Prophet Hud in Quran 11:56
Originally found on: anotherbengali

Andulka
art blog(derogatory)
styofa doing anything

JBB: An Artblog!
TVSTRANGERTHINGS
$LAYYYTER
Xuebing Du

shark vs the universe
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
d e v o n

⁂

pixel skylines

Product Placement

Kiana Khansmith
trying on a metaphor
DEAR READER
🪼

blake kathryn

oozey mess
NASA
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States
seen from Poland

seen from United States

seen from Australia
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Austria
seen from Netherlands
seen from United States

seen from Belgium
seen from Argentina
seen from Germany

seen from Italy
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@hijabku
Prophet Hud in Quran 11:56
Originally found on: anotherbengali
DI ANTARA TANDA-TANDA HATI YANG MATI
“Tarkush sholah” Berani meninggalkan sholat fardhu.
“Adzdzanbu bil farhi” Tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar (QS al A'raf 3).
“Karhul Qur'an” Tidak mau membaca Al-Qur'an.
“Hubbul ma'asyi” Terus menerus ma'siyat.
“Asikhru” Sibuknya hanya mempergunjing dan buruk sangka, serta merasa dirinya selalu lebih suci.
“Ghodbul ulamai” Sangat benci dengan nasehat baik dan ulama.
“Qolbul hajari” Tidak ada rasa takut akan peringatan kematian,kuburan dan akhirat.
“Himmatuhul bathni” Gilanya pada dunia tanpa peduli halal haram yang penting kaya.
“Anaaniyyun” tidak mau tau, “cuek” atau masa bodoh keadaan orang lain,bahkan pada keluarganya sendiri sekalipun menderita.
“Al intiqoom” Pendendam hebat.
“Albukhlu” sangat pelit.
“Ghodhbaanun” cepat marah karena keangkuhan dan dengki.
“Asysyirku” syirik dan percaya sekali kepada dukun & prakteknya.
Semoga ALLAH senantiasa menghiasi hati kita dengan keindahan iman dan kemuliaan akhlak. Aamiin…..
by Ustadz Felix Y. Siauw
GARCINIA CAMBOGIA EXTRACT
Islam, akhlak
Poster
Aaak.. 😓
#jumuah – View on Path.
:(
Yasmin Mogahed
Originally found on: neeku
Membaca Al-Fatihah Bagi Makmum Ketika Berjama'ah \=D/
Hai hai hai semuanya, ijin share yah materi kelas mahad akuh. Maaf kalau butiran debu :)
Setidaknya, ada 3 mazhab yang bisa kita jadikan perbandingan terkait dengan pertanyaan, “wajibkah makmum membaca Al-Fatihah ketika sholat berjama’ah?
1. Menurut Imam Syafi’i Menurut Imam Syafi’i membaca Al-Fatihah wajib hukumnya bagi makmum ketika sholat berjamaah. Dalil yang mendasarinya adalah hadits Rasulullah sebagai berikut:
لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ
"Tidak ada sholat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah (HR Bukhari No. 756 dan Muslim No. 394)
Bagi yang mengikuti mazhab ini, maka ada 3 cara yang dapat dilakukan ketika berjamaah agar makmum dapat membaca Al-Fatihah dengan sempurna:
Pertama, sehabis takbir. imam diam sesaat, saat itulah makmum membaca Al-Fatihah di dalam hati. Lalu, imam kemudian membaca Al-Fatihah dengan keras.
Kedua, imam memberikan jeda waktu di tiap ayat Al-Fatihah yang dibaca untuk memberikan kesempatan kepada makmum untuk membaca Al-Fatihah. Contoh: Bismillaahirrahmaanirrahiim (diam sesaat). Alhamdulillaahirabbil’aalamiin (diam sesaat). Arrrahmaanirrahiim (diam sesaat). Dan seterusnya.
Ketiga, imam membaca Al-Fatihah hingga tuntas, lalu berhenti sesaat dan memberikan kesempatan kepada makmum untuk membaca Al-Fatihah.
Di semua kondisi ini, intinya adalah makmum tidak boleh membaca Al-Fatihah ketika imam juga sedang membaca Al-Fatihah. Makmum harus mendengarkan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآَنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al A’raf: 204)
2. Menurut Imam Hanafi Menurut Imam Hanafi, membaca Al-Fatihah bagi makmum ketika sholat berjamaah tidak wajib. Bahkan, Imam Hanafi berpendapat bahwa membaca Al-Fatihah tidak wajib baik ketika sholat sendiri, menjadi imam, dan menjadi makmum. Hal ini karena dulu Rasul melihat ada sahabat yang bacaan sholatnya tidak bagus, lalu Rasul membacakan ayat Q.S. Al-Muzzammil ayat 20):
فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ
"Bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Qur’an ”
Menurut Imam Hanafi, ini menunjukkan bahwa kita bebas membaca ayat mana saja yang kita bagus membacanya ketika sholat. Tidak harus Al-Fatihah.
3. Menurut Imam Malik Menurut Imam Malik, membaca Al-Fatihah bagi makmum ada dua keadaan:
Pertama, untuk sholat berjama’ah yang bacaannya sir (bacaan imam pelan), maka makmum wajib membaca Al-Fatihah.
Kedua, untuk sholat berjama’ah yang bacaannya jahr (bacaan imam keras), maka kita tidak wajib membaca Al-Fatihah. Apabila imam sudah membaca Al-Fatihah, maka kita tidak perlu membaca Al-Fatihah lagi). Hal ini juga menggunakan dalil Al-A’raf yang di atas.
So guys, kamu-kamu *sok asik gitu gw haha* pakai mazhab yang mana selama ini? Gw baru sadar dan baru tau kalau ternyata gw teh pakenya Mazhab Imam Malik, hehe. :”>
Ps. kalau misalnya prinsip sholat berjamaahnya pakai mazhab Imam Syafi’i, maka kalau misalnya makmumnya masbuk dan ketinggalan Al-Fatihah di rakaat tersebut, maka sholatnya itu belum dihitung satu raka’at. Baru dihitung satu raka’at ketika sudah berdiri dan membaca Al-Fatihah di raka’at selanjutnya.
Sekian dan terimakasih \=D/
BerSEMANGAT!!
REBLOG! :D
Membaca Al-Fatihah Bagi Makmum Ketika Berjama'ah \=D/
Hai hai hai semuanya, ijin share yah materi kelas mahad akuh. Maaf kalau butiran debu :)
Setidaknya, ada 3 mazhab yang bisa kita jadikan perbandingan terkait dengan pertanyaan, “wajibkah makmum membaca Al-Fatihah ketika sholat berjama’ah?
1. Menurut Imam Syafi’i Menurut Imam Syafi’i membaca Al-Fatihah wajib hukumnya bagi makmum ketika sholat berjamaah. Dalil yang mendasarinya adalah hadits Rasulullah sebagai berikut:
لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ
"Tidak ada sholat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah (HR Bukhari No. 756 dan Muslim No. 394)
Bagi yang mengikuti mazhab ini, maka ada 3 cara yang dapat dilakukan ketika berjamaah agar makmum dapat membaca Al-Fatihah dengan sempurna:
Pertama, sehabis takbir. imam diam sesaat, saat itulah makmum membaca Al-Fatihah di dalam hati. Lalu, imam kemudian membaca Al-Fatihah dengan keras.
Kedua, imam memberikan jeda waktu di tiap ayat Al-Fatihah yang dibaca untuk memberikan kesempatan kepada makmum untuk membaca Al-Fatihah. Contoh: Bismillaahirrahmaanirrahiim (diam sesaat). Alhamdulillaahirabbil’aalamiin (diam sesaat). Arrrahmaanirrahiim (diam sesaat). Dan seterusnya.
Ketiga, imam membaca Al-Fatihah hingga tuntas, lalu berhenti sesaat dan memberikan kesempatan kepada makmum untuk membaca Al-Fatihah.
Di semua kondisi ini, intinya adalah makmum tidak boleh membaca Al-Fatihah ketika imam juga sedang membaca Al-Fatihah. Makmum harus mendengarkan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآَنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al A’raf: 204)
2. Menurut Imam Hanafi Menurut Imam Hanafi, membaca Al-Fatihah bagi makmum ketika sholat berjamaah tidak wajib. Bahkan, Imam Hanafi berpendapat bahwa membaca Al-Fatihah tidak wajib baik ketika sholat sendiri, menjadi imam, dan menjadi makmum. Hal ini karena dulu Rasul melihat ada sahabat yang bacaan sholatnya tidak bagus, lalu Rasul membacakan ayat Q.S. Al-Muzzammil ayat 20):
فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ
"Bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Qur’an ”
Menurut Imam Hanafi, ini menunjukkan bahwa kita bebas membaca ayat mana saja yang kita bagus membacanya ketika sholat. Tidak harus Al-Fatihah.
3. Menurut Imam Malik Menurut Imam Malik, membaca Al-Fatihah bagi makmum ada dua keadaan:
Pertama, untuk sholat berjama’ah yang bacaannya sir (bacaan imam pelan), maka makmum wajib membaca Al-Fatihah.
Kedua, untuk sholat berjama’ah yang bacaannya jahr (bacaan imam keras), maka kita tidak wajib membaca Al-Fatihah. Apabila imam sudah membaca Al-Fatihah, maka kita tidak perlu membaca Al-Fatihah lagi). Hal ini juga menggunakan dalil Al-A’raf yang di atas.
So guys, kamu-kamu *sok asik gitu gw haha* pakai mazhab yang mana selama ini? Gw baru sadar dan baru tau kalau ternyata gw teh pakenya Mazhab Imam Malik, hehe. :”>
Ps. kalau misalnya prinsip sholat berjamaahnya pakai mazhab Imam Syafi’i, maka kalau misalnya makmumnya masbuk dan ketinggalan Al-Fatihah di rakaat tersebut, maka sholatnya itu belum dihitung satu raka’at. Baru dihitung satu raka’at ketika sudah berdiri dan membaca Al-Fatihah di raka’at selanjutnya.
Sekian dan terimakasih \=D/
BerSEMANGAT!!
REBLOG! Saya sepertinya Imam Syafi'i nih.. :D
“After asking Allah to guide you to the straight path, don’t just stand there… start walking." -Amal Ahmed Albaz
Saw this snippet of a book on my friend’s facebook note on Nov 9. Did we use “I love you for God’s sake” too loosely?
—- Wahai ukhti… Jika aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu kerana Allah namun tanpa malu mendekatimu, apakah engkau tidak berasa takut terjerat padaku? Jika aku...
Taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.. :)
"Great British Islam"
A history of how British-Muslim community grows..
Please pray for a friend of mine, she’s got a horrible virus infection and she’s in the ICU. It’s extremely serious and we need all the prayers/duas we can get for her speedy recovery, inshAllah.
Prayers can do miracles.
Assalaamu alaikum everyone,
Please pray for my uncle in Germany. He has a brain tumor, and doctors are saying that the next 3 weeks will determine which way his condition will go. Jazakallahu khairun. My family really appreciates it.
Membangunkan Kebaikan
REPUBLIKA.CO.ID,Oleh Asma Nadia
Mengapa banyak mal, toko buku besar, bioskop, hotel, serta perkantoran megah, memiliki mushala tak layak, hanya menampung dua tiga orang, terkadang berada di bawah tangga, sehingga sulit untuk berdiri tegak saat beribadah.
Dan, ini terus berlangsung meski staf dan pengunjung tempat- tempat tersebut mayoritas Muslim. Padahal, ruang yang disediakan bagi para perokok, biasanya cukup mewah dengan lokasi strategis, dekat lobi, meski tidak maksimal digunakan.
Mengapa film-film dan berbagai tontonan yang baik dan mendidik hanya sedikit yang benar-benar menuai sukses? Mengapa iklan-iklan tidak pantas tetap menghiasi televisi di perhelatan akbar olahraga dunia, walaupun banyak mata anak-anak dan remaja yang menonton?
Mengapa buku- buku bagus, sangat inspiratif bagi pembaca, minim penjualannya? Mengapa banyak pengusaha kecil yang fokus mengembangkan produk dalam negeri berkualitas, mengembalikan sebagian keuntungan yang diraihnya untuk masyarakat, usahanya tidak berjalan lancar?
Lima pertanyaan, ada sederet penjelasan, tapi semua jawaban mengerucut pada satu hal: terlalu banyak orang baik yang diam. Jika menginginkan dunia yang semakin dingin, asing, egois, dan kapitalis ini berubah, maka salah satu yang harus dilakukan adalah mendorong orang-orang baik `berbicara’.
Dunia membutuhkan barisan aktif, yang tidak pelit memberi apresiasi dan tidak tinggal diam saat melihat hal-hal yang bisa diubah ke arah lebih baik, sekalipun dia dan keluarga mungkin tak bersentuhan langsung dengan kondisi dan situasi tidak ideal tersebut.
Bayangkan jika pengunjung department store mewah, saat melihat mushala sempit, terpencil, jauh di area parkiran atau basement, menyempatkan diri menyampaikan keluhan ke bagian informasi atau menemui pihak manajemen. Jika dua menit kemudian ada orang lain melakukan hal yang sama, lalu di menit-menit berikutnya keluhan senada tentang mushala terus disampaikan, disertai uploadfoto mushala memprihatinkan tersebut lewat ponsel ke berbagai social media.
Jika setiap hari hal ini dijalankan, insya Allah akan tercipta sebuah perubahan. Kecuali pertokoan mewah tersebut memang tidak berniat membuat mayoritas pengunjung mereka nyaman dan kerasan. Tetap, masyarakat bisa bicara, mengambil langkah- langkah pendekatan ke pemerintah setempat untuk memberi perhatian, lewat demonstrasi yang santun, atau bukan mustahil melalui jalur hukum.
Hal yang sama akan terjadi jika setiap penonton yang menyaksikan film Indonesia berkualitas tak hanya diam, melainkan rajin memberi rekomendasi melalui status Twitter dan Facebook. Mengajak sekitar untuk ikut menonton. Pun giat melakukan protes mulai dari surat pembaca, mention stasiun televisi terkait di social media ketika ada tayangan sinetron dan iklan tak layak.
Ketika pembaca mendapatkan ba nyak sekali pencerahan dari sebuah buku, kemudian aktif mengajak keluarga, sahabat, dan siapa saja yang dikenal atau berada dalam jejaring sosialnya untuk ikut mendapat manfaat.
Insya Allah akan menggerakkan pembaca lain untuk melirik buku si penulis. Penjualan yang meningkat tidak hanya memudahkan proses kreatif penulisnya, sekaligus memotivasi penulis- penulis lain di Tanah Air untuk bergeser dari karya-karya yang kurang punya nilai ke tulisan yang mencerahkan.
Sayangnya, kebanyakan orang baru terusik tatkala kesulitan menyentuh wilayah pribadi, kerabat, teman dekat, atau orang- orang yang kebetulan mempunyai andil dalam hidupnya. Padahal, kebaikan seharusnya tidak digerakkan oleh hal-hal sentimentil atau berdasarkan perhitungan- perhitungan untung rugi.
Terlebih bagi yang memiliki pengaruh, kekuasaan, popularitas, pendeknya sumber daya apa pun yang bisa mempercepat terwujudnya sebuah perubahan. Maksimalkan potensi dalam amanah yang sedang disandang, sebagai investasi untuk begitu banyak jejak kebaikan tak hanya bagi kita, tetapi juga generasi masa depan, kelak.
Pepatah Arab mengatakan: berdiam dari kebenaran yang dirusak, bak setan yang membisu. Sudah saatnya bangun dari kediaman. Lebih baik lagi jika melibatkan anak dan pasangan. Menjadikan berbagai semangat perubahan sebagai agenda keluarga.
Dari Abu Sari al-Khudri RA, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, `Siapa yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.”
Jangan berhenti pada selemah-lemahnya iman, tanpa lebih dulu usaha, minimal bicara. Tetap meluruskan ketidaksempurnaan yang berada dalam jangkauan, betapapun terasa seperti usaha yang sia-sia, karena kita bukan siapa-siapa. Tetapi, jutaan orang-orang biasa insya Allah, dengan kebersamaan dan kesatuan tekad, akan bisa mengubah keadaan.
Reblog lagi.. :)