No title available
taylor price
almost home
will byers stan first human second

Origami Around
No title available

if i look back, i am lost
Sade Olutola
wallacepolsom

❣ Chile in a Photography ❣
Show & Tell

JVL

祝日 / Permanent Vacation
dirt enthusiast
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
DEAR READER
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
AnasAbdin
Peter Solarz
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
seen from United States
seen from Norway
seen from United States
seen from United States
seen from Czechia
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Portugal
seen from Mexico

seen from Ireland
seen from Colombia
seen from United States
seen from United States

seen from Israel
@kapurung
NASIHAT USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWWAS -حفظه الله تعالى :
Insyaa Allah akan kami tancapkan dalam hati kami ....
1). Jangan berharap kepada manusia, karena engkau akan kecewa. Berharaplah kepada Allah, niscaya engkau tidak akan pernah kecewa.
2). Manusia yang mulia adalah yang dia bangun disepertiga malam terakhir, kemudian meminta kepada Allah. Jangan lewatkan waktumu untuk berbuat maksiat, karena tak tahu kapan ajalmu kan menjemput. Sehingga kematianmu menjadi su'ul khothimah.
3). Hidupmu di dunia ibarat satu hari atau setengah hari dibandingkan kehidupanmu di akherat kelak, persiapkanlah bekalmu, dan sebaik² bekal adalah taqwa.
3). Infakkanlah hartamu. Karena penyimpanan harta yang sesungguhnya adalah yang akan engkau bawa sampai mati, bukan yang engkau simpan untuk duniamu.
4). Jangan engkau tunda pekerjaan pagimu untuk sore harimu, niscaya banyak pekerjaan yang akan engkau selesaikan.
5). Aturlah waktumu sebaik mungkin, kapan mengurus pekerjaan rumah tanggamu, kapan engkau membaca al qur'an, kapan engkau membaca buku yang bermanfaat dan pekerjaan lainnya.
6). Orang yang tertipu adalah orang yang tidak dapat memanfaatkan waktu luangnya padahal dia dalam kondisi sehat. Sesungguhnya setelah waktu luang akan ada waktu sibuk, setelah sehat akan ada masa sakit ... manfaatkanlah masa sehatmu dan waktu luangmu sebaik mungkin.
7). Sesungguhnya masa sakitmu dibandingkan masa sehatmu lebih banyak waktu sehatmu. Coba ingat berapa lama kamu sakit? Seminggu? Sebulan? Setahun? Bandingkan dengan masa sehatmu! Maka, bersyukurlah..
8). Janganlah engkau merasa aman dari perbuatan maksiat yang engkau lakukan secara diam-diam.
Jika istri, suami atau orang lain tak ada yang mengetahui, akan tetapi Allah mengetahui perbuatanmu. Dan kelak perbuatanmu akan dipertanggungjawabkan di akherat kelak.
9). Apabila perbuatan maksiat sudah engkau lakukan, menyesal lah! Bertaubatlah..
Bertaubat dengan sebaik-baik taubat. Janganlah engkau ulangi. Tegakkanlah sholat niscaya akan menghapusnya. Berbuat baiklah kepada orangtuamu
10). Berdo'alah. Sesungguhnya do'a yang paling banyak diiucapkan nabi shalalallahu 'alaihi wa sallam adalah : Ya muqollibal quluub, tsabbit qolbii' alaa diinik (Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku dalam agamaMu.)
11). Jangan engkau tinggalkan setelah sholat shubuh sebuah do'a : Allohumma innii as aluka 'ilman naa fi'an wa Rizqon thoyyiban wa'amalan mutaqobbalaan (Ya Allah aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.)
12). Bacalah dzikir pagi dan sore, dia hanya meminta waktumu 10 menit. Kau bisa melakukan disela² aktivitasmu.
13). Bacalah buku yang bermanfaat. Karena ia dapat menghantarkanmu kepada kebaikan. Bacalah buku 4 jam dalam sehari.
14). Manusia yang paling utama adalah yang baik akhlaknya. Dan manusia yang paling cerdas adalah yang selalu mengingat mati dan mempersiapkan bekal menghadapi kehidupan setelah kematian.
15). Janganlah engkau panjang angan-angan untuk kehidupan duniamu.
Ketika usahamu telah mencukupi kebutuhan hidupmu, tak usah engkau tambahkan beban hidupmu dengan berutang untuk memperluas usahamu. Karena bisa jadi engkau akan mati meninggalkan hutang dan sesungguhnya Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam tak bersedia menyolati jenazah orang yang mati meninggalkan hutang.
16). Dapat engkau melakukan hal-hal mubah seperti menjaga kesehatan badanmu, akan tetapi janganlah hal tersebut membuatmu lupa menjaga kesehatan hatimu.
17). Berikan rasa cintamu untuk orang-orang shalih, bukan untuk orang-orang kafir.
18). Terakhir, maafkanlah orang yang telah menyakiti hatimu
#Copas (semoga Allah memberkahi penulisnya)
“Tak ada kewajiban yang lebih berat dari sabar dalam menghadapi takdir, dan tak ada perbuatan yang lebih utama dari ridha saat menerimanya”
— Ibnu Al-Jauzi (via jurnalramadhan)
Ketika pemikiran tak seperti yagn seharusnya, otak menjelajah terlalu liar alam-alam yang tak semestinya.
Ketika amarah menguasai, seseorang bisa hidup dan mati berkali-kali di dalam pemikiranku.
Ketika sedih terlalu menjadi, suara ini rasanya sesak ubahkan hanya untuk bernafas, walau itu hanya di pikiranku.
Ketika terlalu bahagia, hanya pikiranm pula yang mampu berteriak sekeras-kerasnya uinutk memberitajykan kepada dunia bahwa betapa bahagianya diri ini.
Ketika semua itu hanya terjadi di pemikiran, aku hanya bisa berekpresi datar tak menunjukkan apa-apa. hanya datar.
Saat ini berada di fase sudah tak peduli lagi orang mau menyapandengan apa, Bu, Tente, Bibi, Kakak, Mbak, Adek, atau apalah....
Bisa jadi ada 1000 alasan unutk berbuat jahat, namun juga ada 1000 alasan unutk tetap berbuat baik.
Tuhan, semoga hati ini tetap teguh pada keyakinan-keyakinan baik yang selama ini kupercayai. Teguhkanlah hati ini ketika dihadapkan pada keragu-raguan yang membuatnya rawan putus asa. Agar semua yang sedang kuperjuangkan dan kuyakini, tak menjadi sia-sia. Meski, aku tahu betul bahwa tidak ada yang sia-sia bagiMu. Aku tahu caraMu tak sama dengan caraku. Aku hanya berdoa dengan sangat, semoga apa yang menjadi ujianku tak seberat itu, meski aku juga sangat tahu selama ini bahwa ujian itu tak pernah lebih besar dariku. Aku hanya takut, saat hatiku lemah. Aku kehilangan keyakinan dan aku memiliki perasaan sia-sia. Maka, teguhkanlah hatiku. ©kurniawangunadi Tuhan, berikan aku kekuatan, agar semua keyakinanku tak akan menjadi sia-sia.
Aku KALAH!!! kali ini aku kalah,,,
Ada yang tengah malam bangun dan mengadu pada Tuhannya, perihal ujian yang datang tanpa henti dan bertubi-tubi. Ia tahu bahwa pagi hari nanti ujian itu tetap harus ia hadapi, hidupnya akan tetap ia jalani. Yang berbeda hanya hatinya lebih kuat, pundaknya lebih kokoh.
Tersebab ia menyandarkan dirinya pada pemilik semesta.
@jndmmsyhd
Sedih, tak tahu harus apa. Serasa langit akan runtuh dan menghacurkan segalanya yang telah hancur.
Gelak Tawa itu Tak Lagi Sama
Di tengah keramaian ada rasa sepi. sepi ketika mengingat kau yang tak bisa lagi ada di sini. Dan ketika ku mengintip dari balik lensaa kamera, ingatan membawaku pada acara serupa 3 tahun silam.
Kau yang selalu ada dan sigap dengan kepanitian selalu heboh. Tawamu masih sangat jelas dalam ingatan. kepergianmu yang tak bisa kulihat secara langsung membuat seketika air mata kembali jatuh tak terelakkan.
Tak menyangka ini lebih sakit dari yang kukira. ditengah tawa dan senda gurau hari ini, aku kesepian karena kau tak ada. Kau yang selalu ada membantu dalam segala hal dan selalu menyemangati. kali ini kau tak dapat nerasakan kegembiraan ini. Kau tenggelam dalam hiruk pikuk ilmu yang sedang kau tunaikan. Kau yang mengajarkan untuk selalu total dan tidak setengah-setengah dalam mengerjakan sesuatu. "Kerjakan dengan hati IT, dinikmati IT."
Dua tahun lagi dengan izin Allah kita akan kumpul kembali dalam gelak tawa yang sama kawan.
hmmm.... melihat angka ini aku jadi bertanya sendiri... apa saj a yang ada disitu?
Lakukan yang terbaik semaksimal mungkin setiap apapun yang kau lakukan,,, bukan untuk orang lain, tapi itu untukmu sendiri, bukan untuk siapa-siapa.
Baja itu mungkin keras.
Beton itu mungkin lebih keras lagi.
Tapi tetap saja akan rusak, pecah, dan berantakan jika dia sudah tak mampu menahan beban yang ada.
Bersatu untuk menjadi lebih kuat, menggabubgkan beton dan baja bisa jauh lebih kuat, tapi tetap saja akan ada titik lemahnya.
Jia Dia yang Maha Menciptakan berkehendak maka itulah ketetapa-Nya.
Setiap dari kita mempunyai jalan dan jembatannya masing-masing. Setiap orang mempunyai cerita masing-masing.
Namun tujuan akhir haruslah satu yaitu syurga-Nya. Sebelum itu tiba pastikan amal baik menemani setiap langkah.
Bismillah....
Sudah terlalu lama, bahkan menuliskannya pun tak sanggup lagi
Puasa Hari 1
Mungkin kita baru menyadari bahwa sebagian besar dari kita akan menjadi manusia biasa di bumi ini. Tidak dikenal banyak orang, tidak menjadi extraordinary dengan menjadi pendiri start up, memiliki perusahaan, menjadi pemimpin di sebuah tempat, jadi selebriti, dll. Kita hidup dengan menjadi orang biasa, bekerja untuk kebutuhan kita dan keluarga, hidup rukun dan damai dengan tetangga dan masyarakat yang lebih luas. Sembari menghidupkan mimpi-mimpi kecil kita; buka usaha kecil-kecilan untuk menambah pendapatan, belajar bahasa asing, menyekolahkan adik-adik, naik gaji, atau mungkin bermimpi untuk membeli hp baru di akhir tahun karena hp kita sudah waktunya ganti tapi uang yang kita miliki masih dipakai untuk prioritas yang lain.
Kita mungkin memang tidak bisa secemerlang teman-teman kita yang lain. Yang karyanya bisa kita saksikan di mana mana, yang pekerjaannya memberikannya gaji sebulan setara gaji kita setengah tahun atau bahkan mungkin dalam setahun, atau menjadi orang yang dikenal oleh banyak orang dan mengisi dibanyak acara, atau mungkin menjadi figur publik yang berani muncul ke permukaan sementara kita selalu menghindari pembicaraan dan hal-hal terkait politik, dan gerakan-gerakan lain. Dan inilah hal yang membuatku amat bersyukur sebagai seorang muslim. Karena penilian-Nya tidak terikat pada semua hal di atas. Kemuliaan tidak dilihat secara kasat mata seperti yang kita saksikan sehari-hari dan yang sering menjadi sumber ketidakbahagiaan kita karena sering membanding-bandingkan diri. Karena menjadi orang biasa, bukan berarti kita telah gagal dalam hidup, atau menjadi tak bermakna. Karena sekali lagi, ukuranNya bukan itu. Maka, penting untuk kita tahu dimana Dia meletakkan ukuranNya dalam menilai kita sebagai manusia. Agar, apa yang kita lakukan bukan lagi tentang menjadi biasa atau luar biasa. Melainkan bagaimana agar kita bisa memiliki hidup yang bermakna dan bermanfaat.
Paling tidak, kita tidak menyusahkan orang lain. ©kurniawangunadi | 14 April 2021