Alangkah Lucunya Negeri Ini
Kerasa gini gak sih, kebijakan dan respon pemerintah soal beberapa isu akhir-akhir ini terkesan payah banget tapi merekanya kayak 'udah basah, yaudah nyemplung aja sekalian.' Respon lambat, ngasih tanggapan tapi nyeleneh.
Bikin kebijakan yang kontroversial dan jelas mengundang keramaian, padahal udah tau kalau orang pro pemerintah pun gak akan sebodoh itu buat percaya.
Dalam RKUHP, dukun santet bisa dipidana 3 tahun penjara, menghina presiden bisa dipidana 3,5 tahun penjara. Gimana kalau nanti ada orang kesurupan lalu mencaci-maki presiden? Yang bakal dihukum, orang yang kerasukan atau jin yang ngerasukin? Anda ini, dapat mandat dari rakyat bukan buat ngelawak.
Kalo dulu, segala akrobat pencitraannya bisa banget meraih simpati publik. A new hope. Kalau sekarang, pencitraannya malah bikin publik jengah. Ada yg bilang, a new hopeless. Kok jadi gak terukur gini pencitraannya. Sebenernya, mau kerja kerja kerja apa foto foto foto?
Pejabat-pejabat, sikapnya udah kayak kata Dian Sastro di film AADC, 'pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh!'
Koruptor dibela, warga negara dikekang. Hukum yang asasnya keadilan malah jadi mainan. Demen amat sama pasal karet. Itu aturan hukum, Pak, bukan nasi bungkus. Gak perlu dikaretin.
Segerombolan buzzer bebas berceracau, bertasbih buat junjungannya. Kritik untuk penguasa dibalas cerca buzzer-buzzernya. Apesnya, bisa kena pasal ujaran kebencian. Bukannya bikin konpers, malah ngerahin buzzer. Gimana gak makin kacau.
Gak perlu organisasi teroris dan ideologi radikal, cukup orang jahat yang punya uang dan kekuasaan buat ngehancurin NKRI.
Untuk kesekian kalinya, kejahatan akan binasa dan keadilan akan merajalela. Karena rakyat tak akan diam saja dan Tuhan tak akan meninggalkanmu begitu saja.