Lagu Country Road sebagai soundtrack film Whisper of The Heart.
almost home
Sade Olutola

Kiana Khansmith
One Nice Bug Per Day
Peter Solarz
DEAR READER
No title available

No title available
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Monterey Bay Aquarium

oozey mess
d e v o n
will byers stan first human second
wallacepolsom

Discoholic 🪩
NASA
Three Goblin Art

titsay
Lint Roller? I Barely Know Her
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
seen from Guyana
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Ukraine
seen from Bangladesh
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
seen from T1
seen from Ireland
seen from Germany

seen from China
seen from Pakistan
seen from United States
seen from Nicaragua
seen from Jamaica
seen from Jamaica

seen from Germany
seen from United States
@imransyahrizal
Lagu Country Road sebagai soundtrack film Whisper of The Heart.
02012017
Tanggal 26 Des 2016 kemarin, saya ke Bandung untuk bertemu kakak kelas saya dari MTsN hingga SMA kemudian berpisah ketika menempuh S1. Beliau memilih pendidikan matematika UNP sementara saya menuju ke Bandung.
Kakak saya ini mengajarkan kepada saya bahwa setiap manusia memiliki titik balik berhubung di waktu SMA prestasi beliau biasa saja. Sebenarnya beliau memiliki kemampuan untuk kuliah di tempat (yang kata orang) mungkin lebih baik tetapi beliau memilih pendidikan Matematika UNP. Alasannya simpel sekali: orang tua beliau belum rela melepasnya ketempat yang lebih jauh. Tapi berkat menuruti restu orang tua akhirnya beliau menunjukkan prestasi luar biasa hingga S2 ITB.
Kami sekos bareng saya tahun 2012 - 2013. Ditahun 2013, ketika beliau lagi persiapan tesis dan saya lagi persiapan skripsi:
H: Ran, wisuda bareng abang aja, Juli 2013
I: Ndak rela wak do bang, masa awak wisuda S1 abang S2
Akhirnya saya wisuda april 2013 dan beliau juli 2013.
Terkadang kami suka perang bajak-bajakan status selama dikos, saling ganggu kalau lagi belajar, ataupun malas kalau minta tolong nitipin makan
Sebelum berpisah kemarin tanggal 2 Januari 2017, beliau membuatkan sticky note dilaptop saya yang berbunyi:
“You will don't know how big the love of your parents are, till you become the parents of your self.”
“Don't let your sins turn into your bad habbits.”
wanita(2) yang saya kagumi pernah bercerita 1) untuk menghilangkan kesombongan dan 2) keinginan untuk diakui oleh pemain social media.
Bismillah
Is it time to let go?
Here are ten signs that show it’s time to let go:
1. Someone expects you to be someone you’re not – Don’t change who you are for anyone else. It’s wiser to lose someone over being who you are, than to keep them by being someone you’re not.
2. A person’s actions don’t match their words – Don’t listen to what people say; watch what they do. Your true friends will slowly reveal themselves over time.
3. You catch yourself forcing someone to love you – We shouldn’t beg someone to stay when they want to leave. That’s what love is all about – freedom. And the end of love is not the end of life. Sometimes it takes awhile to find the right person, but the right person is always worth the wait.
4. An intimate relationship is based strictly on physical attraction – Being beautiful outwardly shouldn’t be what defines you. Tue love see into the depth of your heart, and values the person you are inside. It loves all the things that make you unique. People who are only attracted to you because of your pretty face or nice body won’t stay by your side forever. But the people who can see how beautiful your heart is will never leave you.
5. Someone continuously breaks your trust – Love means giving someone the chance to hurt you, but trusting them not to. When you completely trust a person you’ll automatically get one of two results - a friend for life or a lesson for life. Either way there’s a positive outcome. Either you confirm the fact that this person cares about you, or you get the opportunity to weed them out of your life and make room for those who do.
6. Someone continuously overlooks your worth – When you give yourself to someone who doesn’t respect you, you surrender pieces of your soul that you’ll never get back. Sometimes it’s better to let go of someone and accept the fact that they don’t care for you the way you care for them. Let them leave your life quietly.
7. You are never given a chance to speak your mind – Sometimes an argument saves a relationship, whereas silence breaks it. Life is about being honest and sharing your happiness with others.
8. You are frequently forced to sacrifice your happiness – If you allow people to make more withdrawals than deposits in your life, you will be out of balance. Know when to close the account.
9. You truly dislike your current situation, routine, job, etc. – The best thing you can do in life is follow your heart. Take risks. Don’t just make the safe and easy choices because you’re afraid of what might happen. If you do, nothing will ever happen.
10. You catch yourself obsessing over, and living in, the past – What matters most is not the first, but the final chapter of your life. That unveils the details of how well you wrote your story. So let go of the past, set yourself free, and open your mind to the possibility of new relationships and priceless experiences. Source: http://www.marcandangel.com/2012/04/02/10-signs-its-time-to-let-go/ (Abridged)
Ease your soul here
Ibu dan kue natal
Tulisan ini hanya sekadar pembanding untuk yang masih mempersoalkan toleransi.
Saya lahir dan besar di lingkungan yang heterogen. Tempat saya tinggal adalah kampung pinggiran di kota Medan yang dihuni oleh ratusan penduduk dari berbagai macam etnis, suku, dan agama. Rumah orang tua saya persis di depan mesjid dan sekolah dasar negeri. Konon mesjid dan sekolah itu adalah bangunan yang diwakafkan. Di sebelah kiri mesjid terdapat rumah bersusun yang dihuni keluarga kristen protestan. Mereka membuka toko kelontong dan grosir bahan pokok. Di sebelah kanan mesjid itulah sekolah dasar negeri dengan beberapa rumah penjaga sekolah yang juga beragama kristen protestan.
Di samping kiri dan kanan rumah kami beragama Islam. Namun di selang 3 rumah dari rumah kami tinggal seorang tionghoa yang beragama budha.
Kampung kami terkenal damai. Tidak ada perbedaan apapun KECUALI PADA SAAT PERAYAAN AGAMA. seperti telah disepakati masing-masing oleh para warga jika TOLERANSI ITU MEMANG MEMBIARKAN, BUKAN IKUT MERAYAKAN. Jika idul fitri tiba, semua warga yang non muslim beraktivitas seperti biasa, berjualan, membuka jasa tambal ban, ke gereja, membuka toko. Jika natal tiba, warga yang beragama Islam pun kegiatan seperti biasa. Berjualan makanan, bertani, atau menuggu penumpang yang memakai jasa becak.
Ketika Idul Fitri tiba, jamaah sholat ied membludak sehingga harus memakai jalanan di sekitar mesjid. Karena jarak antar halaman mesjid dan aspal dekat jadi jalanan diblok sementara. Para supir angkot yang mayoritas beragama kristen pun memilih tidak bekerja dulu. Mereka lebih menunggu selesai sholat ied lalu kembali mencari penumpang. Karena jalan di kampung kami itu kecil.
Ibu saya adalah penjual makanan dan kue. Ibu membuka warung makan dan tempahan kue. Mayoritas yang menjadi langganan Ibu justru orang-orang kristen. Namun Ibu memang membedakan piring, sendok dan gelas untuk mereka. Mereka pun dengan senang hati dan tidak ambil pusing dengan kebijakan warung Ibu. Warung ibu menyediakan makanan dan minuman yang enak dan murah. Namun ramah lingkungan karena bebas dari asap nikotin. Sebelum pemerintah dan MUI gencar mengkampanyekan hidup tanpa nikotin, warung Ibu sudah lebih dulu melakukan itu. Siapapun yang ada di warung betah berlama-lama di sana. Semua warga bercampur. Islam, kristen, batak, jawa, padang, tionghoa. Bagi Ibu muamalah itu memang ada batasnya. Batas Ibu adalah MEMBIARKAN MEREKA MEMBELI MAKANAN NAMUN DENGAN SYARAT KEISLAMAN WARUNG IBU HARUS TETAP TERJAGA.
Setiap tahun Ibu juga kebanjiran order tempahan kue. Tidak terkecuali untuk natal dan tahun baru. Kue favorit yang dipesan tetangga Ibu adalah kue salju dan nastar. Ibu dengan senang hati menerima pesanan dan membuatkan mereka kue untuk natal. Bahkan tidak segan menambahkan beberapa ons kuenya. Namun Ibu tidak pernah sekalipun mengucapkan natal, menghadiri natal, atau sekadar menghias kuenya ala natal. Sekali lagi saya diajarkan makna toleransi oleh Ibu. Toleransi yang diajarkan Ibu saya, padahal beliau tidak mengenal kata “toleransi”. Kalau kalian menyebut kata itu padanya, beliau akan tanya pada Bapak apa maknanya.
“Bukan karena mengucapkan kita jadi kafir, ndok. Tapi sebelum kita mengucapkan ke mereka masih banyak saudara2 kita seiman yang belum kita ucapkan selamat ketika idul fitri dengan memaafkan atau yang belum kita hadiahi sekilo daging kambing ketika idul adha”
Kawan, jika kalian membela mati-matian orang-orang yang mengucapkan natal dengan alasan toleransi, dan mencibir mereka yang enggan mengucapkannya. Mohon maaf sekali, kalian kalah cepat dari Ibu saya tentang belajar arti toleransi sesungguhnya.
Islam mengajarkan kedamaian. Tapi maaf, kalian yang berpendidikan lebih tinggi dari Ibu saya sudahkah berbuat seperti Ibu saya? kedamaian yang dimaksud adalah cukup kita hidup berdampingan membaur namun tidak ikut melebur. Saya tidak akan menyebut hadits dan ayat manapun karena itu akan melukai kaum pembela toleransi :p
Ibu saya muslim, dan ia bangga menunjukkan makna muslim sesungguhnya. Tidak merayakan bukan berarti tidak toleran, kan???
:)
tiap tahun diisukan, gak malu sama Ibu-Ibu????
1212
Mengapa cinta itu buta? karena kamu bersedia menerima kekurangannya. Walaupun:
1. Ah, hidungnya pesek
2. Ah, dia ngiler kalau tidur
3. Masakannya ga enak
Bagaimana kalau kamu suka dengan kelebihannya?
Mungkin perasaan kamu baru sebatas suka
Jadi apa kamu cinta atau suka?
Leaving someone behind who doesn’t care about your feelings, your wellbeing or how they treat you, should be the easiest thing in the world. But when you truly love someone it’s not that easy. You just have to find the strength to love yourself more than they ever will - and let go.
@loyalgirlnotes (via onlinecounsellingcollege)
30112016
Mungkin sudah waktunya melupakan tapi jika kesempatan itu datang (lagi) tentu saya tak akan melewatkan
Whatever it is you’re seeking won’t come in the form you’re expecting.
Haruki Murakami (via onlinecounsellingcollege)
27 10 16
Banyak pelajaran jiwa ya selama hibernasi dari dunia kerja
GoodBye Jet Blue Rei
Postingan ini didedikasikan untuk Jet Blue Rei yang telah menemani saya selama empat tahun berjalan-berjalan. Saya membeli jaket Rei ini bersama Fadly di BIP. Harganya lumayan wah untuk saya yang masih mahasiswa waktu itu. Berhubung banyak kenangan yang sudah saya lewati bersama jaket ini maka saya akan mendokumentasikannya disini
1. 2012 (Situ Cisanti)
Anggota : Fadly, Hari Triwibowo
Tujuan : Kemping ditepi danau
2. 2013 (Ciwidey)
Anggota: Mama dan Williams beserta bapak ibunya
Tujuan : Jalan-jalan bersama orang tua setelah wisuda
3. 2013 (Gunung Papandayan)
Anggota: Uzil Pratama, Jimi Dozeno, Randy Ramos
Tujuan : mendaki gunung Papandayan
4.2014 (Gunung Rinjani)
Anggota : Uzil Pratama
Tujuan : Mendaki gunung Rinjani, jalan-jalan di Gili Trawangan
5.2016 (Gunung Kinabalu)
Anggota: Dimas Setyawan
Tujuan: Lari dari pekerjaan demi mendaki gunung Kinabalu agar bisa demob dengan tenang.
Thanks mabro for 4 years :’)
Pendakian Gunung Merbabu (1-2 Okt 2016)
Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe Strato (lihat Gunung Berapi) yang terletak secara geografis pada 7,5° LS dan 110,4° BT. Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur dan selatan,Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang di lereng sebelah utara, Provinsi Jawa Tengah (https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Merbabu
1. Latar Belakang
Gunung Merbabu adalah salah satu gunung yang menjadi target saya untuk didaki. Saya sudah merencanakan naik Gunung Merbabu dua kali yaitu rencana pertama dengan tim Uzil Pratama dan rencana kedua dengan tim Andreas Darma Putra. Akhirnya rencana tinggal wacana, saya tidak bisa mengikuti jadwal kedua tim diatas karena pekerjaan dan kesehatan.
Undangan datang dari Tim Nabila Zafira yang mengajak saya untuk bergabung dengan timnya mendaki Gunung Merbabu. Saya meminta waktu satu hari untuk memutuskan karena saya ingin tau apakah saya ada tes atau tidak kedepannya. Setelah satu hari berpikir, saya memutuskan untuk mengiyakan tawaran untuk mendaki Gunung Merbabu
2. Anggota Tim
Awalnya rencana pendakian ini beranggotakan tujuh orang. Akan tetapi karena halangan-halangan yang tidak terduga, anggota yang naik menjadi :
Yadi MS10
Wahyu GL10
Dila GL10
Naza TL09
Imran EP08
(dilampirkan angkatan berapa biar keren gitu niatnya padahal keliatan kan siapa yang paling tua)
3. Persiapan
Satu Tenda dengan ukuran untuk empat orang
Satu Tenda dengan ukuran untuk dua orang
Bareh Solok
Pudding
Etc
(Sila kontak Dila untuk list material apa saja yang kami bawa untuk mendaki Gunung Merbabu)
4. Perjalanan
Sore hari Bandung, Jumat 30 Sept 2016, hujan rintik-rintik turun tanpa ada tanda-tanda untuk berhenti. Saya mulai menggendong ransel menuju kontrakan Dila sebagai tempat meeting point. Sesampainya disana, Naza, Wahyu, dan Dila sudah standby untuk berangkat. Berhubung Yadi masih bekerja, kami berempat bersiap menuju terminal Cicaheum menggunakan paket promo Ubernya Dila (Naik gunung ini mewah amat first stepnya)
Hari menunjukkan jam 18.00 di terminal Cicaheum. Kami mendirikan Sholat Maghrib dan makan nasi Padang sebagai makan malam. Yadi menyusul kami di terminal Cicaheum dari PT DI menggunakan Gojek. Di terminal kami berkenalan dengan sepasang suami istri dari gol TNI. Setelah bertukar cerita, kami mengetahui bahwa beliau berdua akan menggunakan bas yang sama dengan tujuan yang sama juga yaitu Gunung Merbabu. Bas yang kami gunakan adalah Bas Bandung Express Ekonomi dengan harga tiket Rp 110.000 sahaja. Bas meninggalkan Terminal Cicaheum pada pukul 19.00 (Bas itu maknanya bus, Karena kelamaan di negeri Jiran, lidah saya masih sering menyebut bus dengan Bas. Cieee~~~)
Bas melaju ke Boyolali dengan alunan tembang dangdut Koplo, om Ariel (kalian luar biasa~~~) dan lagu Minang (Pardon me, do we go to Padang kah?). Kami landing cidindin di Boyolali pada pukul 07.00. Disana telah menunggu anak pak Nardi yang akan membantu transportasi dan akomodasi kami selama di Gunung Merbabu. Di Basecamp Pak Nardi, kami sudah disuguhkan dengan pemandangan gunung Merapi dan santapan pagi sebagai asupan energi untuk mendaki Gunung Merbabu. Kami pun diantar anak Pak Nardi ke gate Gunung Merbabu dimana langkah awal kami mulai mengayunkan kaki mendaki Gunung Merbabu.
Pendakian dimulai jam 10.00 pagi. Rute yang kami pilih adalah pendakian via Selo. Kami mulai menapaki jalan kecil dengan pohon-pohon disepanjang perjalanannya. Kami melewati tiga pos yaitu post 1 : Dok Malang, post 2: Tikungan Macan, dan post 3: Batu tulis. Hujan mulai turun ketika kami berada diperjalanan menuju post 3. Saya sudah mengenakan jaket tapi ternyata air yang memiliki daya kapilaritas membuat kaos saya menjadi basah. Maka, Saya ucapkan terima kasih kepada Yolanda Gina Novita (Dedeknya Uzil Pratama) yang telah meminjamkan raincoatnya. Saya lepaskan jaket saya dan menggantungkan ditali tas bagian kanan. Kemudian saya kenakan raincot Pendakian mulai sulit dari post 3 menuju sabana 1. Menurut saya, rute ini adalah rute paling sulit di Gunung Merbabu. Di rute ini juga, jaket saya hilang ( Akhirnya saya harus melepaskan jaket kesayangan saya sejak tahun 2012). Setelah sabana 1, kami sudah dekat dengan pos terakhir yaitu sabana 2. Kami sampai di sabana 2 pukul 16.00. Disitu kami mulai mendirikan tenda, memasak nasi, menggoreng nugget, membuat pudding dan tidur. Sebelum tidur, kami set alarm pada pukul 02.30 karena kami berencana summit attack akan dimulai pukul 03.00.
Alarm berbunyi pukul 02.30. Wahyu sudah mempersiapkan teh hangat dan roti beserta selai susu untuk dimakan sebelum mendaki. Berhubung saya tidak ada jaket, Wahyu berbaik hati untuk meminjamkan flanelnya agar saya ikutan summit attack (Thanks yu, saya tidak tahu apakah saya akan ikut summit attack atau tidak kalau Wahyu tidak meminjamkan flanelnya). Kami membutuhkan waktu 1.5 jam untuk sampai puncak. Hari masih cukup gelap, tapi orang-orang sudah ramai menunggu sunrise. Setelah matahari mulai terbit dengan malu, cahaya yang datang sudah cukup untuk menerangi kami mengambil gambar di puncak.
Kami turun dari puncak pukul 06.30. Di tenda, kami memasak nasi, mie rebus, kentang goreng dan memakan pudding yang kami masak kemarin sore. Kabut mulai turun menyapa kami menandakan kami harus bersiap-siap turun. Kami mulai merapikan tenda, berfoto terakhir kali di Sabana 2 dan bergegas turun. Ternyata benar, hujan datang ketika kami berada di perjalanan menuju pos 3. Jalan yang harus ditempuh menjadi lebih sulit karena licin. Banyak orang tergelincir dirute ini. Kami berjalan dengan berhenti sesekali. Waktu yang kami butuhkan adalah 3 jam dari Sabana 2 hingga gate Gunung Merbabu.
Setelah semuanya berkumpul, kami dijemput Pak Nardi menuju rumah Pak Nardi. Dirumahnya, Pak Nardi sudah menghidangkan makan untuk mengisi perut kami berhubung kami akan balik lagi ke Bandung. Anak Pak Nardi juga menguruskan bas untuk kami balik ke Bandung dan mengantarkan kami ke terminal
5. Komentar
Pak Nardi adalah orang yang baik banget, menjemput dan mengantarkan kami kemana-mana, menyediakan makanan dan juga menawarkan beristirahat di rumahnya kalau kami mau menginap
Jangan lupa membawa jas hujan waktu naik gunung apalagi waktu musim hujan
Sediakan permen sebagai asupan gula sepanjang perjalanan
So what’s next? Tambora?
Ado kawan wak yang tiok wak ka naiak gunuang atau ka jalan2, inyo selalu wak ajak, tapi nan inyo acok ndak bisa,
Sakalinyo inyo ka naiak gunuang, eh nan inyo langsung mananyoan peralatan naiak gunuang wak dek ka nyo pinjam, ndak d basoan gai wak dek sanak ko untuak ikuik naiak gunuang do,
Ado kawan kayak giko? Ado!!! 😅
#pkk #nansabanakawan
wkwkwk. Ampuni hamba, guys.
Siaware 26
Siaware adalah singkatan dari Self Insight Awareness. Siaware merupakan pelatihan yang memberikan saya sudut pandang baru dalam menjalani hidup.
Saya tidak akan menceritakan apa saja materi/metode/pelajaran yang saya ambil selama training. Yang akan saya ceritakan dalam tumblr ini adalah:
1. Kenapa saya ikut mengikuti Siaware?
Hari rabu, 21 Sept 2016 saya ingin sekali pergi ke Bandung. Kerinduan ini muncul karena saya sudah lama tidak mengunjungi tanah legenda (Ya elah, baru juga 6 bulan gak ke Bandung). Dari stasiun Gambir, kereta api bertolak jam 18.30. Sepanjang perjalanan, saya kepikiran dengan ajakan M Sadeli Amli untuk mengikuti acara Siaware (padahal acaranya besok banget, hari kamis 22 Sept 2016 dan dede baru ngasihin info siangnya). Setelah bertanya kepada Dede (sedikit) tiba-tiba saya dikontak oleh seseorang yg sebut saja namanya Kiki (nama sebenarnya). Kiki memfollow up apakah saya mau mengikuti Siaware atau tidak. Ada beberapa keraguan didalam diri saya sehingga saya berpikir lama untuk ikutan Siaware (seperti umur ane yang udah menginjak 20+x = 2x, biayanya yg cukup mahal, dan tujuan ane ke Bandung sebenarnya buat liburan). Tapi ada yang paling kuat dari dalam diri saya untuk mengikuti Siaware yaitu ini adalah kesempatan untuk menambah networking berhubung selama ini saya bekerja di remote sehingga saya jarang untuk bertemu dengan orang-orang baru. Setelah menimbang-nimbang (anakku sayang ~~~) akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti Siaware
2. Saya bertemu dengan siapa saja disana?
Jumlah Siaware 26 ada 56 orang yang memiliki background yang berbeda-beda (please see attachment below) :
- Owner Martabak Monkey
- Mahasiswa Tingkat Akhir
- Dosen
-Start Up kakatuu
(kebanyakan ah, sebenarnya jujur aja sih ane terkejut ternyata ada meyda sefira)
3. Apa value selama training di Siaware bisa diterapkan dalam kehidupan nyata?
Saya akan jawab “semua materi training di Siaware sangat bermanfaat dan bisa diterapkan di dunia nyata”.
Penasaran? Jangan lewatkan kesempatan jika Siaware 27 menghampiri anda. (apalagi kesempatan berkenalan dengan seseorang yang mungkin saja bisa menjadi teman hidup anda)
Sedikit oleh-oleh dari training Siaware:
Terima kasih
Working on an essay or a paper? Looking for feedback, help or editing support but have no idea where to turn for unbiased, constructive criticism and professional advice? Here are some great resources to help get you going!
General
Harvard’s Strategies for Essay Writing
Queen’s University Online Thesis Manager
How To Write A Great Essay About Anything
How to Write Dazzlingly Brilliant Essays: Sharp Advice for Ambitious Students
University of Cambridge - How to Write a Paper
Purdue OWL: Writing a Research Paper
Microsoft Research - How to write a great research paper
Georgetown University - How to Write a Research Paper
University of South California - Organizing Your Social Sciences Research Paper: Guide
Abstract Writing
Berkeley - HOW TO WRITE AN ABSTRACT: Tips and Samples
Purdue OWL - Writing Report Abstracts
University of Toronto - The Abstract
How to write a good abstract for a scientific paper or conference presentation
Introductions and Conclusions
Columbia University - Writing a Good Introduction
University of North Carolina at Chapel Hill - Introductions
Birmingham City University - Writing Introductions
University of Toronto - Introductions and Conclusions
Purdue OWL - Writing a Developed and Detailed Conclusion
Harvard - Ending the Essay: Conclusions
Editing
Paper Rater
Ginger’s Essay Checker
Hemingway Editor
ProWritingAid
editMinion
After the Deadline
Slick Write
Grammarly
GrammarBase
Citation
Citation Machine
BibMe
EasyBib
RefMe: APA
RefMe: MLA
Cite This For Me
University of South California - Citation Guide