Marcus
Marcus b. Juli 1884 d. 30 Agustus 1935 Rest in Vrede
View On WordPress
Jules of Nature

Game Changer & Make Some Noise
Show & Tell
occasionally subtle
The Bowery Presents
Misplaced Lens Cap
★
todays bird

No title available
Sade Olutola

bliss lane
Sweet Seals For You, Always

Kiana Khansmith
ojovivo
Not today Justin
hello vonnie
No title available

gracie abrams

No title available
No title available
seen from Türkiye

seen from Colombia
seen from Uzbekistan

seen from United States
seen from Canada
seen from United Arab Emirates

seen from France

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Italy
seen from United States

seen from Uzbekistan
seen from United States
seen from United States
seen from Dominican Republic
seen from France
@kedaipreanger
Marcus
Marcus b. Juli 1884 d. 30 Agustus 1935 Rest in Vrede
View On WordPress
Johan Christiaan Bik
Hier RustMijn Lieve ManJohan Christiaan BikGeb : 4-1-1877Overl : 17-3-1934Rust zacht en tot weerziens
View On WordPress
A. J. W. Bloem
Hier RustOnze Lieve Man en VaderA. J. W. BloemGeb. te Batavia 26 September 1880Overl. te Bandoeng 1 Desember 1941Rust Zacht en Tot Weerziens
View On WordPress
P. A. Ursone
P. A. Ursone185823-5-1935 Kompleks Makam Keluarga Ursone – Pindahan dari Kerkhoff Pajajaran (Kebon Jahe)
View On WordPress
M. G. Ursone
M. G. Ursone23-4-18391-9-1897 Kompleks Makam Keluarga Ursone – Pindahan dari Kerkhoff Pajajaran (Kebon Jahe)
View On WordPress
J. A. G. van Dijk
J. A. G van DijkGeb. 7 Sept 1855Overl. 7 Nov 1914 Kompleks Makam Keluarga Ursone – Pindahan dari Kerkhoff Pajajaran (Kebon Jahe)
View On WordPress
Wajah Bandoeng Tempo Doeloe di Mata Haryoto Kunto
Setiap kota pasti menorehkan kesan tersendiri bagi penghuninya, lepas dari apakah dia penghuni tetap ataupun sekadar singgah karena tuntutan sekolah atau pekerjaan. Kalau dibalik, setiap orang pasti menyimpan kesan tersendiri tentang kota yang ditinggalinya baik itu hanya untuk sementara ataupun dalam jangka waktu yang sangat lama.
Haryoto Kunto (1940-1999) menuangkan kesan-kesannya tentang Kota…
View On WordPress
Gra Rueb, Perempuan Pematung Vebraak
Gra Rueb, Perempuan Pematung Vebraak
Berikut ini tulisan Audya Amalia, rekan saya di @KomunitasAleut. Sudah dipost juga di beberapa website lain.
Apa yang biasanya dikisahkan setiap kita membahas tentang patung pastor di sudut Taman Maluku Bandung? Cerita yang selama ini berkembang di masyarakat selalu saja berhubungan dengan urban legend yang mengisahkan bahwa patung tersebut dapat bergerak dan berubah posisi.
Setiap mendengar…
View On WordPress
Travelogue : Situ Cileunca, Pangalengan
By adiraoktaroza
Sekitar 45 Kilometer dari Kota Bandung, terdapat sebuah Danau yang menyimpan beribu pesona dan cerita, Situ Cileunca namanya. Lokasi tepatnya berada di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Berada di ketinggian 1550 Mdpl, membuat Situ Cileunca memiliki hawa yang sejuk dan menyegarkan. Bahkan di saat-saat tertentu suhu di sana dapat mencapai 10°Celcius. Selain suasana…
View On WordPress
Mengenal Willem Gerard Jongkindt Conninck
Oleh: Vecco Suryahadi (@Veccosuryahadi)
Pada bulan Juni 1934, sebuah perayaan spesial untuk Tuan W.G. Jongkindt Coninck diselenggarakan di Kertamanah. Banyak telegram, karangan bunga, serta bingkisan diterima oleh panitia perayaan di Kertamanah. Saking spesialnya perayaan ini, banyak artikel koran Belanda yang merekam peristiwa ini. Tapi siapa sih Tuan Jongkindt ini?
Untuk mengenalnya, mari kita…
View On WordPress
PROPINSI SUNDA KETJIL, REPUBLIK INDONESIA
PROPINSI SUNDA KETJIL, REPUBLIK INDONESIA
TERJUAL
PROPINSI SUNDA KETJIL, REPUBLIK INDONESIA Kementrian Penerangan, 1953 245 halaman Kondisi lumayan. Banyak foto. Rp. 100rb
Kontak 0812 2321 9025
View On WordPress
Dalam disertasinya tentang naskah-naskah Dipati Ukur, Edi Suhardi Ekadjati menyebutkan bahwa catatan tertua tentang tokoh ini mungkin yang ditulis oleh Salomon Muller dan P. van Oort dan diterbitkan dalam Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen tahun 1836. Salomon Muller dan van Oort adalah anggota des Genootschaps en Natuurkundige Komissie in Nederlands Indie yang sudah mendapatkan pelatihan dari Museum Leiden dan sedang melakukan perjalanan penelitian tentang dunia binatang dan tumbuhan di kepulauan Indonesia.
Pada tanggal 15 Januari 1833 pasangan ini berada di daerah Cililin, dua hari kemudian mereka diantar oleh beberapa orang penduduk setempat ke puncak Gunung Lumbung untuk menyaksikan peninggalan-peninggalan purbakala. Di puncak gunung inilah, Muller dan Oort mendapatkan cerita dari seorang tua tentang tokoh Dipati Ukur, tempat persembunyian dan benteng pertahanan terakhirnya. Catatan Muller dan Oort kemudian dimuat oleh NJ Krom dalam buku Laporan Dinas Kepurbakalaan (Rapporten van den Oudheidkundigen Dienst in Nederlandsch-Indië) yang terbit pada tahun 1914.
Pada hari Minggu lalu (12 Maret 2017), secara tidak sengaja kami juga sampai di lokasi yang dikunjungi oleh Muller dan Oort pada tahun 1833 itu. Di tengah ladang di puncak gunung ini, ada sepetak tanah yang dibatasi oleh susunan batu membentuk ruang persegi dengan beberapa pohon hanjuang merah yang menjadi batas petak. Di tengah petak terdapat pohon puspa dan nangka dan berbagai jenis tumbuhan lain, terutama hanjuang hijau. Nah di bawah pohon puspa inilah kami lihat dua buah batu panjang dalam posisi berdiri dan di bawahnya sebongkah batu lain yang sepertinya merupakan potongan atau sisa sebuah arca, pada bagian yang tertinggal masih bisa dilihat pahatan sepasang kaki.
Salah satu batu berdiri ini bentuknya tampak lebih modern, bagian atasnya melancip dan di beberapa sisi seperti ada bekas pahatan tulisan huruf Latin. Sebentar saya menduga batu ini seperti tugu triangulasi atau yang di beberapa tempat biasa disebut sebagai sayang kaak, kemudian ragu sendiri karena batu ukurannya lebih tinggi daripada yang biasa saya lihat. Pada batu yang lebih tua juga sepertinya ada bekas pahatan-pahatan, entah huruf atau relief, terlalu samar. Sementara pada bagian belakang sisa arca, terdapat pahatan yang membentuk huruf-huruf Latin, sepintas kami kira itu hasil vandalisme modern.
Tentu saja di sini kami tak bertemu dengan orang tua yang bercerita pada Muller dan Oort, tapi kami bertemu seorang tua lain, pensiunan Dinas Purbakala (?) yang sebelumnya bekerja di Cimahi dan ingin menghabiskan hari tuanya di Desa Mukapayung. Darinya kami mendengar tentang beberapa situs lain yang tersebar di puncak-puncak gunung di dekat Mukapayung, di antaranya Gunung Gedogan dan Gunung Masigit yang terlihat tidak terlalu jauh dari lokasi kami berdiri. Ya, kunjungan berikutnya ke kawasan ini, kami akan kunjungi dan lihat lebih banyak.
Gunung Lumbung
Dalam disertasinya tentang naskah-naskah Dipati Ukur, Edi Suhardi Ekadjati menyebutkan bahwa catatan tertua tentang tokoh ini mungkin yang ditulis oleh Salomon Muller dan P.
Gunung Lumbung Dalam disertasinya tentang naskah-naskah Dipati Ukur, Edi Suhardi Ekadjati menyebutkan bahwa catatan tertua tentang tokoh ini mungkin yang ditulis oleh Salomon Muller dan P.
Kopi Colombia dari Amerika Selatan mampir di #KedaiPreanger. Ayo coba, enak mana sama kopi lokal Priangan atau Nusantara?
PETA SEJARAH PERJUANGAN POLITIK UMAT ISLAM DI INDONESIA
PETA SEJARAH PERJUANGAN POLITIK UMAT ISLAM DI INDONESIA
(TERJUAL)
PETA SEJARAH PERJUANGAN POLITIK UMAT ISLAM DI INDONESIA Abdul Qadir Djaelani CV. Tribakti, 1996 287 halaman Kondisi baik
Kontak 0812 2321 9025
Ini buku yang mencoba menyampaikan kembali fakta2 sejarah secara berbeda. Bisa dilihat dari Daftar Isi buku: I. Pendahuluan II. Idola Nasional: Majapahit atau Perlak? (1) Majapahit (2) Perlak dan Pasai (3) Analisa III. Pahlawan Nasional atau…
View On WordPress
Dari kegiatan #ngaleut versi Jakarta alias #Ngojak, kami dapatkan buku "Potret Kehidupan Sosial dan Budaya Masyarakat Depok Tempo Doeloe" karya Yano Jonathans.
Terima kasih @mentariqorina @indianaayu, kami dapat koleksi buku baru karya Pak Chaedar Alwasilah alm., "Memberdayakan Pendidikan Tinggi di Indonesia" dan edisi Inggrisnya, "Empowering Higher Education in Indonesia", sekaligus tambahan koleksi teh, Lotus Tea dari Kamboja.
Hari ini mendapatkan kiriman sebuah paket dari Pak Kurnadi Syarif Iskandar, setelah dibuka ternyata isinya dua halaman surat tulisan tangan dan sejumlah dokumen, di antaranya arsip pengambilalihan perusahaan² perkebunan dari Belanda ke pemerintah RI. Dokumen lainnya berjudul "Sambutan Pelaku Nasionalisasi Perusahaan Perkebunan Milik Belanda, 10 Desember 1957" atas nama: M.I. Salhuteru, R.H. Pandji Natadikara, H.A. Djuhana Sastrawinata, dan H. Kurnadi Syarif Iskandar. . Apa yang akan dan dapat dilakukan dengan dokumen² ini? Kami belum tahu pasti, tapi semoga ada sesuatu yang baik di depan...