Pemahamanku terbatas. Sebab itu menilai sesuatu tidak bisa hanya melihat sekilas. Butuh ruang untuk bermufakat, sampai akhirnya memegang erat sepakat. Jadi, jangan sesekali menghakimi jikalau bertatap muka saja baru sekali .
d e v o n
occasionally subtle
No title available
almost home
noise dept.

Andulka
One Nice Bug Per Day

Discoholic 🪩
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Game of Thrones Daily
official daine visual archive

No title available

Jar Jar Binks Fan Club
★
cherry valley forever
tumblr dot com

No title available
I'd rather be in outer space 🛸
Claire Keane
Keni
seen from United States

seen from Venezuela

seen from Singapore
seen from United States
seen from Brazil
seen from Bangladesh

seen from United States

seen from Puerto Rico
seen from Venezuela

seen from Brazil

seen from United States
seen from Ecuador

seen from Bangladesh

seen from United States
seen from United States

seen from Colombia
seen from Brazil
seen from Ecuador
seen from Bangladesh
seen from Malaysia
@imiladdyana
Pemahamanku terbatas. Sebab itu menilai sesuatu tidak bisa hanya melihat sekilas. Butuh ruang untuk bermufakat, sampai akhirnya memegang erat sepakat. Jadi, jangan sesekali menghakimi jikalau bertatap muka saja baru sekali .
Cermin (,)
Baiklah aku teruskan, saat janjimu sudah tersiarkan pada keramaian orang-orang. Maaf aku singgah pada kepunahan panjang, hingga beku kataku tak berbentuk sayang. Sekarang apa? waktu menggenang, senyum melayang, kenang, dikenang...
Titik Balik
Ada keadaan dimana semua terasa jenuh dan tidak menyenangkan untuk dilalui. Hanya ingin memeluk orang-orang yang mengenal kita sejak dini. Mereka lebih memahami apa yang kita butuhkan saat ini. Dibandingkan patuh terhadap ego yang menuntut kita bergerak tanpa henti. Ahhh, setidaknya satu hari untuk kepulangan diri...
Titik Balik
Apakah kamu mengira seseorang tidak memegang ujianNya ? Lantas yang tampak di permukaan adalah bahagianya saja ?. Tidak ada kehidupan yang sungguh sempurna, sampai mereka menyelesaikan setiap tantanganNya, dengan usaha dan doa terbaiknya .
Titik Balik
Kepompong selalu diam dalam kesabarannya, setelah berikhtiar lama di tubuh ulatnya. Sabar menjadi kupu-kupu yang indah, meski ia tahu sayapnya hanya mengepak sampai matahari tenggelam .
Cermin (.)
Kisahnya menghidupkan sayyidina Ali dan Fatimah Az Zahra, namun berujung mulia seperti Qais dan Layla. Sebegitu kah memurnikanNya ? dialah pecinta, yang sungguh mencinta kepada cinta sejatiNya . “Saya mencintainya dengan cara mengkhitbahNya. Walau pun di akhir bukanlah takdir saya, tidak sama sekali hidup rasa kecewa. Saya bersyukur, itulah terbaik bagi kami dariNya” tuturnya sembari tersenyum simpul dan menyeka air matanya.
Cermin (?)
Perumpamaan yang jauh dari keagungan Maryam dan Jibril, atau kesucian Ali dan Fatimah. Namun degup bersahaja, memintal doa kepada Sang Maha. Andai Jatuh pun harapan akan cinta, dia tetap mengalun indah di bumi lain atas ridhoNya .
Cermin (?)
Tidak sedang berbicara, lagi menikmati sepertinya. Tidak saling menyapa, sibuk mencari bekal rupanya. Tidak ada lambaian, hm barangkali asyik melanglang. Tidak muncul pesan, agaknya memang serius menerjang. Kita terlahir dengan impian yang sama, tinggal menanti kehendakNya mempertemukan saja .
Titik Balik
Beberapa hal perlu diubah, beberapa lagi tidak. Jika cuaca tiada bisa terang selamanya, lantas mengapa manusia hanya berdiam pada musim yang sama ?. Selalu ada titik balik dalam kehidupan seseorang, bisa jadi hanya Tuhan dan dia yang tahu .
Salam Hangat (1)
‘Assalamu’alaikum, Halo, Hai, apa kabar ? Gimana kabarmu?” . Inilah hal sederhana yang kerapkali terlewatkan. Padahal, cukup sesekali menanyakan demikian, seseorang akan tahu, bahwa dirinya selama ini tidak hidup dalam kebutuhan saudara atau temannya. Keberadaannya tetap diingat, diantara kesibukan yang semakin menyengat. Kehadirannya masih dinanti, walaupun jarak memisahkan berpuluh mili. Jadi, sudah berapa orang yang kau tanya kabarnya hari ini ?