Jangan Lemahkan Semangat Jihad Mereka!
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (TQS al-Shaff [61]: 10-12).
Apakah amal yang paling utama?” Beliau menjawab, “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Beliau ditanya lagi, “Kemudian amal apalagi?” Beliau menjawab, “Al-jihad fi sabilillah.” Beliau ditanya lagi, “Kemudian amal apalagi?” Beliau menjawab, “Haji yang mabrur.” (HR. Bukhari-Muslim)
Ada yg bilang bahwa palestina tak butuh kita sebagai tentara. Padahal, pernah viral beberapa tahun lalu pemuda palestina yg memanggil pemuda Asia Tenggara dan menanyakan dimana keberadaan kita. Jika palestina tak butuh kita, toh kita masih sangat menginginkan menjadi bagian dari perebutan palestina dari zionis.
Bagaimana bisa palestina tak butuh kita? Sedangkan kita umat yg satu. Yg saling membutuhkan, tolong menolong dan mengasihi. "Kau tak perlu pergi ke sana. Cukup terbangkan hartamu, doa-doamu dan usaha lainnya menuju bumi Al Quds." Baiklah. Jika tak perlu raga kami menjadi prajurit, toh kami akan tetap menyiapkan kuda-kuda kami. Melatih diri kami hingga Allah menilai kami mampu untuk berdiri tegak, berjihad melawan zionis secara nyata.
Sebab, jika pun ada yg bilang belajar dan berkarya adalah jihad anak muda masa kini maka kami tetap memimpikan untuk bertempur dalam Jihad yg sebenarnya. Jikapun yg berbicara adalah yg mereka anggap ulama terpandang, maka itupun tak akan melemahkan semangat kami menuju medan Jihad anak muda yg sebenarnya.
Dari Anas Radhiyallahu 'Anhu, bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
جَاهِدُوا اَلْمُشْرِكِينَ بِأَمْوَالِكُمْ, وَأَنْفُسِكُمْ, وَأَلْسِنَتِكُمْ
“Berjihadlah melawan kaum musyrikin dengan hartamu, jiwamu dan lidahmu." (HR. Ahmad dan Nasa'i. Hadits shahih menurut Hakim)
Sebagian dari dalil tentang Jihad berhubungan dengan perang dan separuhnya menghubungkan dengan beberapa amal seperti shodaqoh di jalan Allah, mencegah kemungkaran, upaya mendukung agama Allah, melawan hawa nafsu dan lainnya.
Ketika ada yg bilang menyelesaikan perang dan krisis kemanusian tak melulu dg angkat senjata, lalu dengan apa? Duduk mengemis pada petinggi, atau memohon pada kafir dengan hitam diatas putih? Sifat mereka jelas! Pengkhianat yg tak akan tepat janjinya. Lalu dengan apa kita harus menyelesaikannya?
Jika kamu memang merasa itu bukan bagianmu, silahkan saja. Tapi jangan ajak aku dan teman-temanku untuk menjadi bagianmu. Kami ingin merasakan nikmatnya ber-Jihad dengan jiwa yg hanya titipan ini.
Bagaimana bisa ada yg bilang berkarya akan lebih baik dari perang? Sedangkan para mujahidin saja ingin dihidupkan kembali hanya untuk merasakan perang lagi dan lagi. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sendiri mengaku menginginkan hal itu,
وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوَدِدْتُ أَنِّى أَغْزُو فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَأُقْتَلُ ثُمَّ أَغْزُو فَأُقْتَلُ ثُمَّ أَغْزُو فَأُقْتَلُ
"Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sungguh aku senang berperang di jalan Allah lalu terbunuh. Kemudian aku berperang lalu terbunuh. Kemudian aku berperang lalu terbunuh." (Muttafaq 'Alaih, lafadz milik Imam Muslim. Dalam redaksi lainnya, "Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sungguh aku senang terbunuh di jalan Allah lalu dihidupkan.")
Aku hanya tak habis pikir. Bagaimana bisa keutaman jihad dengan berperang begitu dikesampingkan?