jiwa ini lemah.
bahkan setelah menikahpun aku tidak punya ruang aman untuk diriku, pasanganku tidak menerima segala apapun yg melekat di kehidupan aku. dan lagi, aku kembali memeluk erat diriku sendiri. kalau hal itu² saja yg menjadi alasan untuk bertengkar, lepaskan akupun tidak mengapa. dunia sudah cukup mengajariku arti kuat, bahkan ketika ketidak adilan berpihak kepadaku. aku hanya memohon untuk menjadi manusia kuat bukan untuk diriku lagi, melainkan untuk anakku. selama ini aku kuat berdiri diatas kakiku sendiri, bahkan tidak pernah ditanya apakah aku lelah? aku hanya kasihan kepadanya yg memilih aku untuk menjadi pasangan. ia berhak untuk mencari yg lebih baik daripada aku. setidaknya ilmu agama yg aku peroleh sudah cukup aku terapkan. karena bagaimana aku adalah cerminan dari bagaimana dia memperlakukan aku selama ini.











