Pada awal Desember tahun 2020, tepat di hari kelahiran ku. Saat itu usia ku genap 22 tahun, sembari duduk dipinggir sungai kecil yang berada di belakang sebuah Masjid yang cukup terkenal di kawasan Puncak, Bogor. Aku dan kamu menikmati setiap suasana di sana, suasana yang tidak kita dapatkan di kota. Semilir angin yang menambah tingkat dingin air sungai yang ku sentuh, suara aliran air dan suara orang-orang disekitar yang saling beradu. Aku ingat saat itu kamu bicara pada ku di antara suara aliran air dan suara riuh sekitar dengan nada lembut dan senyum yang tak pernah lepas dari bibirmu "Tahun depan sekitar tiga bulan dari sekarang aku dan keluargaku akan datang menemui keluargamu untuk melamar kamu".
Mendengar ucapanmu, aku menahan perasaan bahagia dan berusaha menyembunyikan senyumku. Aku berusaha tidak mengekspresikan perasaanku dan membatin "stay cool, stay calm bro" hahaha. Tapi cukup sulit untuk menyembunyikannya. Aku membuang muka dan tidak berani melihat wajahnya sebab mata ku berkaca-kaca menahan air mata. Siapa sangka? Di saat aku selalu berpikir bahwa tidak ada laki-laki yang mau menerima keadaan ku dan keluargaku, Namun atas izin-Nya kamu hadir dalam kehidupan ku.
Kamu yang menerima segala kekurangan yang aku punya bahkan hingga keadaan keluarga ku yang sangat rumit. Kamu yang berani dengan tegas bersedia menyempurnakan agama dengan menjadi imamku. Kamu laki-laki yang bahkan tidak pernah berpikir untuk mundur disaat orang lain memilih untuk mundur karena keadaanku dan keluargaku yang rumit ini. Bahkan saat aku harus menjalani pengobatan selama 9 bulan lamanya hingga keadaan fisik ku yang berubah karena pengaruh obat yang ku minum dan saat aku harus menjalani perawatan rutin terapi psikis, kamu tidak pernah meninggalkan aku. Kamu yang selalu sabar menemani seluruh proses pengobatan dan perawatan ku. Kamu yang selalu berusaha menjadi support systemku. Laki-laki yang tidak pernah ku sangka kehadirannya ternyata begitu dekat dengan ku.
Satu bulan kemudian..
Diluar dugaan, atas izin Allaah sebelum tiga bulan dari waktu yang telah direncanakan, lamaran dipercepat tepatnya pada bulan Februari 2021. Kamu hadir bersama keluargamu, memohon izin dan restu kepada keluargaku untuk meminang ku sekaligus perkenalan keluarga dan penentuan tanggal pernikahan. Tiga bulan setelah lamaran ditentukan sebagai waktu pernikahan kami.
Usai idul Fitri tepatnya 10 Syawwal 1442 H/22 Mei 2021, Alhamdulillah kamu telah sah menjadi suamiku, begitupun sebaliknya aku sebagai istrimu. Semoga Allaah selalu meridhoi dan memberikan keberkahan dalam rumah tangga kita, semoga Allah memberikan kita anak-anak yang sholeh dan sholehah. Serta semoga Allaah izinkan kita untuk terus bersama hingga surgaNya.
Aamiin allaahumma aamiin..
Ana uhibbuka fillaah yaa zawjii♡













