Sleepcall compile since 2014

Kaledo Art

roma★
art blog(derogatory)
No title available

#extradirty
TVSTRANGERTHINGS

if i look back, i am lost
ojovivo
Jules of Nature
Keni
we're not kids anymore.

No title available
macklin celebrini has autism
Not today Justin

pixel skylines

tannertan36
Lint Roller? I Barely Know Her
Alisa U Zemlji Chuda
Game of Thrones Daily

Kiana Khansmith
seen from United States

seen from United States

seen from Australia

seen from United Kingdom
seen from Iraq

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Spain
seen from United States
seen from United States
@junewithmey
Sleepcall compile since 2014
Boleh sedikit kembali.
Maret 2016
Setalah 3 bulan tidak ada kabar karena dia masuk hutan. Setelah pamitan awal januari. Akhirnya dia selesai latihan di hutan.
Tiba-tiba pagi itu dia hubungi, pas lagi skills lab bedah mulut. Agak kaget ditanya, kuliah, terus ku bilang udah mau kelar karena jadwalku waktu
back to march 2014
31 december 2020
dia benar-benar jujur semua isi hatinya (katanya) setelah kurang lebih 4 tahun pisah dan dia punya pacar baru. lumayan kaget malam itu, dimulai dengan chat ucapan tahun baru karena disana sudah tahun baru duluan, lalu ku memulai percakapan iseng ku "hehehe iya ya tidak terasa sudah lama kenal, awalnya kenal pas cuti tahun baru ya akhir 2013". dia lalu nelpon percakapan "ko sudah lupa semua" ku jawab dengan bercanda "ko yg sudah lupa baru" terus akhirnya dibilang gini selama 4 tahun putus , saya masih belum bisa lupa, saya masih merasa bersalah dan menyesal, saya masih sayang"
dia tiba-tiba memulai pertanyaan-pertanyaan itu ditanyakan, pacarmu siapa, kujawab ga ada, kl ada ku ga akan balas chatmu/ angkat telponmu heheh, kenapa tidak pacaran? ku jawab "udah ga pikirin pacar-pacaran, lalu jadi mau nikah ? ku jawab semua orang mau nikah hehehe, tapi sayangnya saya belum dipertemukan dengan jodoh.
terus dia bikin pernyataan sendiri "jadi setelah putus dari saya, ko ga pacaran dengan sapapun" ku jawab pernah pacaran sebentar cuma 3 bulan tapi diputusin karena salah paham terus ku ketawa-ketawa iseng. dia malah bilang "ih serius ni nanya, siapa mantan mu yg itu?" karena ga mau ku jawab jujur masih aja ku bercandaan "ko ga kenal kok" tapi dia tetap ngotot mau tau. diakhiri dia kesal dan matin telpon.
tapi setengah jam kemudia ditelpon lagi, hehehehe
dia tetep ngomong "jadi siapa? siapa orangnya? dilanjutkan dengan kalimat "saya tidak suka ko ada pacar"
ku jawab yampun orang ini ni yg doin w ga punya pacar kayaknya hehehehe masih mengalihkan pembicaran.
terus dilanjutkan, dia ngomong saya masih merasa bersalah, kita putus karena saya, saya cemburu sekali waktu itu ko foto sama dia, sa ganas, sa terlalu sayang ko"
jawabku, sudahlah, tidak usah lagi merasa bersalah semua sudah lewat, ko sudah punya kehidupan baru dgn pacarmu, harusnya tidak boleh lagi sayang saya, harusnya ko sudah lupa"
tapi pertanyaannya di ulang lagi sama persis "tidak bisa lupa dan saya tetap sayang ko, saya cuma mau kasih tau isi hatiku selama 4 tahun ini, sa bingung mau cerita ke siapa, selama 4 tahun ini tidak bisa lupa" (dichat beberapa hari sebelumnya dia bilang kadang kangen makanya bisa tiba2 telpon karena ga perna lupa cewe bego ini)
ku balas lagi ngomong tapi kan ko sudah bahagia sama pacarmu
tapi dia bilang gini "tidak kok"
terus ku bilang udahlah "ko udah punya pacar itu jodohmu"
dia bilang "bagaimana kalau harusnya ko tapi bukan ko"
terus ku diam dan mikir sejenak dan mengalihkan karena ini orang ngomongnya kayak orang mabok, "udah orang mabok ko terlalu mabok"
terus dia bilang sa bingung sa sayang ko sekali.
ku hampir nangis tapi ku tahan "jadi ko maunya apa?" ko sudah punya pacar dan ko ga akan bisa putus sama pacarmu sa tau itu
dia bilang tapi saya bingung sama perasaanku tapi ga bisa lupa ko,
tapi kita pacaran cuma sebentar harusnya sudah lupa kataku
dia bilang sebentar apanya, 2 tahun,
ku cuma bilang "jadi yang terakhir ko datang-datang itu ko anggap apa?
terus dia bilang iya masih pacaran
berarti tidak seperti yang ko bilang ke orang-orang kalau kita udah putus lama baru ko pacar dengan pacarmu itu dong, karena terakhir datang itu ko masih anggap pacaran" (ngomong ini sambil nahan mau nangis)
iya maaf katanya
terus dia bilang sa cuma mau ungkapan isi hatiku
ku jawab " tapi ko tau sa bakalan sayang ko kalau gini dan itu ga boleh"
dia bilang "cukup saya yang sayang ko, ko tidak perlu pikir atau balas"
beberapa hati kemudian
dia chat saya akan tetap ada untuk
Percakapan malam itu, 14-12-2019
Mungkin ini pertemua terakhir.
Mulai tahun 2020 mungkin kita ga akan ketemu lagi, dan ternyata benar 10 bulan tidak bertemu, mulai menunggu makan malam dari agustus, september, sampai oktober berakhir.
Kecewa,
Disaat aku menunggu kabar, untukmu meluangkan waktu justu kamu malah bisa meluangkan waktu untuk sekedar jalan-jalan ke Bogor.
Aku hanya ingin janjimu kamu ingat tanp ku ingatkan.
Kecewa
Bukan hanya lupa, bahkan dihadapkan bahwa dia cuma nganggap teman & seakan-akan memaksanya lebih.
Berhenti,
Rasanya capek sekali berusaha berjuang sendiri, kayaknya sebodoh itu aku. Kenapa bisa berharap,
bye 2020
terimakasih 2020,
terlalu banyak momen berharga yg dialami ditahun ini.
awal januari, sempat sakit sampe suara hilang gejalanya mirip gejala covid hehhehe (sebelum covid dinyatakan masuk indo) seminggu lebih lah
walau masih kurang sehat tp nekat pergi sama mama kabur ke singapur
pulang-pulang covid masuk singapur dan masuk indo
rencana mau ngejar kelarin req integ jadi kehalang
17 maret mulai dinyatakan work from home, alias kita yg koas di larang masuk, nah kita mau wfh apa coba,
awalnya masih stay di jkt karantina mandiri, mulai deh penghematan masak sendiri , cuci baju sendiri. 21 hari melakukan semua itu di jakarta
lalu di suruh pulang sebelum lockdown
lama ini di rumah dari awal april sampai agustus di rumah
pas ultah di kasih hadiah mobil
(selama itu sampe tetep dihubungi si Tgh&ev) tgh pas di mkw juga dong heheh
ev pas di jkt sih dia ngirimin ucapan ultah yyg ngucapi randi pangalila , terus dia niat bgt suih itu awal nya dia vc bbrp kali
back jkt agustus
mulai kerja pedo november sampe akhir desember belum kelar
semoga bisa ikut UKMP januari ya Tuhan amin
dititik ini
18 juni 2020 - tepat 26 tahun hidup di dunia ini. aku bingung menceritakan semua ini, aku hidup di keluarga yang sangat beragam bersama orang-orang yang sangat luar biasa. orang tua ku sangat berbeda satu sama lain hehehe.. aku dibesarkan dengan kepercayaan, papa dan mamaku sangat percaya dengan semua keputusan ku, dibilang bebas aku bebas tapi dengan pengawasan ketat. Diusia kanak-kanak aku tinggal di rumah cuma bertiga dnegan orang tua ku, cukup lama sampai usia ku 6 tahun, untuk punya seorang adek laki-laki. jadi orang tua ku sangat-sangat dekat denganku, dulu kemana-mana selalu diajak, apapun itu aku selalu dilibatkan. masa kecilku sedikit berbeda, jarang main ke luar rumah, teman ku sedikit, aku sulit bersosialisasi seperti anak-anak lain cukup tertutup. mamaku sempat sakit lama, yang membuatku harus bergaul dengan tetangga-tetanggaku. Aku juga sempat pindah-pindah tempat tinggal karena ikut papaku sekolah di jogja, jakarta dan kerja di jayapura. semangkit sulit buatku bergaul bebas. sampai akhirnya aku menetap di kota ini sampai lulus SMA. Jaman remajaku pun berwarna, sejak SMP aku punya lebih banyak ruang & kebebasan. aku tidak pernah dilarang melakukan apapun, termasuk pacaran. tapi dengan banyak pertimbangan dan alasan aku tidak pernah sama sekali menceritakan kehidupan pacaranku ke orang tuaku, semua mantan pacaraku hanyak sekedar sebagai teman menurutku. Sampai akhir aku lulus di FKGUI yang membuatku harus pergi dari rumahku dan kota ini. Aku semakin diperkenakan dengan kebebasan dan kemandirian itu, aku hidup hampir 7 tahun di jakarta sendirian, dan mulai memahami kenyatan hidup ini. Pada awal menjadi mahasiwa aku dipertemukan dengan seseorang lelaki yang menurutku baik saat itu, dengan dia kami mulai terbuka, dia sangat berani memperkenalkan diri ke orang tuaku, ku kira dia jodohku heheh tapi ternyata dia pergi dan melupakan itu semua. lalu di akhir masa preklinikku ditemani seseorang yang sampai saat ini masih ku kagumi, walau dia masih sangat takut memperkenalkan diri, awal perkenalan tak sengaja itu, sampai detik ini kami masih berkomunikasi dengan baik. walau tanpa status hubungan. Masa Koas ku cukup sangat menakjubkan, terlalu banyak cerita dan belum berakhir, sudah hampir 3 tahun dan belum kelar. Tapi, aku selau bersyukur mengalami semua hal itu, dan semoga aku tidak merasakan iri dengan mambandingkan hidup ku dengan yang lain
“Sebenarnya ia selalu menunggu. Menunggumu. Menunggu apa yang selama ini saling kalian tahu, tapi tak kunjung ditetapkan di satu waktu. Lantas jangan salahkan sang waktu ketika sekarang ia telah bahagia. Ia dulu selalu menunggumu, namun kaulah yang tak kunjung ada.”
— (via mbeeer)
“Patah hati akan mengajarkanmu bahwa yang telah setulus hati mencintai pun bisa dengan mudah ditinggal pergi, digantikan dengan yang lain, atau bahkan tak dianggap sama sekali.”
— (via mbeeer)
Berhentilah, jangan berlari. Aku tidak ingin terlihat mengejarmu. Aku hanya ingin bertanya kabarmu, hanya ingin tau tentangmu tidak lebih. Karena aku sudah berhenti berharap & tidak mungkin mengejarmu.
28
4 bulan lalu, dapat kabar kamu masuk Rumah sakit. Tanpa mikir panjang, langsung otw pake gojek, padahal yg sakit ga balas chat tp bisa online. Sebelumnya tiap di ajak ketemu, ga pernah mau ada aja alasannya. Chat pun dibalas sekali2, jujur sebenarnya kangen banget pengen ngeliat doang tp bukan kyk gini ngeliat kamu di rawat.
Awal nyampe di rs agak galau mau masuk apa ga? Bingung ga ada info apapun, diruang mana? Ada siapa yg nungguin, tp cuma bermodal nyali & roti, aku nyampe disana, pas udah didepan kamar sempet ragu masuk atau ga ya, sambil diskusi dgn sahabatku via telpn, dis blg harus masuk udah jauh2 naik gojek dari jakpus ke jaktim macet2.
Makin tersentuh pas berdiri di depan pintu ngeliat si pasien ini berusaha makan sendiri dgn tangan yg di infus. Makin sedih dong.
Lalu tanpa sadar tangan ketuk2 pintu & buka pintu mencoba jalan masuk nyamperin si pasien. “Hey, boleh dong aku jenguk orang sakit” kataku. Si pasien masih saja menantapku dengan bingung. “Kok bisa kesini”
“Bisa dong”
“Sakit apa sih?” Sambil duduk di sofa itu pas di depannya
Katanya “tifus”
“Kok bisa sih?” Kecapean mungkin makannya ga bener ni” kataku
Hehehe iya kayaknya.
Jujur saat itu aku ngeliat sakitny bukan cuma tifus, gejala2 yg kelihatan lebih dari ini.
Karena ga mau berasumsi, aku nanya temanku
Banyak kemungkinan sebenarnya. Tapi tetap saja tidak ingin berasumsi lebih.
Setelah kejadian itu, kamis sempat bertemu setelah dia sembuh. Sempat ngajak nonton tp dia blg kecapean. Its ok setelah itu sempat ditemanin nonton.
Lalu 2 minggu lalu, ngajakin makan bareng dengan tmn2. Dia mau datang. Lalu
Dia membuka pembicaraan, gejala gangguan ginjal itu kaki & tangan bengkak ?
Aku sangat2 kaget, jujur aku antara pengen nangis tp masih syok.
Kata 2 temanku iya ada gejala klinis seperti itu, tp coba cek lab dulu.
Beberapa hari lalu sempat nnton konser bareng dan aku juga menyadari dia kesakitan, & sempat bilang ngerasa sesak nafas ga krn emang banyak org yang merokok
Disitu aku pengen bs selalu ada temenin dia, berusaha ngechag ingetin ingetin tp selalu sadar juga setiap chatku cuma dibalas
“siap terimakasih”
Aku kembali lagi mendoakanmu, setelah sempat menyerahkan segala keputusan ketangan Tuhan. Sekarang yg ku doakan justru kehidupanmu tanpa ada embel-embel aku. Aku minta supaya Tuhan selalu menjagamu dalam segala tugasmu. Selalu sehat, dijauhkan dari orang-orang jahat. Selalu bisa makan siang tepat waktu. Selalu punya waktu untuk istirahat. Aku sekarang tidak takut, kalau kita tidak berjodoh, tapi aku takut kehilanganmu selamanya.
Kamu masih saja sama tidak peka dengan kepedulianku. Tapi ya sudahlah.
Menceritakan awal ketemu 2016-2019
Akhirnya pada titik dipaksa melupakan
Orang lain bisa saja menyakiti kita kapan pun, kita marah sedih atau dendam tapi kita tidak punya hak untuk membalasnya
- karma
Dibalik kata ‘benci’ aku sesungguhnya sangat peduli, hanya saja takut kecewa karena tidak dipedulikan.
Selamat berjuang
Semoga selalu diberikan kesehatan & kelancaran menjalani perjuangan.
“Langit kepada bumi; aku tidak pernah merasa terlalu tinggi untukmu, dan kamu pun tidak pernah terasa terlalu rendah untukku. Kita sejajar, jika sudut pandangmu sedikit kauputar.”
—