"pasti tak mudah jadi yang pertama"
satu kalimat, dengan makna mendalam.
No title available

❣ Chile in a Photography ❣
Three Goblin Art
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
ojovivo
NASA
official daine visual archive
Not today Justin

pixel skylines
Fai_Ryy
will byers stan first human second
Mike Driver
Cosimo Galluzzi
art blog(derogatory)
Xuebing Du
we're not kids anymore.
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
h
almost home
I'd rather be in outer space 🛸
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Romania

seen from United States

seen from United States

seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@kkxxxsworld
"pasti tak mudah jadi yang pertama"
satu kalimat, dengan makna mendalam.
Kamu adalah satu-satunya orang yang akan selalu hidup dengan dirimu setiap hari. Tidak ada liburnya, tidak ada pergantian peran.
Dari pagi yang paling cerah sampai malam yang paling sunyi, kamu akan selalu jadi penghuni tetapnya. Menyaksikan, merasakan, menanggung, dan berharap.
Hanya karena kamu tidak seharusnya hidup sendirian, belum tentu egois jika meletakkan dirimu di urutan pertama.
anak pertama penuh dengan lukanya
berteman dengan sepi. berkelana dengan diri sendiri. berpikir sendiri. bahkan sakit sendiri
ah dasar manusia. sangat senang dengan sepi
katanya, jangan menyerah akan keadaan. lantas harus bertahan sekeras apalagi? bukankah sudah lebih dari cukup?
semoga saja manusia senantiasa berdamai dengan dirinya. tidak mengeluh atas apa yang terjadi. baik ataupun buruk sebuah luka, semoga lekas pulih
manusia amat senang bermain peran
manusia selalu memiliki alasan atas semua perbuatan yang ia lakukan. entah itu perbuatan baik maupun perbuatan yang tidak baik. tak ayal manusia seringkali berbohong perihal segalanya. demi menjaga nama baik dirinya sendiri.
hindia punya lagu judulnya Membasuh. maknanya, sebagai manusia kita harus belajar memberi tanpa pamrih. harus ikhlas dari dalam hati dan tidak mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun.
tapi... namanya manusia, seringkali kita merasa bahwa secara sadar maupun tidak, kita ingin siapapun yang ditolong bisa lebih maju daripada kita.
namun, yang terjadi adalah apapun itu, ekspetasi maupun harapan seringkali tak ayal hanya menjadi angan belaka.
manusia sering lupa akan bersyukur. manusia seringkali lupa berkata terimakasih, minta maaf, serta tolong.
sabar dan ikhlas memang satu kesatuan. tapi kenapa rasanya berat sekali?
bagian anak pertama merawat luka masa kecil. sebagai pengingat bahwa kehidupan seringkali tidak sebanding dengan apa yang terjadi. tak ayal sering kali anak pertama mengingatnya sebagai bentuk dari sebuah perjalanan hidup. kata orang kepada anak pertama, "setidaknya kamu harus sukses agar orang tua mu tidak lagi kesusahan seperti sebelumnya". atau sebagian orang berkata "sudah jangan buru-buru nikah, bahagiakan kedua orang tua dulu. nanti kalau sudah nikah ga mungkin bisa".
sebagai anak pertama aku juga setuju dengan obrolan-obrolan mereka, tapi di jauh lubuk hati yang paling dalam, ada juga rasa sedih, rasa kesepian. tak ayal kalau tidak berhasil jadi yang paling merasa bersalah. bahkan merasa sangat tidak berguna.
kenapa manusia diciptakan untuk merasakan hal seperti ini? struggle tiap orang memang berbeda, tapi kenapa harus anak pertama yang mengalami ini jauh lebih pedih?
kufikir, ketika anak pertama memiliki adik, beban dipundaknya cukup sedikit lega. tapi ternyata hal itu tidak terjadi. bahkan adiknya pun terkesan sama saja. mungkin malah makin menambah beban mental. kenapa begini? apa semua anak pertama merasakan hal seperti ini? jika iya, bagaimana cara mereka bertahan hidup?
rasanya ingin sekali bertanya, apa yang mereka rasakan.
siapa juga yang mau gagal?
semua orang juga tidak ingin gagal
tumbuh menjadi anak pertama seperti tidak benar-benar hidup. acaknya sering kali anak pertama dibiarkan untuk selalu mengalah terhadap apapun. ia dibiarkan merasa bersalah, merasa sepi, bahkan merasa tidak berguna.
ketika ia memilih untuk diam saja. hatinya terasa nyeri. pikirannya serasa bergemuruh. ia seakan berbicara pada dirinya sendiri bahwa dia tidak sanggup. ia ingin teriak, tapi tidak bisa.
ia ingin berkata bahwa ini tidak adil. tapi ia tidak bisa apa-apa.
diutarakan dianggap membangkang. dipendam rasanya pedih.
ia dibiarkan memikul tanggung jawab yang tidak seharusnya ia lakukan.
bukankah anak pertama juga baru pertama kali menjadi seorang anak?
lantas mengapa, ia harus jadi garda terdepan untuk semua orang. tidak boleh mengeluh dan harus menjadi contoh yang baik.
contoh yang seperti apa yang harus dicontohkan. padahal anak pertama juga butuh contoh bukan?
hati anak pertama harus kuat, harus tahan banting. tidak boleh lemah. jadi kenapa hanya anak pertama yang diharuskan seperti itu?
memangnya anak pertama tidak boleh menangis? tidak boleh lemah? tidak boleh sedih?
rasanya dunia memang benar-benar tidak adil untuk anak pertama.
memaknai perpisahan sebagai bentuk menyelamatkan diri.
tidak semua perpisahan itu tidak baik, boleh jadi hari ini terluka tapi esok hari justru bersyukur.
"Jika hidup adalah untuk memaknai yang hilang; maka hargailah setiap pertemuan, karena sejatinya mengingat kembali tanpa bisa bertemu lagi itu adalah sakit yang tidak bisa dijelaskan."
-
Ferliana Harman
Maka dicarilah sudut paling gelap di internet, sebuah platform yang konon paling rahasia. Di sanalah semua keluh kesah ditumpahkan, semua topeng dilepas. Alasannya? "Biar bebas berekspresi tanpa dihakimi." Sebuah kebohongan yang indah. Karena setiap kali menekan tombol "post", ada bisikan lain yang lebih jujur: "Semoga ada yang baca."
Kita membangun benteng privasi yang tinggi, lalu diam-diam berharap ada seseorang yang cukup peduli untuk memanjatnya.
Roni. | 1 Oktober 2025
Wahai para gadis, jika kalian meminta sesuatu kepada Allah terkait pernikahan, mintalah kepada-Nya seorang suami yang bertauhid, berpegang teguh pada sunnah, memelihara rasa cinta, memperbanyak amal shaleh, lemah lembut dalam berdebat, bersifat lembut dalam mencapai kesepahaman, taat kepada Allah, dan menyampaikan kebenaran secara terang terangan.
- repost instagram salaf_tv
bisa saja yang kamu langitkan hari ini akan terjawab suatu saat nanti.
mungkin sesuai dengan apa yang kamu pinta, namun bisa pula berbeda akan tetapi jauh lebih baik.
berbaik sangka itu diharuskan.
bersabar, pasrah dan berlapang dada itu kuncinya.