Rasanya tidak juga egois, jika aku menginginkan cinta yang : Berdiri di tempat yang benar, bukan di wilayah abu-abu, bukan di atas asumsi, bukan di atas hubungan yang menggantung.

Product Placement

if i look back, i am lost

Jimmy Eat World
Monterey Bay Aquarium
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
official daine visual archive
I'd rather be in outer space 🛸
hello vonnie
No title available

tannertan36
Mike Driver

Origami Around
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
macklin celebrini has autism
No title available
One Nice Bug Per Day
Sade Olutola
Sweet Seals For You, Always
occasionally subtle
seen from United Kingdom
seen from Romania
seen from United States
seen from Switzerland

seen from United States
seen from Bangladesh

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Ecuador
seen from Russia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from New Zealand
seen from Canada

seen from Malaysia
seen from Vietnam
@innezahwa
Rasanya tidak juga egois, jika aku menginginkan cinta yang : Berdiri di tempat yang benar, bukan di wilayah abu-abu, bukan di atas asumsi, bukan di atas hubungan yang menggantung.
Yang salah adalah aku, persepsi dan prasangkaku.
1448 Hijriah.
Sepuluh tahun lalu aku berharap masa lalu menjadi abu dan tak lagi datang mengganggu. Kini aku menyadari, beberapa hal memang tidak pernah benar-benar hilang. Ia berubah menjadi pelajaran, membentuk cara pandang, dan mengajarkan batas-batas yang dulu tidak kupahami.
Tahun ini aku tidak lagi meminta hidup tanpa luka atau tanpa ujian. Aku hanya memohon hati yang cukup lapang untuk menjalaninya dan iman yang tetap teguh untuk melaluinya. Karena sering kali, ujian datang justru melalui hal-hal yang paling kita cintai, paling kita perjuangkan, atau paling kita genggam erat.
Semoga Allah memberiku kemampuan untuk menjaga batas tanpa kehilangan empati, bekerja dengan sungguh-sungguh tanpa kehilangan ketenangan, dan tetap istiqamah ketika hati diuji. Semoga rezeki yang datang membawa keberkahan, ilmu yang kupelajari menjadi manfaat, dan setiap langkah kecil yang kuambil bernilai ibadah di sisi-Nya.
Selamat menyambut 1448 Hijriah!
Aku hanya memastikan bahwa perasaan dan pikiranku tidak menimbulkan perilaku yang dapat kusesali.
Bagaimanapun, aku harus menjadi sosok yang bisa kuhormati saat aku bercermin nanti.
Aku belajar menjadi manusia yang rasional,
menata hidup serapi meja kerja,
menyimpan hati di tempat yang aman,
dan berjalan seolah tidak membutuhkan siapa-siapa.
Tapi hidup memang tidak selalu datang sesuai rencana.
Kadang ada hal-hal yang hadir begitu saja,
pelan, tanpa aba-aba.
Sekarang aku sibuk menenangkan pikiran, dan merapikan kemungkinan-kemungkinan di kepala sendiri.
Lucu juga,
bagaimana seseorang bisa terlihat biasa saja di luar,
padahal diam-diam sedang berdiri di antara nilai dan ketakutannya sendiri.
Atau mungkin,
ada bagian dari diriku yang perlahan hidup kembali,
dan aku belum tahu harus bagaimana menghadapinya.
Doa apa yang bisa membuatmu menangis?
Bukan doa yang paling panjang, bukan pula yang paling indah susunan katanya. Tapi doa yang keluar dari hati yang benar-benar merasa butuh…
Saat seseorang berhenti berpura-pura kuat, dan akhirnya berkata dengan jujur di hadapan Rabb-nya: “Ya Allah… aku lelah. Tolong aku.”
Di situlah air mata jatuh, bukan karena kata-kata, tapi karena hati yang akhirnya pulang, hati yang butuh sandaran dan butuh bantuan.
Mungkin selama ini kita terlalu sibuk meminta hal besar, hingga lupa menangis untuk hal yang paling sederhana: ampunan, kecukupan, ketenangan, dan dekat dengan-Nya. Apalagi jika untuk keluarga.
Lalu, doa seperti apa yang jika kamu ucapkan hari ini… akan membuat hatimu bergetar dan matamu basah?
@jndmmsyhd
Bagaimana Kabarmu?
Tulisan ini, untukmu yang sedang membacanya.
Bagaimana kabarmu? Sudah ada yang bertanya tentang kabarmu hari ini belum? Apakah diri sendiri juga sudah menanyakan ke dirimu sendiri, kabarmu hari ini? Di tengah kekacauan dunia, apakah hari ini ada sesuatu yang membuatmu bahagia? Meski sebelum dan setelahnya, kamu kembali ke kegelisahanmu. Tapi, sebelum tidur, coba ingat lagi hal baik yang kamu dapatkan hari ini dan membuatmu merasa dunia ini jangan dulu berhenti.
Keadaan memang lagi tidak menentu. Ada perang, ada pemerintahan yang kacau, keadaan ekonomi lagi gak baik-baik saja. Tapi, kalau kamu bisa jawab dengan jujur, apa hal dalam hidupnya yang masih baik-baik saja? Semisal; masih bisa makan tiga kali sehari? masih sehat? masih ada hunian untukmu berteduh - beristirahat - dan menyendiri? Katanya, kalau kita masih punya dua hal dasar itu, sebenarnya kita sudah memiliki segalanya? :) Eh itu bukan aku yang bilang, tapi Kanjeng Nabi Muhammad. Begini redaksi lengkapnya :
“Siapa yang pagi hari merasa aman di rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan akan dunia telah dikumpulkan untuknya.”
HR Tirmidzi no. 2346 Kalau ada hal yang membuat bersedih, wajar, namanya juga kehidupan. Pasti ada naik dan turun. Kalau ada rencana-rencana yang tidak terjadi, itu juga sebuah keniscayaan bukan? Menampar diri lagi, biar sadar kalau tidak semua hal bisa kita kendalikan. Kita tahu itu, tapi kadang kita sengaja tidak mau tahu.
Kalau ada kegelisahan yang terus berteriak di kepalamu, ceritakanlah. Kalau nggak ada orang yang bisa diajak bertukar pikiran, tulis saja. Setidaknya, kamu tidak menyimpannya di pikiranmu dan membuatnya penuh oleh sampah-sampah yang tidak perlu kamu simpan selamanya.
Hidup memang lagi kerasa berat banget. Tapi aku mau ingetin kalau hidup ini bener-bener tidak lama, semua yang sedang kita alami ini sangat sebentar. Dan sejak awal, memang dunia bukan tempat istirahat. Kalau kita mencari ketenangan di sini, mungkin akan sulit ketemunya. Karena setiap hari kita akan ketemu ujian, entah kita diuji, atau kita yang menjadi ujian bagi yang lain.
Untuk itu, jadilah orang baik. Jangan memelihara luka dan dendam, jangan suka menyakiti orang lain. Kita mungkin akan mati tanpa dikenal siapapun kecuali keluarga kita. Seolah kita akan terhapus dari dunia ini begitu saja, tapi bukankah itu tidak penting? Karena yang terpenting adalah bagaimana Tuhan menilai perjalanan kita di sini? Dan semoga kita semua berakhir dalam keadaan baik. Itu sudah lebih dari cukup.
Sudah malam, selamat istirahat. Istirahatkanlah pikiranmu, badanmu, dan hatimu. Besok adalah hari baru, mungkin mengulang rutinitas hari ini. Tapi kalau boleh aku bertanya sekali lagi, besok kamu mau sarapan apa? Sarapan yang membuatmu bahagia? KG
Orang bilang selesai sama diri sendiri tuh tidak ada ujungnya. Tapi kayaknya, aku sudah di tahap ini deh. Merasa sudah cukup. Fokus ke diri sendiri. Dunia memang tidak berpusat ke aku, tapi aku punya duniaku sendiri dan itu cukup untuk tidak memberikan ruang ikut campur sama hal-hal yang tidak penting untuk perjalanan dan perkembanganku pribadi 🤍 Mari bertumbuh dan mewangi.
- ca
Jangan berusaha terlalu keras untuk menyenangkan semua orang.
Nggak akan bisa.
Bahkan beduk maghrib di bulan puasa pun, tidak benar-benar bisa membawa kesenangan pada mereka yang siangnya mampir ke warteg.
Ya Allah.. Kembalikan aku pada cahaya-Mu..
Entah ini adalah kesalahanku yang bergerak menuju impian terdalam diriku, hingga mengaitkanku pada sesuatu yang sudah lama tidak perlu terkait dengannya.
Tapi secara objektif, mereka sudah bilang "itu benar", "itu bagus". Hanya aku yang takut dihakimi. Takut dinilai sebaliknya.
Aku tidak membuka peluang buruk datang kepadaku, lain-lain dari tujuanku itu, aku benar-benar tidak menginginkan itu.
Meski yang terjadi, ada bayangan yg selalu mengikutiku. Aku tidak lagi terkait. Aku bebas. Aku berdiri untuk kepentingan-yang syukur untuk orang banyak. Bukan pada sesuatu yg tidak kuperlukan dalam hidupku.
Aku sudah lama selesai dengan diriku.
Mindmap
Ada peta besar dalam pikirku. Sebenarnya tentang bagaimana program ini dapat dijalankan. Bukan hanya mencari gambaran, juga gerakan yang berdampak. Harus ada keluarga yang hidup lebih baik, harus ada keluarga yang hidup lebih bahagia.
Peta besar ini, entah bisa atau tidak aku urai dengan baik. Entah bisa atau tidak kugagas dengan namaku sendiri.
Diriku yang dulu
Aku merindukan diriku yang dulu.
Diriku yang jauh lebih taat, yang jauh lebih malu.
Atas dosa-dosa, kesalahan-kesalahan.
Aku merindukan diriku yang dulu.
Diriku yang menangis dalam sujud dan ruku'ku.
Atas segala rasa sakit, rasa kehilangan.
Aku merindukan diriku yang dulu.
Diriku yang lebih banyak menyayangi, lebih banyak peduli.
Atas derita orang lain, atas segala rasa prihatin.
Aku merindukan diriku yang dulu.
Diriku yang berbuat baik tak kenal batas, yang tidak takut jika tak berbalas.
Atas semua pengabdian yang berujung kekecewaan.
Aku merindukan diriku yang dulu.
Bagian dari diriku yang lebih baik daripada diriku saat ini.
Yak betul sekali, Ampunan Allah mungkin tak terbatas. Tapi sayangnya, umur Kita lah yang terbatas.
@anwarrosyidin
Suatu hari nanti posisi pekerjaan yang kamu tempati ini mungkin akan digantikan oleh orang lain. Maka tinggalkanlah kesan bahwa kamu tak tergantikan.
Commuterline, 6 November 2025
Rajuami
Jangan cari aku lagi. Aku sudah tidak disana.
Aku bukan dia yang kau kenal dulu.
Beberapa catatan lama
Belajar buat menghargai diri sendiri, termasuk berhusnudzon sama takdir yang lagi dijalani. Itu bakal bikin kita lebih tenang.
Nggak usah takut jatuh cinta sama orang baik - ya meski kamu ngga berjodoh sama dia. Paling nggak kamu tahu satu hal, karena kamu masih normal dan lurus pikirannya nggak jatuh cinta sama orang yang RED FLAG.
Nggak apa-apa ambil jarak sama orang yang hidupnya ruwet (entah karena masa lalu, trauma, macem-macem), karena kalau dia nggak bisa handle dirinya, kemungkinan besar keruwetannya akan merembet ke hidupmu.
Teman-teman kita yang baik saat ini mungkin nanti akan sibuk sama keluarganya dan nggak punya waktu bersama kayak sekarang, itu normal. Makin dewasa, membangun silaturahmi itu perlu modal, jangan ragu buat sisihkan uangmu untuk menyambung silaturahmi sama orang baik, entah untuk perjalanan atau pun bingkisan. Nggak akan rugi.
Orang tua kita tu pada dasarnya pengin yang terbaik buat kita, cuma masalahnya versi terbaik kita sama versi terbaik yang mereka tahu itu beda banget. Tugas kita membangun jembatannya.
Kalau kamu lagi jatuh cinta, lingkupi diri kamu sama orang-orang baik yang jalan logikanya. Karena orang yang jatuh cinta suka buta buat melihat hal-hal detail.
Jangan iri sama rezeki orang lain. Kalau kamu punya catatan-catatan kecil yang bermakna, boleh di lanjutin :D