Hamparan Udara, Datanglah
memohon seperti kaset rusak
kepada semesta kupanjatkan doa
agar petir jatuh menembus kepala-
ku bersimpuh di reruntuh detak jam
tenggelam menggapai tak mencapai
aku menanti sebentang lantai
untukku berbaring barang sejenak
menawar gravitasi memotong beratku
agar tak perlu lagi tubuhku
menembus dasar lagi, lagi, lagi
hanyutkan aku seperti lentera
berisi harapan dan kerusakan lingkungan
menyala tanpa memikul beban:
tak perlu jadi bantuan seseorang
tak perlu terang sinari jalan
aku ingin hidup seperti angin
seperti sungai mengalir bermuara
seperti ombak bergulung berkejaran
seperti layangan putus di angkasa
tak pernah karam, melayang, lalu hilang















