Rodhitubillaah... Benarkah?
Judulnya serem, tapi ya memang begitu adanya...
Setiap pagi dan petang baca : Rodhitubillahi Robbal...
Pertanyaannya: Benarkah aku ridho dengan Allah sebagai Rabb-ku?
Benarkah aku bisa menerima semua takdir-Nya untukku, tanpa terkecuali. Mau itu baik atau buruk. Benarkah?
Banyak air mata yang dikeluarkan tahun ini, tahun 2021.
Ternyata, di Lauh Mahfuz sana, sudah tertulis, bahwa tahun 2021 untuk seorang Hasna Hafizhah Salma adalah tahun yang mengajarkan makna Ridho, Ikhlas, Melepas, dan Sabar. bukan hanya sekadar teori, tetapi langsung praktek bos!
Dalam kacamata manusia, tahun 2021 ini buatku ya emang lebih banyak “nangis” dan “sulit”-nya. Dari Januari - Desember selalu ada aja perkara yang bikin nangis... tapi... tahun ini dari kacamata Allah, bisa jadi, ini adalah tahun terbaik buatku. Seperti firman-Nya dalam QS. Al Baqarah ayat 216,
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
astaghfirullaah.. aku kurang bersyukur :” huhu
Alhamdulillaah ‘ala kulli haal. kerasa banget perangnya tahun ini. perang sama diri sendiri. perang mengelola emosi dan nafsu dengan mengatasnamakan cinta dan kasih sayang.
Ada banyak emosi negatif yang bergejolak dari dalam diri, tapi Allah izinkan diriku hadir di majelis ilmu, hingga...emosi negatif tersebut sedikit demi sedikit aku coba perbaiki satu per satu.
Mulai dari kekesalan dengan dosen, kekesalan dengan teman, dan sebagainya. Allah bantu reframing menjadi sebuah hikmah besar dalam hidup.
Allah ngajarin aku sabar, kehilangan sosok nenek yang gak deket-deket banget tapi...ya cukup berasa lah sedihnya pas ditinggal “meninggal”. dan di saat yang bersamaan harus menghadapi deadline penugasan kuliah yang gak bisa ditunda. kebayang gak sih sambil nangis karena ‘kehilangan’, sambil ngerjain tugas.
setelah itu, Qodarullaah mama dan papa sakit. mama sempat kritis. aku udah nangis-nangis aja terus ngebayangin yang ‘nggak-nggak’, gimana kalau mama udah gak ada, gimana kalau mama gak sembuh-sembuh.. di saat yang bersamaan juga deadline tugas masuk tiada henti..
duh pening banget rasanya kepala. tapi.. Allah Maha Baik. Allah Asy-Syafi’, Yang Maha Menyembuhkan, mengizinkan mama dan papaku sembuh kembali dan kondisi kesehatannya jauh membaik sekarang. Alhamdulillaah..
Lalu.. Allah juga ngizinin aku untuk menyelesaikan mata kuliah-mata kuliah di semester 2 dengan baik, meskipun banyak halang rintangnya. bahkan Allah hadiahi berakhirnya semester 2 dengan cukup indah. MasyaAllah tabarakallaah... Alhamdulillaahilladzi bini’matihi tatimusshalihat..
Di tahun ini... Allaah pun mengizinkanku merasa kasih sayang dan kepedulian dari lawan jenis. Yang sebelumnya, sudah lama tak pernah kurasakan lagi. Dengan rasa sayang itu pun, aku merasa diterima dengan utuh atas hal-hal yang kurang dari diriku, yang membuatku minder dan tak percaya diri..
Namun.. Qodarullaah, yang kukira sosok terakhir dan penutup dalam lovestory-ku, longstoryshort ternyata belum terwujud, eh belum atau bukan ya? Ah entahlah, pun kalau bukan, Allah sudah sangat baik banget mengajarkanku untuk bertumbuh matang dan dewasa (semoga benar demikian). Allah ngajarin aku melepas, ikhlas, dan sabar. Allah juga pengen aku menggantungkan harapan hanya pada-Nya, bukan makhluk-makhluk-Nya.
Allah tahu segala yang terbaik. dan pilihan Allah selalu yang terbaik.
kalau dipikir-pikir pake hawa nafsu..., ya bisa aja kan sebenarnya cuek dalam melanggar batasan-batasan agama, toh gak seberapa, toh kecil, toh gak ngapa-ngapain juga, toh cuma sebatas chat, toh udah lama ga pernah ketemu juga, dan toh toh toh yang lainnya.. mungkin kalau pake tes EPPS, need of affiliation dan need of heterosexual-ku cukup tinggi.
tapi Allah gak ngizinin kebutuhanku dipenuhi dengan cara yang tidak Allah ridhai.. Allah Maha Baik. Allah Maha Menjaga dengan sebaik-baiknya Penjagaan. MasyaAllah tabarakallaah.. hatiku meleleh.. huhu tapi tetep aja syukurku banyak kurangnya. astaghfirullaah. astaghfirullaah. astaghfirullaah :”
wkwk jadi ya sampai sekarang aku gatau sih siapa yang akan jadi suamiku, cuma aku pengen bilang aja, nanti mungkin tulisan ini aku tunjukkin ke dia, insyaAllah, pak suami aku udah nunggu bapak dari tahun 2016 tapi bapak gak hadir-hadir yaaa... wkwkwkkw macet dimana sih pak??? wkwkwkkwk canda pak. semoga perjalanan bapak menuju saya dan saya menuju bapak bukan macet di orang lain ya, semoga Allah jaga bapak sbg calonku, ibu/bapaknya bapak sbg calon mertuaku, kakak/adiknya bapak sbg calon kakak/adik iparku dengan sebaik-baik penjagaan-Nya. Aamiin Allahuma Aamiin..
Sekali lagi, pilihan Allah adalah yang terbaik.
Jadi, makna Rodhitubillaahi Robbal seharusnya bukan hanya sekadar kata yang terucap dari lisan, tapi menggetarkan jiwa dan ruh hingga kita terus berjuang untuk menerima apapun ketetapan dan pilihan-Nya. Aamiin. Biidznillah. Laa hawla wa laa quwwata illa billaah..
Alhamdulillaahiladzi bini’matihi tatimusshalihat. Terima kasih juga ya Hasna Hafizhah Salma sudah mau bertumbuh dan berproses dengan segala yang terjadi di 2021 ini :)
Sampai jumpa di 2022, insyaAllah












