Dia Lelaki dan Harapku Pada-Mu.
Dia lelaki, kami sudah kenal cukup lama.
Awal perkenalan kami bermula dari salah satu aplikasi chating online pada masanya, yang “dishake” itu loh. Oke skip nama aplikasinya, yang jelas itu bukan tinder hahaha mulanya aku dan dia biasa saja, kami hanya sebatas mengobrol mengenai hal yang biasa-biasa saja.
Terlebih lagi dia sudah memiliki kekasih, sampai pada akhirnya aku kena labrakan kekasihnya juga karna salah paham dengan kedekatan kami. Oke skip lagi. Karena kami sering melakukan chat, ngaler ngidul mengobrol membicarakan hal yang tak penting hingga saling melontar kata dan kalimat yang seperti kami ini memang sudah kenal lama.
Saling bully. Tapi kami biasa saja menanggapi.
Hingga pada akhirnya aku menyukainya, ya walaupun sempat dijodohkan dengan teman sejawatnya tetapi aku lebih tertarik dengannya daripada dengan teman sejawatnya yang digadang-gadangkan untuk memacariku.
“Kabut merah jambu” yang kuungkapkan padanya kala itu, tapi sayang dia sudah ada yang punya. Hanya sebatas harap walau tak tergapai pada akhirnya. Tahun demi tahun berlalu dan aku mulai melupakan semua tentangnya, tentang kami, tentang obrolan kami dan segala hal yang berkaitan dengannya. Tapi suatu ketika kami dipertemukan kembali oleh waktu. Dia dengan wanita barunya dan aku dengan pria baruku.
Kami mulai mengobrol melalui chating, ya kami masih hangat seperti dulu. Tak ada kecanggungan, yang ada nostalgia masa lalu. Walau kami belum pernah bertatapan secara langsung tapi kami sudah pernah berjumpa melalui videocall dan mendengar kicauan melalui telepon. Bagiku, dia masih tetap sama.
Hingga pada akhirnya berbagai masalah datang menghampiriku, dia dan obrolan nya menenangkanku. Seolah dia tahu bahwa aku kuat menghadapi berbagai masalah yang silih datang berganti. Mungkin “kabut” yang kugadang-gadangkan padanya dulu sudah tak lagi sama warnanya.
Meski begitu, aku masih berharap dan melibatkan Tuhanku. Bahwa aku ingin menemukan dia, dia yang bisa membuatku tenang dalam kesholehan paket lengkapnya. Hingga saat ini aku terus belajar memperbaiki diri agar apa yang kuharapkan berjalan beriringan dengan hasil yang Tuhan sudah gariskan untukku.