kamu adalah aku, atau aku adalah kamu?
katakupadacermin

ellievsbear
One Nice Bug Per Day
noise dept.
Lint Roller? I Barely Know Her
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
RMH

No title available
todays bird
★

PR's Tumblrdome
Color Me Curious

@theartofmadeline
Not today Justin
Cookie Run:Kingdom Official!
I'd rather be in outer space 🛸
official daine visual archive

tannertan36

gracie abrams

Origami Around
Xuebing Du

seen from United States
seen from United States

seen from France
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from United States
seen from Kenya
seen from Bangladesh
seen from Brazil
seen from Pakistan

seen from Indonesia
seen from Argentina
seen from United States

seen from Uruguay
seen from Spain

seen from Malaysia

seen from Bangladesh

seen from United States
seen from Canada
@huzaaa-blog
kamu adalah aku, atau aku adalah kamu?
katakupadacermin
sudah lama tak membaca, rasanya buatku semakin bego. pantas tulisanku dan ilmuku tak pernah bertambah.
Ruang Pertemuan
"Empat puluh hari katanya, jadi segala sesajen dan tahlilan harus kita siapkan untuk bisa mendoakan."
Semenjak perintah itu terngiang,sontak aku selalu melulu membayangkan betapa roh diberi makan. AKupun memikirkan bagaimana mereka bisa menggenggam makanan, karena rasanya mustahil jika ketenangan dialam sana ditukar dengan sebatas makanan. Ya, mereka sibuk memberikan wejangan bagi para ajengan sedangkan rasa kehilanganku masih saja mengendap dipelipis hatiku yang semakin dekat menyayat di area jantungku. Aku,diam tanpa bisa mengecam.
Mataku berputar mengikuti pergerakan kaki dan wejangan yang ada ditangan para tante dan tetangga , aku diam meratapi kesendirian ku yang kian ringkih mengadu kehilangan. 18 tahun mengabdi untuk bersama, belum puas bagiku untuk menebus segala rasa bahagia. terlebih semua terjadi ketika aku baru saja menginjak dewasa , rasanya belum lengkap bekal cerita yang ia janjikan padaku untuk berhasil berjiwa raga. aku , masih tetap diam ,tanpa bisa mencaram dan memandang beberapa makanan yang hendak mereka suguhkan tanpa punya landasan keyakinan.
"kau tak mau ikut berdoa untuk zenat?"
aku menggeleng dengan lemas,aku beranjak kepojokan kamar dengan berharap dia datang tanpa mau meminta imbalan. Semasa hidupnya ia tak suka makan begituan, jadi jikapun ia itu adalah sebuah kenyataan ia pasti tak suka disuguhkan seperti itu. kepalaku mengayun dengan dentum kenangan, satu...dua...tiga,,, tembok yang kusandarkan memperangkap ku pada sebuah kegelapan,tiba-tiba seketika cahaya nya mengubah penglihatan . Dimana aku? mana pojok kamarku? aku tegak berada disebuah tengah yang entah dimana, yang jelas itu gelap dan aku sepertinya sedang terperangkap. Dimana aku? siapa yang membawaku? semilir angin yang biasa menelisik sukmaku kini tiba diantara keheranan yang memompa dan menghujam rasa gamangku. Sekali lagi , sedang dimana aku?
"Aku tau keyakinanmu selalu berlandaskan agama, tapi bukan berarti kau harus berhenti berdoa."
Nafasku terburu-buru mendapatkan ia dalam mata yang sudah sekian lama hilang, aku menyaksikannya dengan sebuah ketenangan yang jauh dari rasa kekhawatiran, ya benar ia begitu tenang sedangkan aku gelagapan. aku mengatur nafasku hendak berbicara dalam gamangku. ia tetap saja tersenyum padaku,tanpa mau menolong sesakku.
"mereka so tau tentangmu zenat! aku jadi malas berada ditengah kegelapan. untungnya kau membawaku kesini dengan sedikit cahay ditanganmu itu.!"
ia tersenyum menatapku.
"ini hasil doamu, indah bukan?tapi sayang..ia sebentar lagi akan padam."
"apa maksudmu? kenapa begitu? lalu berarti aku akan kembali berada diantara kegelapan lagi?"
ia mengangguk , dengan senyum yang agak pias dari sebelumnya.
"ah...aku benci kegelapan,bagaimana aku bisa mempertahankannya?"
"doamu yang akan membesarkan apinya."
"tapi aku tak bisa memberikanmu wejangan begituan!kau harus paham, itu bukan makananmu.!"
"keyakinan itu bisa muncul dari mana saja, cahaya ini bukanlah karena wejangan berupa makanan tapi dari sebuah ketulusan. Kau tau? aku sedih melihatmu terpuruk dengan rasa kehilanganmu. hingga kau lupa waktu untuk selalu mendoakan dan membahagiakanku , dan kau lupa dengan caramu mengingatku, aku selalu ada dalam rindumu"
akupun diam, tanpa bisa mengungkapkan kembali apa yang ia bicarakan, tapi paling tidak ia juga memahami apa yang sedang kurasakan dan mengerti arti sebuah diamku yang membungkam. dengan lembut ia memanggil angin sahabatku yang biasa menemaniku dalam sunyi yang tak mendua, dengan segenap rindu ia berbisik agar kerap mengantarku pada sebuah kenyataan dan dinamika kepercayaan. aku tidak percaya,tapi aku yakin bahwa ketulusan selalu ada dalam setiap makna. tugasku hanya menjaga akidah dan kekuatan ilmu Agama.
Dalam rindu aku berdoa,tanpa harus memikirkan apa yang harus ada dimeja. Ya jika itu pun berupa tradisimu, maklumkan aku untuk menjalankan pula tradisiku. Lillahi Ta'Ala~
HNA
ditulis ketika 40 harinya Alm Nenek - entah kapan
pernah saja iri,tapi sifat itu terlalu menguras energiku. makanya aku belajar luwes, sifat yang melapangkan dadaku
kautahu?
Kau tahu langit? Mereka adalah dunianya para bintang. Kau tahu bumi? Ia adalah dunianya para makhluk hidup. Kau tau buku? Mereka adalah dunianya ilmu. Dan kau tau otakmu? Ia adalah dunia imajinasimu. Imajinasi yang membuat sebuah pena terbesar untuk menggambar dan berjalan dalam sebuah kenikmatan berkhayal.
bacalah~
Yakinlah pada suatu keyakinan, pada suatu perintah Tuhan . "BACALAH!" ... "BACAlah!" ... "bacalah!" ... Tunas pun bisa menjauh bertumbuh dari Asalnya, sama hal dengan pengetahuan . AKAN bertumbuh , bertambah dan pantang patah jika banyak membaca. Bacalah sirine Ambulan, ahhh... menyedihkan , ia mendadak menangis dalam mata yang terpejam. Bacalah ketokan Palu di Pengadilan, Aduhh... Si pisang jadi emas yang amat lah Mahal pada Waktu kurungan, Si Kertas Pembayaran jadi habis dimakan rayap oleh kemudahan hukuman. Bacalah gubuk dalam kolong jembatan, huuu Aku iri dengan kesederhanaan suatu kebahagian. Lalu kemudian bacalah Selang Pemadam Kebakaran, haa Pantang Pulang sebelum Padam. Kecerdasan itulah yang membuatmu mampu menganalisa suatu kesederhanaan yang memewahkan pandangan.
Loh kok hanya ingin mengkritik? Loh kok hanya ingin menyalahkan politik? Menyumpahi sana-sini tentang kegagalan dalam perjuangan. Rakyat, harus bisa merakyatkan pikiran. Lalu pikiran mana yang harus dipikirkan? Pikiran Saja tak pernah diisi Amunisi. Untuk menulis karangan saja masih diawali "Ini Budi." Mana perkenalan bahwa "Ini Hati !"
Kertas bukanlah barang usang, yang Usang itu Keinginan.
huza
Pekik , yang pekik adalah Jiwa yang Meronta. Kini Hilang budaya demi Budaya yang bisa membudayakan. Kini hilang Cinta demi Cinta yang menjadikan Orang bisa Mencinta.
pantas aku merasakan teh pada sore itu sangatlah manis,sebab aku meneguknya dengan melihat wajahmu yang kadar manisnya melebih gula yang larut didalamnya.
masalah apa yang harus diselesaikan jika memahami pun tidak bisa? terkadang orang butuh tenang untuk bercerita bukan malah didesak dan di salahkan karena ia membungkam.
Kamu dan pelangi itu sama. Sama-sama diciptakan hanya untuk dikagumi bukan dimiliki. -Disaster Oasis, Kaliurang. DKI Yogyakarta. Pagi ini, di Ruang Makan.
anjay
Mas, tolong, itu senyumnya dikondisikan. Jangan dibiarkan berceceran, udah terlalu banyak hati yang terpikat.
Kamu, mas. Iya, kamu. (via ummuchaan)
captionyangselalusama
sekian lama hampa,tiba-tiba rasa itu muncul kembali berupa mengagumi lalu jatuh cinta dalam diam,kebanyakan terpesona sampai akhirnya lupa akan sakit yang mematahkan. bangun!!! dia bukan untukmu.
Sesungguhnya ukhuwah itu tidak perlu diperjuangkan. karena ia hanyalah akibat dari iman
Salim A. Fillah (via amayahchisa)
kehilangan ukhuwah
ukhuwah, kini aku goyah denganmu. aku melihat kelemahan bagaimana diriku terpisah nadi persaudaraan dengan teman. aku coba,aku coba menstabilkan. namun... mungkin imanku tak seseru yang orang bilang. ukhuwah... aku menginginkan tangisku mendarat dalam pelukan , selain sujud,aku ingin mendaratkan keluhku kepada erat yang mendalam, namun aku belum bisa. kerana selalu saja,lagi dan lagi aku melihat diriku begitu kecil dan jauh daripada mereka yang menawarakanmu. sampai pada titik diri... aku selalu sendiri...
sebab aku tau,rasa kagum bukan selalu bermakna jatuh cinta. tapi, dari bait puisimu aku merasakan itu.