Espresso, manis pahit tergantung orangnya.
Selamat pagi/siang/sore/malam tergantung kapan kamu membaca tulisan ini. Disini lagi malam hari, tepat pukul 22.46wib! Ga usah disebutin tanggalnya juga kan? Hehe. Sekarang ini aku sedang terduduk dikursi meja depan dekat ruang tamu rumahku, menikmati sebatang rokok kretek dan kopi hitam favorit yang masih panas-panasnya. Ya, namaku septyan nugraha munawar (Kenalan dulu sob) hehe, aku tinggal disebuah kota kecil sejuta cerita dan sejuta kenangan, Garut namanya. Disela-sela lagi santai begini entah kenapa aku jadi inget dengan kopi hitam espresso, bukan masalah rasanya dan bukan pula masalah harganya, tapi ada cerita lucu dari kopi tersebut dibeberapa bulan lalu yang sekarang ini mau aku ceritakan.
Daftar isi:
1.Espresso Gila
2.malam untuk septiadi
3.kue ultah
4.kasih nisa untuk bambang
5.tak kode tak peka
Tokoh terkait
1.septyan
2.septiadi
3.anisa
4.bambang
5.agung
6.sandra
7.pepep
8.wulan
9.iqbal
Ada cerita lucu dari espresso ini, berawal dari sebuah chattingan teman lama yang ngajak reunian di facebook yang lagi kekinian dimasa ini, septiadi namanya! “Kumaha damang?” dia bertanya. “Alhamdulillah brad” jawabku. Percakapan itu berlanjut lama dengan mengenang masa sekolah dulu, akhirnya kita tukeran pin bbm dan lanjut contact semua tmn sekelas yang lain, ada lamayan banyak teman-teman lama di bbm, akhirnya kita memutuskan untuk berdiskusi reuni di group bbm. Singkat cerita, kita memutuskan untuk reuni di salah satu resort yang ada di daerah Garut, tapi sayang, pada hari “H"nya tidak semua teman ikut. Hanya beberapa orang saja, kitapun janjian di rumahku pada sore hari.
Setelah lama menunggu, akhirnya septiadi tiba dengan Brio putihnya bersama teman yang lain, pangling memang. Dari wajah sudah berubah, “hayu indit cep” dia mengajak aku untuk berangkat, “enya hayu Di” jawabku. Di dalam mobil itu aku lihat sudah ada agung dan nisa. Agung itu mahasiswa dengan tingkat kepintaran setara dewa, simpelnya sih “sengklek”! Ya, begitulah. Kalo nisa, itu teman satu kampus septiadi, pengen ikut katanya. Iya sih ga masalah, nisa itu berkacamata ga tau minus berapa, tapi tebal Gila dia pake kacamata. Gara-gara keseringan tidur di air mungkin, (kamu tidak cocok tidur di air, cocoknya di api) hehehe. Dan segeralah aku dan bambang yang sudah lama tadi menunggu dirumahku segera naik ke mobil. Diperjalanan kami mengobrol, bercanda, dan mengenang masa lalu dulu. Septiadi berkata “Hayu ah acak-acak deui kebon si bambang” , “ah ulah atuh kebon na karek dipelakan” si bambang menjawab. Sebenarnya ngapain acak-acak kebun? Itu masih menjadi misteri! Aku cuma senyum senyum saja dengan si agung, agung itu kalo senyum manis, orangnya juga item manis, apalagi pacarnya dia, sarah namanya, manis juga. Jadi dipiranku, kalo agung udah item manis, terus pacaran sama sarah yang manis, sambil minum es teh manis, mungkin diabetes idupnya hehehe.
Tidak terasa perjalanan, kamipun sudah sampai ditempat tujuan, bukan main tempat ini indah, sangat asri sekali. Kamu bisa bayangin sebuah resort, konsepnya desa dengan sentuhan modern dan ada kolamnya juga, buat melihara buaya bisa kali ya? Hehehe. Kamipun berfoto bersama, tidak lupa untuk minta tolong nisa buat fotoin, maklum dia bukan temen sekelas kami. Kasian sekali nasibmu… (Nangis sambil ngiris bawang) setelah itu, ceritapun dimulai, kami memesan minuman kami masing-masing. Septiadi dengan capucinonya, nisa dan agung dengan jusnya, aku dengan kopi hitamku, espresso, tapi si bambang belum pesen juga, laga dia mencurigakan seperti copet pasar senen, aku tanya “pesen apa bang?” ah samain aja kaya elu” jawab dia. Espresso? Tanyaku. “Iya”, ok. Tidak lama kemudian datanglah pesenan kami, dari capucino septiadi, jus agung sama nisa, yg terakhir datang pesenan aku sama si Bambang, espresso coffe. Espresso datanglah ke papa! Aku dengan semangatnya. Semua senang bisa menikmati minuman sehabis jalan-jalan muter-muter kaya gasing, tapi cuma si Bambang aja yang melongo, dia kira espresso itu bukan kopi item. “Ah sugan teh lain kopi hideung” katanya. “Sugan teh apal bang, yeuh aya gula na da meh amis” kataku sambil ngasih gula putih dalam gelas kecil. Selagi kami mengobrol kembali, aku dibuat kesel sama si bambang, dia dengan wajah tak berdosa menghabiskan gula pasir untuk kopinya sendiri. “Kehed ari maneh beut di beak keun” seru ku. “Amis yan euy” katanya sambil mencicipi kopinya. Kamu bayangin aja kopi segelas harga 31ribu rupiah mubazir, pait bro gulanya diabisin! Segala macam hewan dikebun binatangpun aku sebutin satu-satu untuk meluapkan emosi! Tapi tidak apa-apa, meskipun pait, udah biasa kok. Lain halnya dengan bambang, udah mah dia ngabisin gula, eh mulutnya ga berhenti komat kamit kaya dukun mau nyembur pasien, dia bilang “urang mah rugi 31rebu menang kopi hideung sagelas”. “Gandeng kehed gula urang ku maneh dibeak keun” jawabku. Kalo saja disana ada komentator sepak bola, mungkin ceritanya seperti ini. “Yak, el classico kopi telah dimulai! Yak, jebred ahay jebred jebred!” hehehe
Perbincangan kopipun berlanjut sampai kami pulang, ga di facebook, ga dibbm, si bambang sengklek tetap aja ga terima uangnya mubazir buat beli kopi. Lain kali mah bang, bawa termos, beli kopi harga seribuan ke warung 31 biji, elu minum sampe tumpeh-tumpeh daaahhh…
Kebersamaan kamipun berlanjut, tepatnya bulan puasa tahun ini. Kami berencana untuk melakukan buka bersama disebuah resto, diantara kami berlima, hanya si bambang dan agung yang punya pacar, yang lainnya sih.. Jones 😁. Harapanpun terucap dari sahabatku, septiadi! Dia ingin jadian, sama seseorang yang masih teman satu kampusnya dulu, namanya wulan. Entah gimana ceritanya, keajaiban itupun terjadi, dihari kami mengadakan buka bersama, datanglah teman septiadi, namanya iqbal, dia datang bersama wulan, lalu tidak lama kemudian aku menelpon temanku, pepep untuk datang juga, supaya aya yang bisa fotoin, hehe. Pepep teman satu bangkuku, orangnya berkacamata tebal, dengan wajah bak bulan, indah? Bukan! (You know lah) 😁
Kamipun berencana untuk cari cara, supaya septiadi itu bisa deket sama gebetannya, wulan. “Ya udah sana foto dulu kalian kan teman deket sekampus” kataku sambil ngasih camera slr yang kami sewa dari uang celengan ayam, yang kemaren sore aku pecahkan. Kami akalin supaya mereka bisa berdekatan, dan itupun berhasil. Malam itu, mungkin malam yang sangat indah untuk temanku, septiadi. Beda dengan iqbal, yang membawa wulan, dia juga sama suka sama wulan, cuma sayang wulan anggao dia sebagai kakak, (cie kakak zone) hehe.
Ok, si bambang udah punya pacar, agung udah, septiadi lagi pdkt, nisa di kakak zone'in sama iqbal, dan aku masih menunggu seseorang yang tahun lalu berkenalan di facebook, yang sampai saat ini belum juga ketemu, nanti aku bahas disesi selanjutnya. Dalam hati ini berkata iri “bambang kutil kuda, agung gagang panto, nisa jones(aku juga)” hehehe panaaasss panaaasss…
Cerita septiadipun berlanjut ketika si bambang yang mukanya kaya alien meminta kami semua datang ke rumahnya, kamipun dengan senang hati bersedia, karna hari itu hari minggu, kami sedang libur. Septiadipun datang kembali menunggangi brio putihnya membawa kami ke tempat bambang sikutilkuda, sewaktu diperjalanan ternyata ada notif dari facebook, eh ternyata bambang lagi ultah, pantesan aja nyuruh ke rumahnya, dalam hati. “Bro si bambang ultah nih” kataku, kita kerjain yok? “Nisa pun menjawab”. Ayok!“ diperjalanan kami siapkan semuanya, dari mulai tepung sama telor, dan tak lupa juga kue ultahnya yang spesial, karna acaranya mendadak dan low budget (tanggal tua) akupun punya ide, “bro kita bikin aja kue ultahnya” kataku. “Ah lama, udah ga usah” kata septiadi. Ini mah kue buatan gue, unik. “Sok atuh”, dan akupun mulai membuat kue spesial itu, bahannya dari batu bata bekas, diatasnya ditambahin adukan semen sedikit, dan ditaburi sembang kuburan, dimasukanlah kue tersebut kedalam dus ale-ale yang kami temukan, tak lupa lilin astor diatasnya. “Ini kue apa sesajen ngepet Di?” aku bertanya. “Hahahaha” diapun ketawa. Sungguh manusia setengah alienlah yang doyan sama kue beginian! Di dalam mobil itu ada aku, septiadi, agung, nisa, sama wulan gebetan septiadi. Tak lama, kami pun tiba, sungguh bahagia sekali si bambang ketika membuka pintu mobil, melihat agung membawa kue ultah untuknya sambari kami menyanyikan lagu ultah untuknya, diapun berlinang air mata, bukan terharu, melainkan dia ga sangka kuenya batu bata yang ditaburi kembang kuburan Hahahaha. Kamu bisa bayangkan mukanya yang seperti gehu, berlinangan air mata, sungguh sangat tercengang 😁
Kami lanjutkan dengan makan-makan dikebun, dan berselfie ria. Di kebun si bambang, cinta septiadi kesampaian, dia jadian sama wulan. Berkah memang moment kue batu bata ini. Sedangkan tidak lama setelah itu, bambang putus sama pacarnya.
4.kasih nisa untuk bambang
Judul diatas sungguh sangat membuatku terkencing, ada juga lagu, kasih ibu.. Kepada betaaa… Lah ini kasih nisa untuk bambang 😁 . tapi respect, nisa ngasih kasih sayangnya untuk bambang yang sedang patah hati, tiap menit tiap detik bambang dan bambang saja yang dia bicarakan, “aa tyan bambang ga mau makan, a tyan bambang sedih, a tyan bambang ga mau cebok, dll” itu saja yang selalu nisa bicarakan. Aku tau, dia sangat sayang sama si Bambang, mungkin iya butuh waktu buat si bambang istirahat dari perjalanan cinta, bambang lelah dik. Entah apa yang dia pikirin, setauku jika seorang cewek bener2 suka, cinta, sayang sama cowok, itu tulus, karna keliatan lah orang si bambang belum kerja, nisa udah sampe segitu. Karna Si agung pernah bilang, “yan harga diri lelaki adalah bekerja” so, akupun cari kerja, buat halalin kamu dik. Hehehe..
Cuma pesen aja sama nisa, kalo kamu beneran tulus sama itu alien, bertahanlah.. Perjuangkan cintamu.
Perhatian, tulisan dibab ini mengandung cinta sampai tumpeh tumpeh. Jika anda tidak kuat, kuatkanlah.
“Hei nis! Kamu kan suka sama si bambang, cinta sama dia, terus cinta itu sebenarnya apa?” dia menjawab “cinta adalah rasa emosional , kasih sayang pada seseorang yang muncul dari hati yang tidak bisa dipaksakan”, oh iya kataku. Aku tau dia menjawab seperti itu karna si bambang masih belum juga peka sama nisa, please bang.. Elu itu mahluk hidup, bukan ciput nini - nini, peka woii!!! Hehehe
Btw, soal peka ga peka, dihari itu pula aku ngode sama sandra, sandra itu teman chatting yang tanpa alasan yang jelas aku kagumi, dipostingan sebelumnya udah dibahas. Aku tanya sama dia, sandra apa itu cinta?“ ga tau” katanya. Dan dia juga bilang, setau dia mah cinta itu seperti kutipan film first love, bunyinya seperti ini, “time change, people also change, but her heart has never change” yang artinya waktu berubah, orangnya pun berubah, tapi hatinya tetap tidak berubah.
Aku sampai jungkir balik, salto, poggo, segala macem bacanya.please.. Gue ngode elo sann…. Udah setahun nunggu.. Nunggu elu… Elu… Elu… Andai saja ada jawaban, kalo kamu respon nih sok kode, kalo engga juga ga apa-apa , bilang aja.. Kan gitu cewek mah? Setahun ini deket cuma lewat media, ketemu kaga, perhatian iya, tapi ngerti ko aku juga kamu lagi fokus kuliah, justru itu lebih bagus buat masa depan kamu sendiri.
San… Kamu mau diemin aku setahun lagi juga selagi masih ada harapan mah aku tunggu.. Dunia aku sama si nisa tuh terbalik, nisa ngode tapi si bambang tak peka, aku ngode tapi sandra ga peka. Bikin clan aja yuk nis? Clan anti peka! Anggotanya yang kuat dibacok, kuat dibakar, dan suka makan paku, karna mereka juga ga peka!
(Pake musik melow)
Cinta untukmu, selalu hadir setiap hari. Setiap hari, cinta untukmu hidup dalam jantung ini. Kagum dalam diam, cinta dalam doa, ga apa-apa aku menunggu seperti ini, diemin kamu itu ada alasannya, biar kamu fokus kuliah, aku pernah bilang kalo nilai kamu jelek nanti aku tagih goceng, kamu jangan lupa itu, goceng juga lebar, buat nasi pincuk sama asin sebungkus kan lumayan!
Biarin aku kagum sama kamu, biarin aku sayang sama kamu, biarin aku rindu sama kamu dari jauh meskipun ini sangat menyiksa, andai saja kamu tau.. Tapi jangan laah.. Aku aja, kamu jangan, berat!
“Kalo kamu jadi tukang gali kubur, aku akan jadi sopir mobil mayatnya untuk bisa ketemu terus sama kamu dan bilang, "loooh.. Kok dikuburan ada bidadari ga ada sayapnya sih?” atau seperti ini “san.. Kamu ibarat google, menyediakan apa yang aku cari” hehehe
Cinta, membuat cowok jadi seperti ini konyol memang. Tapi inilah adanya..
Cinta bisa berakhir seperti espresso, bisa manis dan bisa juga pahit, tergantung orangnya.