saat suatu hari dia sudah benar-benar maenjadi seorang artis visual. . . . @30haribercerita #30haribercerita #30hbc19 #30hbc1924 #story #coffeeshop #journey https://www.instagram.com/p/BtAOgr_AS08/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=461mmjfdziii
Saat kuliah ada seorang teman batak gondrong idealis anak pecinta alam. Tipikal yang dapat ditemui di kampus kalau saat ujian atau harus mengumpulkan tugas saja. Mudah sekali mencarinya kala malam, tinggal kau pergi ke belakang koramil dan cari dia di pajawan, warung kopi yang juga ada menu makanan murah penolong perut keroncongan para mahasiswa karena dapat diantar ke kosan si pemilik rasa lapar. Melihatnya saat itu mungkin akan berpendapat bahwa dia adalah mahasiswa yang tak memiliki masa depan karena kerjanya hanya nongkrong dan ngopi. Tapi bagiku dia adalah teman yang mengasyikan, pendiam tapi lucu karena lawakan recehnya. . Belakangan kita dipertemukan di januari lalu. Deskripsi yang kuceritakan tadi di awal sudah tak ada lagi. Badan tegap, rambut rapi dan masih irit bicara. Dia menjadi laki-laki pertama di angkatanku yang selesai menempuh studi s2, dia mendapatkanya di UGM. Orang yang tadinya kukenal tertutup kemudian menceritakan kisah hubunganya dengan seorang yang berbeda agama. Jika kata orang LDR terjauh adalah saat ada jarak berupa agama, tapi buat dia adalah yang masih bisa diperjuangkan tanpa harus mengorbankan keyakinan salah satunya. Dia mengejarnya dengan memutuskan menjadi warga malang, tempat tinggal kekasihnya itu. . Waktu berselang kita dipertemukan lagi di suatu warung kopi di Malang. Kembali dibuat kagum karena status masternya tak membuat dia pilih-pilih soal pekerjaan. Gesturnya terlihat bahwa dia yang saat ini adalah seorang pekerja keras yang mampu bangun sebelum para muslim terbangun karena adzan subuh. Kali ini dia membawa kekasihnya dan menceritakan kembali kisah mereka setelah saling berkunjung ke orang tuanya, alhasil tak ada penolakan dari orang tua keduanya yang dia ceritakan sama-sama taat. Tantangan selanjutnya adalah tentang bagaimana cara menikah secara legal. Administrasi yang lebih sulit dari tantangan mendapatkan restu orang tua. . Lanjut⬇️ https://www.instagram.com/p/Bs6-ECKgCpN/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=5bilcigv6kha