“The easiest way to increase happiness is to control your use of time” (Daniel Kahneman)
Kalau bahagia merupakan pilihan, akankah dengan sadar kita memilihnya?
Di “Fast Thinking, Slow Thinking”, Kahneman bercerita tentang riset untuk mengukur waktu tak menyenangkan yang dialami seseorang dalam kesehariannya lewat ukuran bernama “indeks U”.
Riset itu, dilakukan di banyak negara sehingga datanya bisa disandingkan.
Juga, dikaitkan dengan kegiatan yang dijalani seseorang. Misal, seberapa tak menyenangkan seseorang pergi ke tempat kerjanya, saat ia sedang bekerja atau ketika bertemu keluarga.
Kita sadar tentang rasa tak nyaman yang menggelayuti hati, tapi enggak terlalu banyak upaya signifikan untuk memulihkan keadaan tsb. Alhasil, ketidakbahagiaan tersebar dalam tiap satuan waktu aktivitas yang kita jalani.
Mau berbahagia, tapi kita enggak terbiasa mengelola waktu. Terus gimana?
Pertama - Kurangi Konten “Drakula”.
Karena perhatian kita adalah mata uang dalam ekonomi digital hari ini, cermatlah saat memliih konten untuk dikonsumsi. Kurangi konten digital yang membikin kita jadi kurang berdaya & produktif.
Salah satu modal penting di 2020 ini ialah energi mental yang terkelola baik untuk menghadapi ketidakpastian.
Kedua - Biasakan Sesi Monotasking.
Dari cerita tentang indeks U, disimpulkan bahwa perempuan Amerika lebih tidak menikmati waktu makannya ketimbang perempuan Perancis karena kebiasaan makan sambil mengerjakan hal lainnya.
Bahkan untuk makan aja, kita butuh kekhusyukan biar apa yang dikonsumsi juga jadi lebih…membahagiakan.
Ketiga - Ubah Cara Kita Bersantai.
Dari santai yang bersifat pasif, ke santai yang bersifat aktif. Dari nonton TV, ke olahraga ringan atau bersosialisasi. Dari hal yang memerlukan peran lebih sedikit ke kegiatan yang lebih "berkualitas”.
Sama-sama santai, bedanya ada pada porsi peran yang bisa kita berikan untuk membuatnya lebih mengisi.
Waktu merupakan sumber daya kebahagiaan yang masih bisa kita kelola.
Kebahagiaan enggak datang dengan sendiri melainkan bergantung pada upaya & pilihan yang kita buat selama hidup. Kalau bahagia merupakan pilihan, maka pilihlah hal-hal terbaik yang menjadi sebab dari kehadirannya :)
“The true secret of happiness lies in the taking a genuine interest in all the details of daily life.” (William Morris)