Maafkan Aku jika terkadang mimpiku terlalu tinggi hingga aku lupa untuk membenahi diriku, Semoga Tuhan selalu membukakan pintu maafNya untuk ku
weird guy

No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Kaledo Art

blake kathryn
todays bird
No title available
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

祝日 / Permanent Vacation

pixel skylines
Alisa U Zemlji Chuda
I'd rather be in outer space 🛸
Jules of Nature
Three Goblin Art

⁂

Kiana Khansmith

No title available

Product Placement

izzy's playlists!

Discoholic 🪩
cherry valley forever

seen from United Kingdom
seen from Indonesia
seen from Morocco
seen from United States

seen from Vietnam

seen from T1
seen from United States

seen from United States

seen from T1

seen from Belarus

seen from United Kingdom
seen from Italy

seen from Singapore
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@iamweirdguy
Maafkan Aku jika terkadang mimpiku terlalu tinggi hingga aku lupa untuk membenahi diriku, Semoga Tuhan selalu membukakan pintu maafNya untuk ku
weird guy
jika kelak aku menjauh, jangan tanya aku kenapa
tanya dirimu sendiri (via eleftheriawords)
Jika kelak aku menghilang, jangan tanya aku kemana
Bukankah kamu memang menanti kepergianku?
(via hujanmimpi)
Bahagia
Bahagia itu ketika kita bisa kumpul rame-rame buat ngetawain hal gak penting.
sosial ?
Seringnya kita terhimpit dalam lingkungan sosial yang menekan kita untuk menjadi yang mereka inginkan, bukan mendukung apa yang kita ingin kan. - Anonim -
Cotman Watercolour
LOST ?
Found a path that make me feel get strange view than i’ve spent
Lirik Mondo Gascaro - Komorebi
Winter sun, oh summer rain Seasons flow as life flows within Peaceful is your sunday morning Sitting in the park, and wath the leaves They shine like a million suns
Once upon tommorow’s dawn You’d walk along that ridge of hopes, Pieces of a new day breaking Every litle sign will follow As you fly into the sun, Life has just begun
There will be days, They’ll break you down many times There will be dreams to lift you up Don’t forget to say you little prayer, It’s been a long day
Springs of flowers, adn autumn sands Trees will grow as life grows within Peaceful is your sunday evening Think of all the words and laughters, Will you shine like a million stars
Pitter patter what’s to matter It’s only life, there’s nothing to fear Listen to the ones tou care of Wishing on youe stars to guide As you fly into the sun Life has just begun
There will be days, They’ll break you down many times There will be dreams to lift you up Don’t forget to say you little prayer, It’s been a long day
RINDU ?
Kalo bisa dibilang rindu, memanglah kita rindu. Rindu akan senyuman, rindu akan hari hari dimana kita tak pernah pusing memikirkan bagamainan esok terjadi, hanya kebahagian saja yang menyertai tapi tidakkah kita tau kita hidup didunia tidak serta merta hanya untuk menjadi bahagia. Bukankah masalah, kesepian, kerinduan juga bagian dari hidup ? Rindu ketika bisa duduk bergurau dengan teman, rindu ketika membaca sebuah buku walau hanya ditemani secangkir espresso dan sebatang rokok. Kerinduan itu pulalah yang membuat rasa syukur itu hadir dalam kesederhanaan kebahagiaan. Mungkin kerinduan itu memang harus menghantui.
We must realize that modern civilization is thoroughly oriented towards dehumanizing humanity in every possible way; that is to say, we are fast turning into robots or statues with no human souls. Our task is to get humanized once more.
- D. T. Suzuki, “Humanized Once More” (via benlaksana)
PENGALAMAN
Pengalaman adalah hidup ? pernahkah kalian berfikir bahwa apa yang ada pada otak kalian adalah pengalaman. Persepsi kita terhadap berbagai hal juga bergantung dari pengalaman. Pengalaman bukan berarti apa yang telah kita lakukan secara langsung. Mungkin dari pengalaman membaca, menonoton, mendengar kita menjadi memiliki pandangan tertentu pada suatu hal yang kadang dapat membuat kita sendiri menjadi buta. Hal baik bisa menjadi buruk. Pengalamanlah juga yang membuat setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda-beda.Terima kasih pengalaman , kau telah membuat hidup ini menjadi indah dengan semua perbedaan yang ada.
23 SEPTEMBER
23 September 2014 mungkin bagi banyak temen temen seangkatan adalah salah satu hari paling bahagia dalam hidupnya. Ya wisuda,buat temen -temen D3 dikampus hari ini adalah hari wisuda mereka, hari dimana masa depan mereka benar benar dimulai. Ada rasa bahagia mengikuti ketika melihat foto mereka memakai toga berdampingan dengan orang tua. Senyum- senyum bahagia ,tawa dan canda seolah membuat hari menjadi benar-benar sempurna. Dan insyallah tahun depan aku bakal ikut juga merasakan apa yang mereka rasakan. tapi entalah rasa sedih dari tanggal 23 SEPTEMBER ini pada 10 tahun yang lalu masih saja ada. masih teringat jelas bagaimana tanah-tanah itu menutupi wajah cantik beliau. Wajah yang akan sampai kapanpun menjadi wajah tercantik yang pernah aku lihat. Senyum terakhir yang gak akan pernah terlupa. Senyum itu pun telah terkubur tanah menjadi pusaran yang hanya bisa terbayang. "Aku tahu tahun depan ketika aku telah memkai toga tak ada dirimu disampingku, tak ada senyum dan wajah cantikmu , tak ada peluk dan ciummu "."Aku pasti bisa merasakan hadirnya rasa bahagiamu walau tanpa hadirmu"."Semoga Engkau melihat perjuangan anak-anakmu ini walau tanpa dirimu"."Tapi aku yakin semua perjuangan ini ada karenamu".
Doa ku akan ada untukmu setiap hari dan setiap saat, selama ada siang dan malam, selama detik berjalan tak ada yang dapat menghentikan doa ini untukmu.
23 September 2004 -23 September 2014
ENTAHLAH
entahlah..
tiba-tiba mata ini terhenti pada salah satu artikel blog punya seorang yg sangat menginspirasi karya karyanya dan ternyata tulisannya pun sekarang membuat mata ini dipaksa terbelalak bahwa hidup kita memang benar terpasung oleh waktu.Oleh hal yg sebenarnya tidak nyata tapi bukan maya karena pada putaran semesta inilah kita bergantung, menjadi tua dan akhirnya menghilang terkubur tanah.
Artikelnya membahas mengenai senja, iya senja yg kita nikmati setiap hari itu memang penuh dengan keindahan ketika kebesaran kekuatan matahari akhirnya kalah, hingga bumipun berubah menjadi gelap. Hidup kita memang bagaikan siklus hari. Pagi siang senja dan berubah menjadi malam . Indahnya senja, redup cahaya membias membentuk warna saru - biru, orange, ungu, abu abu dan berpendar menjadi gelap yg melambangkan perenungan, penyesalan akan terangnya cahaya matahari selama ini. Prihatin terhadap jalannya kehidupan yg terikat oleh putaran semesta yg kita sebut waktu dan tersadar akan hadirnya gelap hingga semua pun terpejam.
Pernahkah terpikir oleh kita, kenapa kita terlahir. Buat apa kita hidup selama ini. Mengapa kita menjadi kita yg sekarang ini. Apakah tujuan hidup ini. Bagaimanakah akhir dari semua ini. Mestikah kita menunggu akhir dari segalanya untuk menemukan esensi dari kehidupan. Tuhan pasti punya tujuan. Dan kepadaNYA lah kita menuju, ketempat yg "entahlah" akupun tidak tahu.
“Our society is run by insane people for insane objectives. I think we're being run by maniacs for maniacal ends and I think I'm liable to be put away as insane for expressing that. That's what's insane about it.”
-John Lennon -
a project with massicot, WIP preview
beautifull draw,very inspire !!
Sore - Pergi tanpa pesan
Jauh perjalanan mencari intan pujaan Oh aduhai dimana puan mengapa pergi tanpa pamitan Lembah kuturuni bukit nan tinggi ku daki Oh aduhai tak kunjung jumpa mengapa hilang tak tentu rimba Laut hempaskan ku padanya Bintang tunjukkan arah Oh angin bisikanlah mana dia Hati cemas bimbang harapan timbul tenggelam Oh aduhai permata hati mungkinkah kelak berjumpa lagi Oh angin bisikanlah mana dia ~
JUJUR ATAU SOMBONG
Diakui atau tidak memang sosial media telah banyak merubah kehidupan sosial masyarakat sekarang,hingga ajang pamer dan kejujuran sendiri menjadi ambigu.apa yang disampaikan memang sebuah kejujuran tapi fakta tersebut dijadikan sebuah ajang pamer itu sendiri entah bagaimanapun kita telah masuk kedalamnya. JUJUR ATAU SOMBONG By Samuel mulia
Adanya sosial media membuat orang bisa jadi soksial. Maksudnya, kehidupan sosial yang tiba-tiba menjadi sok. Kalau dahulu malu-malu kucing mengekspresikan pemikiran atau kekayaan pribadi, maka sekarang malah bertanya: ”Emang malu tu apaan?”
Pamer I
Di suatu pagi saya membaca postingan seseorang seperti ini. Dulu di SMA saya tukang berantem. Menghadap ke guru BP sudah seperti langganan koran. Tetapi mereka juga suka bingung kalau lagi terima rapor saya selalu juara. Jadi dunia harus tahu kalau saya ini pandai banget.
Postingan berikutnya seperti ini. Sedang duduk-duduk di business class lounge…(menyebut nama sebuah maskapai penerbangan internasional superkondang). Demikian pernyataan yang ingin disampaikan kepada dunia bahwa saya ini numpakpesawat di kelas bisnis.
Kadang, ada yang di kelas utama. Mau kepergiannya dibayarkan kantor atau simpanannya, itu tak masalah. Masalah utamanya semua orang harus tahu saya naik pesawat yang mahal.
Kalau melihat salah satu sosial media bernama Instagram, saya makin yakin bahwa pendapat saya di atas soal merasa malu sudah tak zamannya lagi benar adanya. Meminjam istilah sekarang ini, malu itu ke laut aje.
Selain selfie, mereka dengan gamblang dan bangga menunjukkan harta yang dimiliki. Dari tas berharga ratusan juta rupiah, mobil bermiliar rupiah, sampai menyaksikan muka habis disayat pisau dokter bedah kosmetik. Kadang malah membingungkan, ini wanita apa waria.
Selfie itu menurut Oxford Dictionary itu begini. A photograph that one has taken of oneself, typically one taken with a smartphone or webcam and uploaded to a social media website. Dalam kamus itu masih ditambahkan kalimat ini. Occasional selfies are acceptable, but posting a new picture of yourself every day isn’t necessary.
Kalimat terakhir bak sebuah pesan yang entah mulia entah menyindir. Tetapi saya yakin mereka yang masuk kelompok selfie bisa jadi tak peduli dengan nasihat itu. Teknologi begitu majunya, dan gara-gara itu mereka bisa memiliki dunia sendiri, dan mengapa orang lain merasa terganggu dan merasa repot? Kalau tidak suka, itu problem Anda.Unshare saja. Gitu aja kok repot.
Di kesempatan lain, saya membaca sebuah postingan seorang anak kepada ibunya.Mam, aku bosen nih gak bisa belajar, pengen shopping. Pinjem kartu kreditnya ya. Ibunya menyetujuinya. Si anak mengakhiri percakapan itu dengan kalimat penutup,Mom knows the best.
Pamer II
Nah, selain pameran kekayaan, pameran kepandaian intelektual pun tersedia. Banyak yang menjadi pengamat ini dan pengamat itu. Mengomentari politik, budaya, film, dan gaya hidup dengan kalimat yang nyinyir dan supersarkastis.
Kadang terasa ingin terlihat pandai dan ingin diakui pandai. Ada yang tak dimungkiri, memang pandai dan berwawasan sehingga membuat saya sudah jarang sekali membaca koran. Sosial media menjadi koran baru buat saya.
Selain jenis pameran di atas, ada lagi pameran lain yang mempertontonkan fisik yang superseksi. Ya pria, ya wanita. Ya pria flamboyan, ya wanita gagah perkasa. Kalau di negeri ini toko esek-esek dilarang keras, maka di sosial media hal itu tak jadi masalah. Bahkan, sosial media pun sudah mirip toko semacam itu.
Sosial media juga digunakan untuk menceritakan aktivitas keseharian yang kadang tak bernilai apa pun. Tapi alhasil demikianlah adanya. Ada yang mau mandi pagi saja harus di-posting. Mengganti saluran tivi di-posting. Kukunya patah, yaa.. di-posting. Ganti seprai di-posting juga.
Jadi, apakah mereka sombong, jujur, atau belajar menjadi tak peduli atau malah mulai belajar menghargai hak asasi? Buat saya, sosial media memberi pelajaran untuk menjadi jujur sehingga istilah sombong, tak tahu diri, sok tahu, sok pinter bukan lagi sebuah tabiat yang pongah sekarang ini.
Sosial media juga membuka jalan untuk melakukan kebebasan berekspresi dan menghargai hak setiap individu sehingga akan mengurangi mulut bersuara aku gaksuka, foto apaan tuh, omongan gak ada nilainya, dasar goblok gak punya otak.
Malahan yang bersuara demikian lama-lama belajar untuk mengurangi mulutnya bernyanyi dengan nada sarkastis karena lawannya tak memedulikannya sama sekali. Ekspresi diri memberi latihan untuk menjadi berani. Berani bertanggung jawab atas hal-hal yang disampaikan, mau lewat gambar atau tulisan. Mau selfie atau menjadi seksi.
Sosial media memberi banyak kesempatan melihat dunia dan dunia melihat kita. Sosial media membuat bisnis kadang menghampiri tanpa diduga, dan kemampuan terpendam yang selama ini tak memiliki salurannya, sekarang tersalur dan memberi masa depan yang diimpikan.
Sosial media seperti krim anti-aging, yang membuat saya tidak menua sebagai manusia lama yang kaku, tetapi menjadi terbuka melihat bahwa nilai-nilai kehidupan sudah banyak yang bergeser.
Sebuah krim yang menambah kemampuan saya menjadi manusia yang mengerti dan mengurangi hasrat membawa palu ke mana-mana. Krim ampuh yang membuat saya menjadi manusia lama yang baru.