Ka'ab bin Malik berkata, "Aku mendengar Rasulullah bersabda, 'Barang siapa menuntut ilmu dengan niat menandingi ulama, atau supaya bisa pamer di depan orang-orang bodoh, dan atau untuk menarik perhatian banyak orang, maka Allah akan menjebloskannya ke dalam neraka.
Diceritakan, seseorang melayani Musa, kemudian menghilang. Dalam pada itu, ia şampaikan kepada banyak orang, "Musa mengatakan kepadaku begini dan begini," yang dengan itu ia kaya dan banyak harta. Merasa kehilangan dia, Musa mulai mencari keberadaannya. Tetapi, jejaknya tak juga ditemukan. Suatu hari, datanglah seseorang kepada Musa dengan membawa seekor babi di tangannya. Adapun di lehernya terdapat tali hitam. Ia berkata kepada Musa, "Apakah engkau mengenal ini?” Musa menjawab, "Tidak.” Ia berkata, "Ini sahabatmu.” Dada Musa terasa sesak mendengarnya. Beliau berdoa, "Ya Tuhan, aku mohon kepada-Mu, kembalikanlah dia ke asalnya, supaya aku bisa menanyakan apa yang telah terjadi kepadanya. Allah kemudian mewahyukan kepada Musa, "Wahai Musa, sekalipun engkau berdoa sebagaimana doa Adam dan lainnya, Aku tidak akan mengembalikan dia ke asalnya. Akan tetapi, aku akan memberi tahumu apa yang telah ia perbuat. Sesungguhnya dia telah memakan dunia dengan menjual agama."