Pulang ke rumah mama selalu menjadi hal yang paling kutunggu
Selalu merasa tak sabar untuk pulang dan bertemu mereka
Walau sejenak, namun energi yang terserap selalu banyak
Namun, pulang ke rumah mama kemarin tetiba mengingatkanku pada "pulang" yang sebenarnya
Dimana dirumah mama, aku mendapatkan hal-hal yang tak bisa kudapat di rantau. Berkumpul dengan orang yang kucintai, merawat kenangan lama, makan makanan enak, tidak dikejar deadline tugas, muhammad yang saat mandi bisa sambil berenang dan berlama-lama, piknik kecil-kecilan di teras, menikmati taman papa yang hijau nan estetik, berkeliling di taman kota dan eskrim boks yang bisa kumakan sendiri
Saat mendapat hal-hal sederhana seperti itu saja, membuat hatiku senang dan bahagia. Seolah kesumpekan dan keruwetan kemarin hilang tidak ada apa-apanya.
Lalu, bagaimana dengan kenikmatan abadi yang kita dapat jika kita "berpulang" pada ridho-Nya kelak?
Bukankah lebih nikmat? lebih membuat lega.. sebab kepayahan, kesusahan, kesedihan dan kesempitan kita di dunia seperti tidak ada apa-apanya dibanding kenikmatan dari-Nya
kita akan difasilitasi surga dan seisinya
yangmana di surga tidak ada lelah ataupun sedih, sebab surga adalah tempat beristirahat. tempat panen kelelahan saat di dunia.
di surga pula, kita bisa sepuasnya berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai selama apapun. kita juga bisa memakan makanan enak sebanyak yang kita mau.
karena surga adalah tempatnya tersedia segala hal yang tidak kita temukan di dunia, tempat "rantauan" kita semua
namun, tujuan kita bukan surga, kan?
tujuan kita adalah ridho Allah Ar-Rahmaan
karena apa arti surga jika tanpa ridho-Nya?
sungguh, itu lebih menyedihkan daripada saat kita pulang ke rumah mama, dan mama menyiapkan semua makanan enak, menjaga muhammad, mengajak bertukar cerita tapi dalam keadaan marah dan tidak ridho.
Lalu, apa artinya pulang dan segala kenikmatannya jika Sang Pemilik tidak menginginkan kita ada?
Yaa Allah ridhoo Yaa Allah ridhoo wal 'afwu amma qod madhoo