Cerita #1. Ketika tak ada yang peduli padamu
Nak.. mungkin akan ada fase dalam kehidupanmu, ketika kebutuhan dan perasaanmu tidak diperhatikan oleh orang lain. Jika hal itu terjadi, maka bertahanlah. Jadilah kuat dan mintalah kekuatan pada Allah yang pasti menolongmu.
Waktu itu, usia pernikahan bunda dan papah mungkin baru berusia sekitar 7 atau 8 bulan. Suatu hari, papah pulang dari dinas ke Jogja dan ternyata kena penyakit DBD sehingga harus dirawat di Rumah Sakit.
Saat itu, bunda sedang hamil 3 atau 4 bulan. Tentu bunda harus menemani papah di Rumah Sakit kan. Walaupun, ammah sempat menawarkan diri untuk menemani di rumah sakit, tapi papah mau bunda saja yang menjaga.
Papah masuk di ruang rawat inap kelas 2. Jadi di dalam 1 kamar besar, ada 2 atau 3 pasien (bunda kurang ingat persisnya). Yang bunda pikirkan saat itu adalah, nanti malam mau tidur gimana, sedangkan badan yang sedang hamil dan masih adaptasi ini rasanya juga ga terlalu fit saat itu. Kata beberapa orang, baiknya ibu hamil ga berlama-lama di rumah sakit karena khawatir terkena penyakit dari RS. Sempat berharap kalau ga harus ikut menginap di RS. Tapi, demi melayani suami, bunda pun mencoba mengalahkan ego dan tetap berada di sana mendampingi papah.
Malam pertama, bunda tidur di lantai yang beralaskan tikar atau karpet yang dibawa dari rumah tanpa bantal. Ketika badan lelah seharian, mengurus administrasi, naik turun lantai, menyuapi, dan lain-lain, akhirnya kesempatan untuk istirahat.
Rasanya saat itu badan sangat lelah, tapi mau tidur pun sakit karena terasa keras di badan. Di posisi itu, rasanya sedih. Meskipun kita bukan yang sedang sakit, tapi ternyata ga ada yang peduli sama kita. Tapi bunda berdoa terus sama Allah, minta dikuatkan, dijauhkan dari segala penyakit. Karena sebaik-baik tempat bergantung dan meminta ya cuma Allah saja.
Di hari kedua, alhamdulillah papah bisa dipindah ke kelas VIP. Alhamdulillah kamarnya nyaman, ada sofanya. Setidaknya bunda ga harus tidur di lantai lagi.
Pengalaman hamil pertama dan masih awal, rasanya bunda jadi mudah lelah. Setelah urus pindah kamar, nyuapin, bolak balik anter ke kamar mandi, dan juga nerima penjenguk seharian. Akhirnya tiba waktunya tidur malam.
Rasanya bersyukur, badan bisa tidur lebih nyaman di sofa. Mungkin saat itu bunda baru bisa tidur lebih nyenyak, sampai sampai bunda ga dengar papah bangunkan untuk ke kamar mandi. Saat itu papah mungkin agak kesal karena bunda susah dibangunkan sedangkan dia sudah pengen banget ke kamar mandi.
Tapi entah kenapa, saat itu bunda rasanya sediiiih banget. Padahal, bunda tertidur agak lelap juga karena lelah, ditambah juga lagi hamil jadi badan capek sekali.
Setelah itu, untuk mengatasi rasa sedih yang bunda rasakan, bunda pun memilih untuk sholat malam saja. Biar bisa curhat sama Allah, minta kekuatan sama Allah untuk bunda dan untuk kakak yang ada di perut bunda, dan pastinya minta kesembuhan segera untuk papah agar lekas bisa pulang ke rumah.
Itu adalah satu momen yang masih terekam jelas diingatan. Bagaimana ketika bunda saat itu merasa sendirian, tidak diperhatikan karena semua orang tentu fokus pada yang sakit, padahal saat itu kita juga sedang hamil muda.
Namun, alhamdulillah itu semua bisa dilalui. Semua berkat Allah. Allah yang tenangkan, Allah yang berikan kekuatan, Allah yang mampukan. Pokoknya, kapanpun kakak merasa sendiri, sedih, ga tau harus kemana dan harus gimana. Sholat ya, nak... minta pertolongan dan ceritakan semua sama Allah. Allah sebaik-baik penjaga. Allah yang Maha Tahu isi hati kita, di saat ga ada siapapun di dunia ini yang ngertiin kita. Tenang, kita punya Allah 🤍
Jadilah anak yang kuat, tak apa menangis. Menangislah dan tumpahkan segala kesedihanmu sama Allah. Sebab Allah lah yang mampu membolak-balikkan keadaan dan hati manusia.
Tenang, sayang... kamu ga sendiri 😊
Semoga... kapanpun ketika kamu merasa sendiri dan kesepian, tulisan-tulisan bunda ini bisa nemenin kamu dan bikin kamu tenang, ya :)
- Rumah di Bekasi, 20 Februari 2025