Saat kamu merasakan sakit dan ingin menangis maka menangislah, karena akan lebih sakit lagi rasanya saat kamu merasa sakit dan ingin menangis tapi kamu harus menahan tangismu.
Ismi
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
No title available
Show & Tell
$LAYYYTER
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

titsay

❣ Chile in a Photography ❣

Game Changer & Make Some Noise
Xuebing Du
The Bowery Presents
Monterey Bay Aquarium
untitled

Jar Jar Binks Fan Club
sheepfilms

No title available
EXPECTATIONS

roma★
🩵 avery cochrane 🩵
Interview Vampire Daily
h
seen from Brazil

seen from Italy
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Armenia

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from Germany
seen from United States
seen from Colombia
seen from United States

seen from Russia

seen from Australia
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Mexico
seen from United Kingdom
seen from United States
@ismiinazizah
Saat kamu merasakan sakit dan ingin menangis maka menangislah, karena akan lebih sakit lagi rasanya saat kamu merasa sakit dan ingin menangis tapi kamu harus menahan tangismu.
Ismi
R2R - SSC Finance!! 🔥🔥 . . #sinarmasagrobusinessandfood #sscfinance #recordtoreport
Adinda, banyak orang lebih mudah mengingat kejelekan ketimbang kebaikan yang pernah orang lain lakukan, maka jadilah kebalikannya. Banyak orang lebih suka menggenggam erat rasa kesal dan benci di hatinya meski telah berselang sekian masa daripada mengikhlaskannya, maka jadilah kebalikannya. Jika rasanya sulit, bukankah kita telah berjanji untuk selalu belajar bersama?
©Quraners (via quraners)
Sebelum berpisah, aku ingin semuanya jelas. Sampai tak ada lagi tanda tanya di antara kita berdua. Sehingga jika diperkenankan bertemu lagi nanti, itu semua untuk memulai, bukan untuk saling menyalahi dan pergi lagi.
(via mbeeer)
“Baru kali ini aku merasa ada seseorang yang mendukung hobi membacaku,” katanya.
“Dan baru kali ini ada seseorang yang mendukung hobi menulisku,” balasku.
Tak biasanya aku memperlihatkan tulisanku pada siapapun. Mereka hanya menjadi tumpukan buku bekas dalam blog-ku yang sudah usang. Aku merasa tulisanku tidak menarik, tidak berkesan, dan aku menghindari kritikan.
Aku pernah berhenti menulis, aku pernah menyimpan penaku untuk waktu yang lama, hanya karena satu kalimat kecil yang cukup kuat untuk mematahkan kakiku, kalimat yang membekas di sel-sel otakku, kalimat yang berkata, “Kau nggak akan survive kalau hanya jadi penulis.”
Impianku adalah sebuah “hanya”. Dan aku menerimanya mentah-mentah. Aku buang semua uraian kata dan diksi “tanpa makna”. Yang kata mereka hanya hiperbola semata. Aku kubur impianku dalam-dalam. Karena di mata kehidupan, aku hanya pencundang yang membawa pena.
Hingga aku bertemu dengannya. Dia menyelesaikan buku yang bahkan enggan aku baca. Dia membaca novel yang kupinjamkan lalu kami membahasnya semalaman. Dia menganggap kata-kata adalah cerita, bukan sekedar roman picisan belaka.
Dia menyukai ceritaku. Dia mengkritik tulisanku. Dia memperbaiki bahasaku. Tapi aku suka ketika dia melakukannya.
Karenanya, aku mulai menulis lagi. Karenanya, bahasaku kini berbeda. Dan karenanya, penaku kembali terisi dengan tinta.
Dia mengerti kata-kata yang kurangkai, sebagaimana ia memahami bahwa impian adalah anak sungai: ia bukan tujuan hidup, tapi ia akan membawamu kepadanya.
Dia adalah buku-buku yang aku baca, dan aku adalah cerita yang dia tulis.
Dan ketika ia berkata, “Aku senang jika nanti kau menjadi penulis dan memiliki banyak waktu di rumah untuk merawat anak-anak kita,” … aku tahu, dia memang penaku, tintaku, sekaligus kertasku. Dia adalah tulisanku. Ceritaku. Bahasaku. Puisiku.
Aku tidak peduli pada kata-kata di luar itu. Karena aku memang suka menulis.
(Sfa.)
at Jalan Raya Batujajar – View on Path.
Hingga kemudian aku mulai percaya. Bahwa beberapa percakapan hanya akan menghasilkan tanya yang menggantung. Sebab tak segala cerita bisa diperdengarkan. Dan tak segala rasa bisa diungkapkan
Hujan Mimpi (via hujanmimpi)
Jadi dapin akhirnya mulai belajar jalan setelah 14 Bulan dan belajar nyungsepin diri sendiri 😂😂😂 . Serius, abaikan suara umi-nya dapin ya. Fokus ke dapin aja 😉😉😉 . . . #bayilucu #bayiindonesia #bayicunong
Kebaya Hitam A : pokoknya aku mau bikin kebaya hitam buat wisudaan nanti B : panas banget mi, toganya juga hitam, ga kebayang panasnya apalagi september banyak banget yang wisuda A : ga papa lah, aku mau warna hitam pokoknya -cari kebaya- B : ih lucu ya kebaya hitam (sambil pegang dua pilihan kebaya hitam) A : ya serah aku mah pokoknya kebaya hitam B : iya aku mau pakai kebaya hitam aja lah ya Sampai diambilnya foto ini tiga Bulan yang lalu (re: nganggur udah 3 Bulan), dua duanya pakai kebaya hitam.
W I S U D A - Hari itu hari pembuktian bahwa aku berhasil mewujudkan salah satu tujuan hidup yang aku buat empat tahun lalu. Hari dimana aku dengan semangatnya menyambut peralihan statusku dari mahasiswa menjadi pengangguran. Ah iya hari dimana aku resmi jadi pengangguran. Hari pembuktian bahwa ada saatnya masa masa menjadi mahasiswa akan berakhir dan disambut dunia yang belum pernah terbayangkan olehku sama sekali. Hati hati ya kalian yang belum wisuda. Nikmati masa masa kuliah kalian dengan semaksimal mungkin. Karena usia 18-22 tahun cuma sekali. Kalau ingin main, main lah. Karena kuliah tidak melulu soal belajar. Akan terlalu banyak hal yang terlewat jika kamu hanya melakukan itu itu saja selama kuliah. Karena setelah wisuda semua tidak akan lagi sama. Pergi lah ke suatu tempat yang ingin kamu kunjungi. Belajarlah dari siapapun yang kamu temui. Tapi ingat ya, jangan lupakan skripsi. Haha. Jangan daftar pendadaran mendadak seperti aku. Jangan dapat nilai pas pasan seperti aku. Jangan pokoknya ya. Karena skripsi adalah salah satu jalan pembelajaran untuk kita. Bukan sebagus atau secepat apa kamu mengerjakan skripsi. Tapi sepeduli apa kamu terhadap tujuan hidup yang pastinya kamu punya. Seberapa bisa kamu berusaha mengejar apa yang seharusnya kamu kejar. Karena mau tidak mau skripsi adalah jalan kita menuju lulus dan lulus adalah jalan kita menuju dunia pekerjaan. Jadi kalau untuk tujuan hidup jangka pendek semacam menyelesaikan skripsi saja kamu tak mampu mengejarnya atau bahkan menyerah, bagaimana dengan hidup mu yang masih begitu panjang? Kalau sudah bisa ngalahin skripsi kan bisa kalian siapkan mental untuk menghadapi masa masa setelah WISUDA yang pastinya lebih kejam dari yang sudah kita alami. Hahaha
Kau tahu sehancur apa aku setelah kau pergi? Ah, kau tak mungkin tahu. Toh kau tak pernah punya rasa sebesar rasa yang kupunya. Kan?
(via mbeeer)
bagian tersakit dari usaha melupakan adalah setiap kali kamu ingat secuil saja tentangnya, usaha melupakanmu selama ini akan sia sia sama sekali
unknwn
Maaf, aku lupa kita ‘teman baik’
Maaf karena aku butuh terlalu banyak waktu untuk sadar. Sungguh, aku merasa sejak lama kalau kamu menghindar, oh lebih tepatnya menjaga jarak. Maaf lagi karena aku terlalu naif mengartikan bahwa arti ‘menjaga jarakmu’ kupikir hanya karena kamu terlalu sibuk dengan sesuatu yang belum sempat kamu ceritakan. Sampai akhirnya aku hanya bersikap seperti aku yang biasa -aku rasa-, ya aku menunggu kamu menceritakannya sesuatu itu dan kemudian kita kembali lagi menjadi teman baik.
Tapi ternyata yang aku tunggu tidak kunjung datang. Kamu terus menjaga jarak, dan aku terus berasumsi. Sampai saat aku merasa asumsi asumsi tentang perubahanmu itu mulai kupikir tidak masuk akal. Sampai akhirnya aku pada kesimpulan bahwa kamu memang benar-benar menghindariku. benar tidak?
Aku jadi tahu, kamu egois. Ya, kamu egois kalau kamu belum tahu. Bagaimana tidak, kamu membiarkan aku berfikir sendiri. Apakah dia memang menjaga jarak? Apa aku melakukan kesalahan? atau dia sedang ada masalah? Kamu membiarkan aku memikirkannya sendiri, apalagi namanya kalau bukan egois?
Aku selalu berusaha mencari alasan untuk melihat keadaanmu, tidak salah kan jika teman baik saling mengkhawatirkan? Kita teman baik seperti yang kamu katakan saat itu. Tapi sepertinya kamu sendiri yang lupa dengan perkataanmu.
Aku ingat katamu kita bisa bisa saling bercerita, saling memberi perhatian, pergi bermain bersama, pergi makan bersama. Tapi sekarang bahkan keadaan kita seperti saat aku dan kamu belum saling kenal. Kamu berubah, atau memang ini kamu yang sebenarnya?
Apakah ternyata teman baik yang kamu maksud saat itu bukan seperti apa yang aku pikirkan? Teman baik menurutmu adalah teman yang bisa datang saat butuh saja. Atau ternyata kamu merasakan bahwa kita lebih dari sekedar teman baik sehingga kamu susah bersikap layaknya teman baik?
tenang aku tidak akan memintamu menjawab diantara dua kemungkinan yang aku sebutkan, karena sekarang aku sadar. Tidak seharusnya aku membuat kesimulan-kesimpulan sendiri tentang sikapmu. Maaf karena sempat lupa bahwa kita ‘teman baik’.
perbaikan mood dulu ya sebelum mulai ngezombi lagi 😏😏 – View on Path.
karena foto anteng itu sesungguhnya nahan tangan sama kaki gatel pengin kesana kemari 😄✌💃🐙
Limitless undying love which shines around me like a million suns it calls me on and on across the universe. ☀☀ -John Lennon
Yang ini salah satu kesayangannya aku 😍😍💕 Terimakasih sudah selalu siap siaga untuk aku. Akhirnya aku ngerasain punya ade dan rasanya ternyata ngeselin wkwkw. Semoga ketawa-ketawa ngga jelasnya kita bisa terulang lagi nanti dengan membawa cerita baru kita masing-masing 😄😞😣😢 Btw terimakasih marionya, nanti tiap kuliat marionya pasti inget kalian, mirip soalnya wkwkw ✌