"Cantikan mana? Dia atau dia?"
Pasti lo sering, atau at least pernah dapet pertanyaan macem di atas kan?
Sepintas, ini pertanyaan simpel. Tapi nyatanya, kalo ditanya gitu, kebanyakan orang pasti jawabnya lama hahaha.
Well, sebelum masuk pembahasan perlu dipahami kalo sebenernya hal ini bersifat universal. I mean, bukan berarti kata ācantikā hanya milik perempuan. Untuk konteks yang lebih luas, kata ācantikā secara substansial bisa dimaknai sama dengan ārupawanā secara general gender atau ābagusā untuk benda mati. Jadi konteks ācantikā disini bisa berati untuk siapa pun dan apa pun ya.
Damn... Sounds so academic, eh? hahaha. Oke, lanjut...
Long short story, gue keingetan sama pertanyaan seorang kawan yang initinya seperti quote di atas. Gue pernah dapet pertanyaan kayak gitu. Dan kadang, orang suka ga percaya sama jawaban gue, yang kalo dijelasin bakal panjang lebar š
. So, di tulisan ini gue mau ngebahas sedikit soal perspektif jawaban gue.
Oke... kalo kita tanya ke orang-orang soal kecantikan, - I mean like, āEh, menurut lo si A cantik gak sih?ā or āSi A sama si B cantikan mana?ā- pasti sebagian orang ada yang bilang iya, ada yang bilang engga, ada juga yg bilang cantik itu relatif (ini biasanya yang malu-malu jawab nih hahaha). Well, sebenernya ga salah sih hehe
Kalo menurut gue, kecantikan adalah suatu hal yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu. Iya. Kenapa gitu? Karena sifatnya yang relatif. Kecantikan bagaikan sebuah koin, kamu hanya bisa melihat salah satu sisinya aja. Jadi untuk melihat kecantikan/keindahan suatu hal, lo harus berdiri di sisi yang tepat, supaya mendapat perspektif yang tepat.
Selain itu, salah satu hal yang membentuk perspektif adalah manusia itu sendiri. Karena pada hakikatnya, setiap manusia adalah unik dan memiliki keunikan masing-masing. Jadi tiap manusia memiliki sudut pandang dan pendapatnya sendiri yang tidak bisa disalahkan atau dibenarkan - I mean itās like an opinion, so subjective -.
Jadi, sudah sepantasnya bahwa kita haruslah bersyukur dengan keadaan kita sekarang. Walaupun gak banyak orang yang menganggap lo cantiki/ganteng/rupawan, tapi sebenernya mereka ga sepenuhnya bener. Mereka hanya melihat dari arah yang berlawanan, arah yang berbeda. Itās just the matter of angle. Karena sejatinya, gue percaya bahwasannya manusia itu diciptakan dalam rupa yang baik, unik, dan punya keunikan masing-masing...
Anjir... panjang juga ya gue nulis wkwkwk