Another dead end.
styofa doing anything

Discoholic 🪩

No title available
noise dept.

oozey mess

⁂
TVSTRANGERTHINGS
hello vonnie

blake kathryn
art blog(derogatory)
Sweet Seals For You, Always
i don't do bad sauce passes

pixel skylines

No title available

JBB: An Artblog!

shark vs the universe
DEAR READER
I'd rather be in outer space 🛸
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

#extradirty
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Libya

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Estonia
@ihsanrustam
Another dead end.
Maka bagaimanakah, dengan diriku?
“Ketika hati seseorang telah terikat dengan Al-Qur’an, maka jiwanya akan tenang, dan perasaannya menjadi tentram. Dan tidaklah orang dewasa ataupun anak-anak yang membacanya kecuali dengan perasaan khusyu’, dengan keagungan (Al-Qur’an) akan mengendalikan jiwanya. Dan juga menundukan perasaan hatinya.”
Adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq, yang ketika itu ditunjuk oleh Rasulullah ﷺ untuk mengimami shalat jama’ah namun dengan segera ‘Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh Abu Bakar adalah lelaki yang berhati sangat lembut. Jika ia menggantikanmu menjadi imam, orang-orang tidak akan bisa mendengarkan suaranya karena banyak menangis.”
Diketahui, bahwa dari kalangan para sahabat, Abu Bakar radhiyallahu anhu adalah orang yang paling mudah menangis ketika mendengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Jiwanya yang begitu lembut, membuat tetes-tetes air matanya begitu ringan untuk berjatuhan dari kelopak matanya.
Dan sungguh, hati ini begitu merasa iri, merasa terperas dan teriris ketika suatu hari melihat seorang anak yang melantunkan ayat Al-Qur’an kemudian tiba-tiba terhenti. Ia sesenggukan, dan menangis.
Hingga bertanyalah seseorang di sampingku, “Kenapa sih, kok menangis? Memang apa arti ayat yang dibacanya?”
“Dan tidaklah Muhammad kecuali hanya seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah jika ia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” {QS. Ali Imran 144}
Beberapa abad silam, dari balik ayat ini, telah ada tumpahan air mata yang begitu banyak. Berjiwa-jiwa sudah menangisi seorang utusan Allah yang kembali pulang kepada-Nya. Ummatnya merasa kehilangan, merasa tidak percaya bahwa Rasulullah ﷺ telah wafat dan tidak lagi membuka matanya. Dada-dada tergoncang, sampai-sampai ‘Umar ibn al-khaththab berkata, “Siapa yang mengatakan Rasulullah telah meninggal, maka akan aku penggal lehernya!”
Maka berkatalah Abu Bakar, “Barangsiapa yang selama ini menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah wafat. Namun barangsiapa yang selama ini menyembah Allah Ta’ala, maka Ia adalah Dzat Yang Maha Hidup dan tidak akan mati.”
Lalu, terlantunlah ayat yang pernah Baginda ﷺ katakan, sehingga terlantunlah kembali ia dari lisan Abu Bakar Ash-Shiddiq,
“Dan tidaklah Muhammad kecuali hanya seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. Apakah jika ia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” {QS. Ali Imran 144}
Maa syaa Allah.. teruntuk diriku, setinggi apakah benteng itu berdiri kokoh sehingga membatasimu begitu jauh dengan Al-Qur’an? Sekeras apakah hatimu, sehingga mendengarkan saja, mata itu kering lagi dada itu kosong dari pemahaman terhadapnya?
Tidakkah engkau merasa malu, kepada anak-anak yang begitu semangat menuju rak Al-Qur’an daripada novel-novel launching terbaru yang selalu menjadi incaranmu?
Tidakkah engkau merasa malu, kepada anak-anak yang menangis ketika membaca perkataan-Nya? Lihatlah betapa mereka memahami dan menghidupkannya dalam hati. Sehingga, seakan-akan cahayanya terpancar dari kedua bola mata yang basah. Sungguh.. betapa beruntungnya, betapa beruntungnya sebab Al-Qur’an telah memilih mereka sebagai penjaganya..
Maka hati.. melembutlah, melembutlah terhadap hal ini. Bahwa belum bisa berbahasa arab, bukan berarti kamu lantas bernyali ciut dan menyerah untuk berusaha memahami. Perlahan, bukalah terjemahan, dan lebih bagus lagi ketika menghadiri kajian tafsir untuk lebih mendalaminya. Hiruplah aroma kedamaian itu, in syaa Allah.. perlahan, sajauh apapun sudah engkau dengan Al-Qur’an, ia akan menghampiri hati-hati yang rindu, yang tulus dan jujur mencintainya.
“Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Alquran karena hendak cepat-cepat (menguasai)-nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah penjelasannya”. {QS. Al-Qiyamah 16-19}
Mohon maaf untuk beberapa hari mimin tidak posting, semoga pemilik akun kelak tidak menagihnya melebihi batas kesanggupan mimin dihadapan Rabb-nya. Karena ada kendala teknis, jadi mimin Ibn Sabil akan mengisi juga di halaman Tumblr yang sudah sebagaimana ‘rumah’ ini, mau bagaimanapun, rumah tetaplah rumah kan yaa~~ :’)
Nah, kalau kata Ibn Syams, kita bertukar lapak, jadi, mimin Ibn Syams juga mengisi di IG quraners ya.
Untuk pertama kalinya, salam hangat dari mimin!
–Ibn Sabil
"Pura-pura soleh biar dapat yang soleh, akhirnya malah dapat yang pura-pura soleh juga".
Yang baik memang untuk yang baik, yang buruk memang untuk yang buruk.
*Be Like the Bee*
Imam Shams ad-Deen Ibn Qayyim al-Jawziyyah al-Hanbali رحمه الله:
كن فى الدنيا كالنحلة إن أكلت أكلت طيبا وإن أطعمت أطعمت طيبا وإن سقطت على شيء لم تكسره ولم تخدشه
❝ Be in this dunya like a bee, when it eats, it eats what is pure (i.e. nectar); when it feeds, it feeds what is pure (i.e. honey). And when it lands on something, it does not break it nor cause ruin. ❞
[ الفوائد - ص118]
Jadi lebah, jangan jadi lalat
“Intelligence is not measured by how much you know, but by how much you have the capacity to learn.”
— Francesca Zappia
“The truth is I’ve never fooled anyone. I’ve let people fool themselves. They didn’t bother to find out who and what I was. Instead, they would invent a character for me. I wouldn’t argue with them. They were obviously loving somebody I wasn’t. When they found this out, they would blame me for disillusioning them and fooling them.”
— Marilyn Monroe (via quotemadness)
“Jadi, pengetahuan itu sangat penting. Setidaknya—untuk tidak mudah merasa benar.”
“Banyak yang tidak memahami bagaimana caranya memperhatikan. Bukan dengan mata dan telinga, tapi hadirkan hati. Sehingga kita bisa memperHATIkan seseorang atau sesuatu dengan baik.”
—
Eight Ways to Remember Anything by Alex Lickerman M.D.
Reference: Research-based strategies to boost your memory and keep it strong via psychology today
Your words are your face(s)
“Rivers know this: there is no hurry. We shall get there some day.”
— A.A. Milne
I should have been more kind. That is something a person will never regret. You will never say to yourself when you are old, Ah, I wish I was not good to that person. You will never think that.
Khaled Hosseini (via quotemadness)
Not everyone will understand your journey and that’s ok, it’s not for them
Anonymous (via wnq-anonymous)
.. It's not for them..
This blog is Dedicated to anyone suffering from Anxiety! Please Follow Us if You Can Relate: ANXIETYPROBLEMS
Kata-katamu berdampak. Perbuatanmu berdampak. Dan orang bijak adalah yang bisa memandang jauh akibat dari perkataan dan perbuatannya.
— Anis Matta
Noted
Kita pandai berkata-kata, tapi tidak pernah mahir dalam berbuat. Kita bisa menuliskan semua kata bijak, tapi belum tentu kita mampu bijak dalam bertindak.
Kata-kata terbaik yang bisa kita ciptakan adalah perbuatan baik.
©kurniawagunadi