SESI RAGAM BAHASA KITAJABODETABEK
Hai gengs, sebelum KITA bercakap-cakap dalam Bahasa Sunda, alangkah baiknya kita mengenal sedikit tentang Bahasa Sunda dan ulasan singkat perilaku asli Sunda.
Mau tahu? Yuk, mari disimak, heula! :)
*Jenis-jenis Bahasa Sunda:
Ada Sastra Sunda yang sangat susah, pun ada basa loma—bahasa sehari-hari yang sering kita dengar di percakapan urang Sunda.
Basa loma ini ada aturan yang sesuai budaya, misal;
-Ada istilah tertentu yang dipakai untuk bicara pada orang yang lebih tua,
-Bahasa untuk teman sebaya, dan
-Ada juga bahasa yang kurang baik jika digunakan oleh perempuan.
Untuk perempuan, harus berhati-hati dalam membedakan yang mana basa sunda kasar, dan mana yang halus. Karena jika perempuan cara bicaranya kasar, terkadang dinilai sebagai perempuan yang ‘kurang benar’.
* Ciri khas Basa Sunda :
Memakai banyak imbuhan tambahan, misal ‘mah’, ‘teh’, ‘da’, ‘pang’, ‘cing’, ‘ari’, dll.
* Perbedaan bahasa tiap daerah :
Sukabumi dan Banten hampir mirip, dalam berbicara biasanya ada tambahan ‘kin’ di awal.
Menurut urang Sunda Bandung, bahasa yang digunakan orang Banten adalah basa Sunda versi kasar, tapi menurut mereka itu yang bagus, karena kalau di Banten bercakap dengan basa Sunda halus mereka tidak akan paham.
Bogor beda lagi, tapi dasar basa Sunda-nya sama.
* Kalimat sapa:
Selamat Pagi = wilujeng enjing
Selamat Siang = wilujeng siang
Selamat Malam = wilujeng wengi
Sebenernya urang Sunda tidak biasa bersapa dengan ucapan selamat seperti ini. Pagi-siang-malam biasanya saling sapa dengan senyuman atau bertanya kabar, tanya mau ke mana, tanya mau apa.
Kalau mau makan, mereka cenderung untuk selalu menawarkan makanannya, sedikit ataupun banyak, baik kepada orang yang dikenal ataupun tidak dikenal, misal saat di angkot, di bus kota, kereta, atau tempat umum lainnya.
Apa kabar = kumaha damang (gimana sehat?)
Dipakai saat—semisal—bertemu teman lama, atau yang telah lama tidak berkabar.
Kabar baik = Alhamdulillah, sae (baik).
Jawaban yang paling sering diberikan kalau ditanya soal kabar.
Sampai jumpa lagi = mudah-mudahan tiasa patepang deui (mudah-mudahan, bisa berjumpa lagi).
* Kata ganti:
Aku = abdi, abi, urang, aing, kami
Kamu = anjen, maneh
Dia = anjena
Mereka = anjena, maraneh
Kami = abdi, urang
Kalian = anjena.
* Berhitung:
1 : hiji
2 : dua
3 : tilu
4 : opat
5 : lima
6 : genep
7 : tujuh
8 : dalapan
9 : salapan
10 : sapuluh
11 : sabelas/sawelas
Orang Sunda jadul biasa mengganti cara pembacaan huruf.
B jadi W. G jadi H.
Makanya belas jadi welas.
Nah, sekarang KITA coba bercakap dengan basa sunda ya..
Wilujeng wengi, baraya. Sim abdi Pepi bade nyariosken perkawis basa sunda.
Selamat malam teman-teman, saya Pepi, sekarang saya mau ngobrolin soal bahasa Sunda.
Sim abdi, contoh bahasa halus
Sim kuring, bahasa yang lebih akrab
Artinya: Nama saya.
Punten, pang meserken!
Tolong belikan!
Pang dipakai untuk meminta tolong.
Tapi di awal, baiknya pakai kata ‘punten (tolong)’
Abdi nuju nyerat.
Saya mau menulis.
Abdi teh nyaah ka anjen.
Aku tuh sayang sama kamu .
Aing bobogoh ka sia. (kasar)
Abdi bogoh ka anjen.(halus)
Aku cinta kamu.
Abdi ge bogoh ka anjen oge.
Aku juga cinta kamu.
Bogoh : suka
Nyaah : sayang
Muhun = iya
Nuhun = terima kasih
Gogoleran = berbaring santai
Cingcangkeling = semacam istilah untuk melengkapi kalimat (tidak memiliki arti khusus)
Paguneman = percakapan
Hatur nuhun = terima kasih
Sawangsulna = sama-sama (jawaban untuk terima kasih)
- Manuk Dadali
Bercerita tentang burung garuda, yang dianggap sebagai lambang yang luar biasa hebat. Dalam lagu ini, orang Indonesia diminta bersatu agar hebat seperti burung garuda.
- Bubuy Bulan
Bercerita tentang laki-laki yang menyukai mata seorang perempuan.
Bubuy bulan sendiri melambangkan air yang tenang seperti dalamnya mata seorang perempuan.
Dan untuk penutup pembahasan, berikut disajikan lirik Lagu Bubuy Bulan dan terjemahannya:
Bubuy bulan-bubuy bulan sangrai bentang
: cahaya bulan taburan bintang
panon poe-panon poe disasate
: cahaya terik matahari
unggal bulan-unggal bulan abdi teang
: setiap bulan aku mencari
unggal poe-unggal poe oge hade
: setiap hari juga begitu
situ ciburuy laukna hese dipancing
: ikannya susah dipancing
nyeredet hate ningali ngeplak caina
: menyayat hati melihat riak airnya
tuh, itu saha nu ngalangkung unggal enjing
: duh, siapakah itu yang melangkah setiap hari
nyeredet hate ningali sorot socana
: menyayat hati melihat sorot matanya
unggal bulan-unggal bulan abdi teang
: setiap bulan aku mencari
unggal poe-unggal poe oge hade
: setiap hari juga begitu
situ ciburuy laukna hese dipancing
: ikannya susah dipancing
nyeredet hate ningali ngeplak caina
: menyayat hati melihat riak airnya
tuh, itu saha nu ngalangkung unggal enjing
: duh, siapakah itu yang melangkah setiap hari
nyeredet hate ningali sorot socana
: menyayat hati melihat sorot matanya
Nah, itulah hasil Sesi Ragam Bahasa edisi Basa Sunda yang menjadi salah satu Sesi Harian KITA Regional Jabodetabek.
So, tunggu hasil sesi-sesi berikutnya dari KITAJabodetabek.
Pemateri: @kuecoklat (Afifah Pepi)
Notulen: @tandatanya (Sadra Ananda)
Salam kekeluargaan penuh manfaat,
KITAJABODETABEK
Cc: @tumbloggerkita