Tulisan yang aku tulis sebagai pengingat untuk diriku sendiri..
Aku baru sadar, ternyata aku gampang sekali kagum dengan seseorang.
Seseorang yang menurutku keren. Cara berpikirnya menarik, cara bicaranya menyenangkan, punya banyak hal yang membuatku ingin terus belajar.
Lalu entah bagaimana, rasa kagum itu pelan-pelan berubah menjadi sesuatu yang lebih besar.
Dan biasanya, di titik itu rasionalitasku mulai berantakan.
Hal-hal yang sebenarnya perlu dipertanyakan jadi terasa sepele. Kekurangan yang seharusnya kulihat malah sibuk kucari pembenarannya. Bahkan sesuatu yang belum tentu terjadi bisa dengan mudah kuberi ruang di kepala.
Padahal, aku pernah ada di fase seperti ini.
Pernah terlalu sibuk memikirkan seseorang sampai lupa bertanya, "Aku sendiri sedang apa?"
Pernah membuat hari-hari berputar di sekitar seseorang yang bahkan tidak pernah memintaku untuk menjadikannya pusat perhatian.
And I don't want to lose myself like that again.
Mungkin menyukai seseorang memang membuat kita sedikit tidak masuk akal. Ada bagian dari diri kita yang ingin percaya pada kemungkinan-kemungkinan baik. Itu manusiawi.
Tapi aku ingin belajar membedakan mana yang benar-benar terjadi, mana yang hanya tafsirku, dan mana yang diam-diam merupakan harapan yang kubuat sendiri.
Aku boleh mengagumi, boleh menyukai, boleh menganggap seseorang begitu menarik.
Tapi aku tidak ingin lagi menjadikan rasa suka sebagai alasan untuk meninggalkan batas, prinsip, dan diriku sendiri.
Karena pada akhirnya, seberapa pun kerennya seseorang di mataku, aku tetap harus pulang kepada diriku sendiri.
Dan kali ini, aku ingin pulang tanpa merasa kehilangan.











