Yang paling sedikit penyesalannya adalah yang paling banyak sabar dan syukurnya. Karena pada akhirnya, keberuntungan hanya akan datang dari keduanya.
— Taufik Aulia
d e v o n

No title available
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
trying on a metaphor
NASA
official daine visual archive
untitled
he wasn't even looking at me and he found me
Mike Driver

Janaina Medeiros
Claire Keane
cherry valley forever

ellievsbear

JVL
TVSTRANGERTHINGS
RMH
ojovivo
Show & Tell

blake kathryn
Noah Kahan

seen from United States
seen from Uzbekistan
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from Czechia
seen from United States
@iradini
Yang paling sedikit penyesalannya adalah yang paling banyak sabar dan syukurnya. Karena pada akhirnya, keberuntungan hanya akan datang dari keduanya.
— Taufik Aulia
kenapa kita takut, mendalami sesuatu pada hal yang akan membawa kita pada keabadian hidup ini?
Mencari Ketenangan (1)
sekali lagi perbincangan ini masih saja tentang bagaimana hati ini menjadi tenang..
padahal kata allah
karena hanya dengan mengingatnya lah hati menjadi tenang QS Ar Raad : 28
sebagai seorang manusia, apalagi yang di dambakan selain ketenangan dalam hidup
sebenarnya apasih arti ketenangan itu
orang yang sehari semalam berlalu lalang di jalan yang ramai itu, sejatinya adalah mencari ketenangan
mengapa ketenangan begitu di dambakan, apakah dengan apa yang kita kejar selama ini masih sulit mendapatkan ketenangan
atau mungkin kita salah jalur dalam mengejar ketenangan itu ?
Apakah kehilangan seseorang yang berharga lebih kau sukai daripada kehilangan Allaah?
Melihat Sisi Biasa dari Hal-Hal ‘Luar Biasa’
Waktu booming AADC 2, ramai para cewek berandai-andai punya kekasih seromantis si Rangga Al-Dingin Walganteng. Dibahaslah beragam kelebihan dan kesempurnaan sang pujaan. Sampai dihitung-hitung dan dicari-carilah berapa dan siapa saja perempuan yang dekat dengannya. Yaa supaya bisa mengukur-ukur berapa besar peluang untuk menjadi pengisi setengah jiwa sang pujaan. Antara optimis dan nekad kadang memang hanya berjarak setipis benang. Hehe. Hehe lagi.
Lain dengan AADC 2, saat bidadara (?) dunia lain bernama Fatih Seferagic Alhafidz berkunjung ke negeri berpenduduk Muslim terbesar di Bumi ini, ada sebagian kaum hawa yang sampai lupa pada esensi hijab yang dikenakannya, demi mengekspresikan kekagumannya pada ia yang penuh pesona. Cubit pipi kiri, colek pipi kanan, tarik-tarikan tangan, selfie sambil pose chantique; semua itu jadi pemandangan yang agak merisaukan bagi sebagian kalangan lain.
Oke, kita belum bicara soal Benedict Cumberbatch, Ben Affleck, Brad Pitt, dan pria-pria nggak ‘biasa’ lainnya.
Belum juga kita bicara soal hal-hal 'luar biasa’ yang wujudnya bukan orang ganteng: orang cantik misalnya, atau, orang usahawan dengan omzet bulanan 1 milyar, orang dengan follower 15 m, orang dengan mobil lima belas ditambah lima yang lagi inden (preorder-Red), orang dengan rumah bergaya Scandinavian yang super cozy dan elegan, orang dengan paspor yang isinya penuh dengan cap-cap keimigrasian, orang dengan cincin yang bertengger di jari manis, orang dengan kemampuan memasak level advance, orang dengan kemampuan menulis status/komentar yang berkelas dan cerdas, orang dengan kemampuan ngedit foto yang beyond imagination, atau orang dengan toga wisuda dan ijazah kampus luar negeri di genggaman.
Duniawi banget yha gaes. ‘Keluarbiasaan’ orang-orang dalam urusan-urusan akhirat juga tak pelak membuat sebagian kita melirik malu pada kalbu. Tetangga sudah bisa berkurban sapi, lalu kambing yang dibeli dari jerih payah menabung tiga tahun jadi terlihat kecil nilainya. Teman karib sudah tiga kali umrah ke tanah suci. Lalu kita merasa celengan ayam berisi recehan yang kita niatkan untuk nabung biaya umroh jadi setingkat dengan protista; sedangkan dia di sana sudah berevolusi sempurna jadi makhluk vertebrata. jauh. tak tergenggam.
Wow, ada banyak sekali hal dan orang yang tampak begitu 'luar biasa.’ Dus, ada banyak sekali alasan untuk kita merasa minder.
ngga salah sih kalau kita ngerasa minder, ketinggalan, atau jiper. yang selalu salah itu kan Mohamed Salah; sekali pun kelak dia berhasil membawa timnas Mesir jadi juara piala dunia, dia akan tetap salah di mata kita.
canda deng. ya memang ngga salah. perasaan-perasaan begitu manusiawi banget. kata mentor kehidupanku, sebut saja Arina, kita ngga perlu menolak perasaan-perasaan negatif. Bahwa kita merasa iri, merasa minder, terima saja sebagai bagian dari kerumitan hidup manusia. kalau kita menolaknya, mereka semua akan kembali dengan bentuk yang lebih buruk. hiii.
meminjam kata-kata Mas Muhammad Firman untuk testimoni buku Mind Traveler karya Febriani Eka Puteri, memang sulit merasakan semua bentuk emosi, bukan hanya emosi baik, tapi juga emosi buruk.
“Hal yang paling sulit dalam hidup ini adalah menjadi manusia. Sepenuhnya. Melihat semuanya, memikirkan semuanya, merasakan semuanya. Menyaksikan tidak hanya yang menarik, namun juga yang mengusik. Memikirkan tidak hanya yang menyenangkan, namun juga yang memusingkan. Merasakan semua bentuk emosi, sehingga perasaan ditarik ke semua sisi. Sedih, gelisah, marah, haru, lega, hampa. Semuanya.” Muhammad Firman
Keep reading
yang mahal
setiap hari mbak yuna bertumbuh besar, datang pertanyaan-pertanyaan baru untuk diri saya (dan mas yunus) dari diri kami sendiri. di antaranya adalah tentang bagaimana dan di mana mbak yuna nanti akan bersekolah. bertanya ke sana ke sini, berdiskusi dengan banyak ibu, saya memahami bahwa pada akhirnya semua sekolah itu baik–hanya saja, setiap sekolah memberikan pendidikan yang berbeda-beda. pendidikan apa yang ingin kita kenalkan kepada anak-anak? begitulah kemudian sekolah dipilih.
merenung tentang pendidikan apa yang paling mahal, saya akan selalu menjawab kesederhanaan yang berakhlak. bagi saya dan mas yunus, kesederhanaan itu penting sekali. seorang anak yang terbiasa hidup sederhana, menurut kami, akan lebih luwes menjalani kehidupannya sendiri di masa yang akan datang. seorang anak yang terbiasa hidup sederhana, menurut kami, akan lebih piawai menghargai orang lain, menghargai rezeki dan karunia. kesederhanaan dekat dengan sifat senang bersyukur. sifat senang bersyukur dekat dengan kebahagiaan.
kami melihat bahwa di dunia ini, kebanyakan orang yang menjadi besar adalah mereka yang dididik dengan kesederhanaan, bahkan keterbatasan.
seorang anak yang tidak pernah dibelikan mainan oleh orang tuanya, misalnya, tumbuh menjadi anak yang mudah gembira karena apa saja, kreatif untuk membuat dirinya sendiri terhibur, mau berkarya, dan lebih menghargai karyanya sendiri.
seorang anak yang mengalami kesulitan-kesulitan yang dialami oleh orang tuanya, misalnya, tumbuh menjadi anak yang suka menolong. seorang anak yang melihat dan mengalami betapa negeri kita butuh bangkit agar berdaya, misalnya, tumbuh menjadi anak yang mau berbuat.
hampir semua orang-orang yang berhasil di dunia ini, mendapat pendidikan dengan pola yang sama: mereka mengalami dan merasakan masalah di masyarakat. namun, sebelum mereka mengalami dan merasakannya, mereka mendapatkan pendidikan yang kuat terlebih dahulu di keluarga. mereka dididik bukan untuk menjadi anak penurut, melainkan menjadi anak yang punya prinsip–dan berempati.
mas yunus dan saya menyimpulkan bahwa pendidikan untuk anak itu sendiri, harus sederhana. tidak harus anak disekolahkan terlalu dini–malah sebaiknya jangan. tidak harus anak dijejali dengan pengetahuan yang belum saatnya diberikan. sebelum menjadi keren, anak perlu diajarkan untuk menjadi baik. tidak harus anak diberikan semua yang terbaik–ajarkan mereka untuk mendapatkan yang terbaik itu dengan usahanya sendiri.
memang, akan perlu usaha dan tenaga. tapi inilah cita-cita kami berdua. semoga anak-anak kami mengenang masa kecilnya sebagai waktu yang menyenangkan karena membuat berbagai mainan bersama orang tua, alih-alih menyenangkan karena bisa menonton banyak sekali video di youtube.
semoga anak-anak kami mengenang masa kecilnya sebagai petualangan yang seru karena diajak melihat dunia yang sebenarnya: pasar, jalanan, museum, bertemu dengan semua jenis manusia, alih-alih petualangan yang seru karena menjelajahi semua mall, hotel, atau taman bermain saja.
semoga anak-anak kami adalah anak-anak yang senang menghargai karya, gemar mencari ilmu dari buku dan alam semesta, melihat bahwa semua pekerjaan bisa menjadi pekerjaan yang mulia, dan memahami bahwa kelas sosial di dunia sama fananya dengan dunia itu sendiri.
semoga, anak-anak kita semua nanti menjadi orang-orang yang senang bersyukur. bukan bersyukur yang merasa lebih beruntung, melainkan bersyukur yang penuh empati. bukan bersyukur, “alhamdulillah aku bisa makan enak saat banyak orang lain tidak.” melainkan bersyukur, “alhamdulillah aku bisa makan enak. bagaimana caranya agar semua orang bisa menikmati makanan yang sama enaknya?”
Ilmu Parenting yang berfaedah sekali, jazakillahu khoyron kak
Jangan terlalu bangga kalau sekarang kamu berhasil hijrah, karena yang sulit adalah istiqamah dan menjaga hidayah.
— Taufik Aulia
You are humble when you always question your humility.
Tariq Ramadan (via islamic-art-and-quotes)
Penerimaan apa adanya
Lantas apakah salah bila diantara mereka saling memotivasi untuk saling memperbaiki
Apakah peningkatan kualitas hidup dapat di nafikan dengan anggapan "Penerimaan apa adanya"
Bukan kah allah meminta kita untuk istiqomah
Yang artinya jalan maju kedepan bukan diam di tempat yang berarti istirahat
Lantas bukan penerimaan apa adanya yang Allah terima dari kita
Tapi ke istiqomahan
Penerimaan apa adanya itu kadang membunuh semangat untuk memotivasi saling memperbaiki diri
Jadi jangan diam di tempat ya
Istirahat saja begitu kalau mau diam di tempat
L : lu bisa ikut main ga hari Minggu?
M : kemana?
L : ke avenue baru di Serpong.
M : yahh ngga bisa. maaf ya..
L : lu ada acara apaan? pengajian ya?
M : *nyengir* nah iya hari Ahad gua ada jadwal..
L : ngaji mulu
M : ayat AlQur'annya banyak soalnya. gua gatau bakal mati kapan sih. mumpung masih ada umur dan mumpung dikasih waktu luang pas Ahad.
lu mau ikutan juga ngga?
L : ngga ah.. takut gua. nanti kalo gua melakukan sesuatu yang gua sudah tau kalau itu dilarang, kan nanti gua dosa.
M : tapi kan kita disuruh cari tau. Telinga, mata sama hati adalah modal yang dikasih Allah buat kita cari kebenaran. masa iya lu mau melakukan hal yang salah terus- menerus.
L : lah kan kalo gua gatau kalo itu salah gapapa.
M : itu namanya lu mendzalimi diri sendiri.
L : ko gitu?
M : Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia (insaan), mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai
L : aih omongan ngeri amat.
M : bukan gue yang ngomong, itu di AlQur'an Surah Al a'raf, surat ke- 7 ayat 179
Jangan pernah lari dari mencari ilmu, hanya karena takut mengetahui apa yang benar dan salah
“Dan jika kamu bersyukur atas nikmat yang Aku berikan, maka niscaya akan Aku tambah nikmat-Ku untukmu. Dan jika kamu kufur atas nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku itu amat pedih”. QS. Ibrahim:7 . . Selalu bersyukur untuk hari hari yang menyenangkan bersama @yukiteaid . Siapa yang mau ditemani hari hari menyenangkan nya bersama Yukitea, ready rasa Taro, Red velvet, Thai Green Tea, Original Thai Tea, Thai Coffee, Peppermint dan Banana . Yukitea merupakan minuman teh dan susu dengan harga ekonomis rasa mewah yang gak kalah sama tetangga sebelah Bisa untuk acara kantor dan momen momen spesialmu . . . Foto diambil oleh @fotoprodukjakarta 📸 silakan follow ig nya, ada promo menarik! . . Kontak kita! ☎ IG/Line @yukiteaid Tlf/Sms/Wa 081284494329 - 081298941706 Tersedia di Go-Jek di Go-Food (cari yukitea, hanya ready yukitea regular) Tersedia di Tokopedia bisa pake gojek kirim nya (cari yukitea) . . #yukitea #yukitangetea #taro #thaitea #banana #thaigreentea #thaicoffee #redvelvet #peppermintmilktea #kulinertangsel #flavourtea #milktea #jajanan #drinks #beverages #instafood #kulinertangsel #anakciputat #lapertangsel #foodphotography #kulinerjakarta #kulinertangsel #kulinercjr #gofood #gojek #tokopedia #foodblogger
Harus mulai bangun misi baru, untuk setiap mimpi mimpi yang berserakan
Mitsaqan Ghalidza - Perjanjian yang Kokoh Penanda dimulainya hak dan kewajiban masing masing pihak Bukan berdasar pada apa apa yang di inginkan tapi pada apa apa yang harus di lakukan Penuntun nya adalah kesucian ayat yang menjadi pegangan Perjanjian ini bukan perjanjian biasa, Al Quran menyebut sebagai Mitsaqan Ghalidza Perjanjian yang kokoh yang hanya ada tiga disebut allaah Menandai keseriusan komitmen yang dibangun Seperti layaknya perjanjian antara para nabi dan rasul dengan Allaah, ataupun saat perjanjian antara allaah dengan bani Israil dengan bukit sinai diatas kepala mereka Se sakral itu perjanjian ini Bukan pada apa apa yang kamu miliki, tapi pada hati mu yang terpaut pada Allaah sang pemilik hati Selamat memulai perjalanan hidup baru ini, jalan ke depan pasti ada ujian, tapi Allaah selalu bersama kita, kan?
Saat kita berkomitmen untuk membersamai Al-Qur'an, saat itu kesungguhan kita akan diuji untuk berusaha menjalankan apa yang disenangi Al-Qur'an, meninggalkan apa-apa yang dibenci Al-Qur'an. Teringat akan perkataan Ibnu Mas'ud r.a, “Barangsiapa mencintai Al-Qur'an, maka sesungguhnya dia pun mencintai Allah dan RasulNya…”
©Quraners (via quraners)
Ke khawatiran ku bukan pada sebab apa apa yang kau miliki atau tidak, tapi pada sejauh apa hati mu terpaut pada yang maha memiliki hati
Takut Mendalami Agama
Beberapa orang takut mendalami ilmu agama, lalu membuat penyangkalan-penyangkalan sebab ia khawatir jika ia mendalaminya ia akan tahu bahwa apa yang dirasanya menyenangkan sekarang sebenarnya tidak selaras dengan apa yang dianjurkan agamanya.
Ia memilih berhenti dan merasa cukup, hingga tanpa ia sadari ia tengah berupaya menjadi Tuhan, sebab ia berupaya membuat agama memahami kebahagiaannya bukan ia yang berupaya memahami agamanya.
***
Takut ah mendalami agama terlalu jauh, nanti diolok-olok teman dibilang fanatik.
Hmm … yang menolongmu kelak di padang mahsyar adalah agamamu bukan anggapan temanmu.
***
Anak-anak kita nanti lebih perlu tahu bagaimana agamanya tumbuh, siapa orang-orang yang memperjuangkan agamanya, seperti apa itu konsep surga dan neraka yang sebenarnya, bagaimana konsep hidup yang berjalan di atas agama.
Lalu apa yang akan kita ceritakan pada mereka kelak jika agama yang kita akui sekarang hanya tempelan semata, yang kita peluk sebab takut pada keluarga, pada orangtua, pada lingkungan sekitar, atau bahkan hanya sebuah kebiasaan yang sudah terlanjur melekat dalam diri.
Nona, jangan malu pada anggapan manusia selama yang kau lakukan memang benar sebagaimana yang dianjurkan-Nya. Teruslah berjalan, teruslah kuatkan hatimu dan teruslah berdo’a supaya senantiasa diberi keteguhan hati atas agama-Nya.
Nona, jangan takut, Allah bersamamu, aku pun.
Allah merahmati seorang hamba yang merenung sejenak sebelum melakukan suatu amalan . Jika niatnya adalah karena Allah maka ia melakukannya . Jika niatnya bukan karena Allah maka ia mengurungkannya . -Hasan al Bashri
H-7 Ramadhan
#nakindonesiaquote Donasi: https://kitabisa.com/nakindonesia