Kuat lemah semuanya dari Allah. Percayalah Allah Maha Romantis.
Kalau aku cinta Allah, pasti Allah juga kan?
Kalau begitu, Allah ndak akan biarkan aku terpuruk kan? Kecuali jika aku sendiri yang membuat terpuruk diriku sendiri.
Dapat motivasi ini dari salah satu akun ig yg saya follow.
Yaaa...beberapa pekan terakhir saya mengalami kesedihan dan kegalauan yg mendalam.
Lemah sebelum tempur.
Esok masih misteri tapi sudah banyak menduga. Hasilnya lemah, takut, dan gak jadi berjuang.
Alhamdulillah dipertemukan dengan postingan tadi. Intinya begini:
Jika merasa lemah, berdoa minta sama Allah biar dikasih kekuatan menghadapi segala masalah. Allah yang akan menguatkan. Jangan takut karena tidak bisa sebelum mencoba.
Ya, Allah itu Maha Baik. Maha Romantis.
Ingin kita tidak terlena dalam nikmat dan rindu manjanya kita aja saat berdoa, makanya dikasih cobaan dikit.
Percayalah. Allah kasih masalah, udah sepaket sama solusinya. Cuma gak barengan aja dikasihnya. Caranya pun beda. Kalau dikasih masalah tanpa kita minta, ya diminta lah solusinya. Allah akan kasih.
Jangan buat aku menangis. Aku tidak suka menangis.
Aku tidak sekuat yang terlihat. Aku hanya seorang yang bisa dikata rapuh, hanya selalu berusaha kuat dan tegar. Bisa dikata juga, aku adalah perempuan dengan perasaan yang sensitif. Baperan kalo kata orang. Tapi untung, otaknya masih berfungsi, alhamdulillah, masih bisa berpikir logika.
Ketika aku menangis hebat, aku takut. Aku takut napasku sesak, suhu badanku jadi lebih dingin, kaki dan tanganku menjadi kaku, terlebih tanganku akan kaku mengeriting atau menggenggam. Tak tau kenapa.
Aku tidak suka menyalahkan orang lain. Tapi aku sering menyalahkan diriku sendiri. Aku benci hal itu.
Ekspresi sedih, sakit hati, dan marahku adalah diam. Beda tipis ketika aku sedang berpikir :)
Aku tidak mau terlihat cengeng, makanya aku selalu menarik diri ketika ingin menangis terlebih karena sakit hati. Menangis di ruang tertutup (kamar tidur atau kamar mandi) atau di atas sajadah. Karena jarang terlihat sedih di muka umum, orang jadi mengira aku selalu bahagia :") alhamdulillah. -aamiin-
Aku tidak suka menangis, karena itu berarti aku sedang sedih sangat mendalam.
Btw, kalau di tempat umum ingin nangis, biasanya aku mendongakkan kepala melihat ke atas, tarik dan hembuskan nafas sambil baca istighfar. Cukup ampuh menahan air mata biar nggak tumpah :')
“Aku mengenal seseorang.
Kita bertemu pada suatu keadaan yang kebetulan. Aku yang memang sedang membutuhkan seseorang, dan ia yang sedang sendiri; tampak menjadi alasan mengapa kita seperti ini.
Aku mengenal seseorang.
Bersamanya aku bahagia. Dia adalah orang yang kucari ketika orang yang kucinta tengah pergi. Dia adalah peran pengganti favoriteku.
Aku mengenal seseorang.
Dia baik, dia juga ramah, kenyamanan yang dia tunjukkan kerap membuatku takut untuk kehilangannya. Namun aku tak mampu lebih, hatiku tak mampu bersamanya.
Apa aku salah?
Apakah kedatanganku yang hanya ketika aku kesepian adalah sebuah kesalahan?
Namun, aku rasa ia tak masalah.
Aku rasa, ia pun tak mempermasalahkan kedekatan kita.
Aku rasa, aku pergi pun, ia tak apa.”
Aku rasa, itu adalah kalimat yang kau ucap tentang aku di depan teman-temanmu.
Tanpa tahu apa yang sebenarnya aku rasa.
Tanpa tahu seberapa berat aku tersiksa.
Tanpa mengerti, mengapa aku tetap seperti ini. Di sini. Sendiri.
Rabu malam, tanggal sembilan maret duaributujuhbelas.
Enggak laper banget sih, tapi pengin makan. Kantin kos udah tutup, galau dong, mau makan apa enggak yaa. Dari kemarin sih pengin makan martabak telor. Tapi masa iya cuma makan martabak doang, nggak ada nasi nggak ada sayur seger (?), isinya lemak, malem-malem lagi. Terus kepikir malam ini makan kwetiauw ortega (orang tegal asli :D) aja deh, sekalian beli kuota, kan searah, bisa jalan kaki.
Tapi masih pengin martabak, ah galau.
Kebayang kwetiauw yang ngebul2 asapnya, pedasnyaa.. atau martabak yang gurih dan ngebul-ngebul juga.
Akhirnyaa...ngidupin motor yang berhasil tak genjot berkali-kali karena 2 hari nggak dipake pergi-pergi.
Pertama, beli kuota dulu. Lanjut ke arah kwetiauw..karena ramai, nggak jadi deh, ke kang martabak aja.
Sampai di kang martabak, lihat list menu ...
“Pukis mas, rasa coklat!”
“berapa mbak?”
“satu aja”
“pukis apa martabak bandung mbak?”
“pukis mas, rasa coklat”
“satu biji?”
“??? mm..satu porsi”
“iya, mau berapa biji mbak? satunya dua ribu”
“oh, gitu.. sepuluh deh”
Pembeli jadi mikir dong.. oh jualnya bijian ya, kirain udah seporsi, kan di list harga nggak ada tulisannya kalo pukis jualnya per biji -_-
Selang beberapa menit (kayaknya nggak nyampe 5 menit), masnya menghampiri saya sambil bawa kresek. Nggak pake bilang “ini mbak, sudah. jadinya dua puluh ribu”. Spontan aja saya berdiri dari kursi tunggu dan mbatin kok cepet..eh pukisnya udah dingin yah :(
“dua puluh ribu ya mas?”
Saya pun pulang dengan perasaan sudah nggak pengin makan.
Sampai kos.. Ku buka kresek dan kotak pukisnya..
jeng jeeeenggg... Gosong :((
Yaah.. sudah dibeli, yasudah dimakan saja. habis 3 BIJI.
Sisanya? aku bagi ke tetangga kamar.
huhuhu.. aku mau sayur yg banyak aja laah..
melihat aku yg agak apes gini, teman sekamar nawarin “mbak mau apel? di kulkas ada tuh dikasih sama temen kemarin belum habis”
maaaauuuuuuuuu........
sambil ngetik ini, otak saya masih mbayangin kwetiauw pedas nan panas :9
Hari ini kuliah bersama dosen super (sebut saja Pak T), ahli gizi di salah satu rumah sakit swasta ternama di Kota Semarang. Ada sedikit cerita yang membuat saya belajar tentang cinta.
2 kali kehamilan istrinya mengalami hiperemesis gravidarum sejak awal kehamilan sampai akhir. Biasanya hiperemesis hanya terjadi di trimester awal. Hiperemesis gravidarum adalah rasa mual muntah yang berlebihan yang terjadi pada saat kehamilan. Jadi, makanan akan sulit masuk. Pada bumil yang mengalami hiperemesis ini biasanya BB turun. Padahal normalnya BB ibu hamil itu naik.
Hiperemesis selama 9 bulan, terjadi 2 kali kehamilan. Harus benar-benar menjaga kondisi tubuh dan mempertahankan BBnya.
Pekerjaan yang biasanya dilakukan sang istri semua dikerjakan Pak T. Pokoknya istri nggak boleh capek apalagi stres. Dimasakin, pekerjaan rumah dihandle, makan diatur sedemikian rupa biar bisa makan, dan BB harus terkontrol.
Buat para lelaki, harusnya dicontoh nih. Bertanggungjawablah!
mungkin itu yang namanya cinta. Pengorbanan! :)
Simbol cinta adalah rasa rendah diri dan hina di depan orang yang dicintai.
Hakikat cinta adalah perbuatan besar di dalam membela orang yang dicintai.
Kamu tahu rasanya dipertahankan ? Bahagia, dan sering membuatku uring-uringan. Meski katamu diamnya laki laki itu bukan hanya diam, tapi diammu banyak sekali memikirkan usaha terbaik yang hendak kamu lakukan. Mungkin seperti itu laki laki, sadar bahwa tanggung jawab ada pada pundaknya. Dan perihal caramu memperjuangkan yang kadang membuatku tak mengerti, aku percaya padamu.
Terimakasih, lagi dan lagi.
Penuh harap,
Semoga kebaikan kebaikan, menemanimu.
Semoga kemudahan di iringi keberkahan, menyertaimu. (via menyapamentari)
Modisco adalah makanan atau minuman padat energi yang biasanya diberikan untuk anak-anak gizi buruk. Selain itu juga bisa diberikan ke anak yang sehat tapi berat badan kurang (mungkin buat kalian yang kurus bisa coba nih :v )
Syarat modisco:
Berkalori tinggi.
Meskipun berkalori tinggi, pemberiannya harus disesuaikan dengan kasus kekurangan BBnya termasuk ringan, sedang, atau berat dan apakah ada odema/ tidak.
Murah
Agar bisa terjangkau oleh semua lapisan ekonomi masyarakat dan mudah cara mendapatkannya. Misalnya nih, nggak ada minyak jagung, pake minyak kelapa bisa, asal bukan minyak jelantah atau minyak curah.
Mudah dibuat
Pada anak-anak gizi buruk yang telah melewati masa2 kritis, maksudnya setelah masa perawatan di rumah sakit, diharapkan saat di rumah orang tua/ pengasuh bisa membuat sendiri dengan benar.
Dapat diolah dengan beranekaragam makanan
Modisco harus bisa dimodifikasi ke dalam bentuk makanan lain. Misalnya dicampurkan ke dalam pudding, dibuat es krim (yang ini enak banget kalo bikinnya bisa pas, selain itu juga banyak disukai anak2 jadi daya terimanya bisa lebih tinggi :D), dibuat biskuit, cake, dll.
Tapi modisco ini tidak boleh diberikan ke anak yang gemuk/ bb lebih dan pada penderita ginjal, jantung, dan hati (jadi buat kalian yang punya penyakit hati seperti patah hati, galau, gagal move on, termasuk iri dan dengki tidak disarankan konsumsi modisco ya :v *candaa)
Modisco terdiri dari modisco ½ , modisco 1, modisco 2, dan modisco 3. Bahan dasarnya dari susu, gula, minyak, dan air.
*)semua bahan harus tercampur rata, tidak ada lapisan minyak dan air.
Untuk penderita gizi buruk di masyarakat biasanya pengasuh anak akan dilatih cara membuat terlebih dahulu oleh ahli gizi puskesmas.
“puding pepaya modisco”
hasil diskusi kemarin:
Kurang pas, modisco itu harus padat energi (volum kecil dalam porsi sekali makan, tapi energi tinggi). Puding bisa mencapai kalori tinggi jika volumnya besar, karena airnya juga banyak.
Yaah bikin proposalnya kilat, jadi bikin menu seadanya (alasan aja sih, kelompoknya siapa to? :D)
Untuk modisco semacam ini lebih cocok dibuat es krim, karena ada ‘permainan’ lemak dan protein di sana, jadi energinya bisa tinggi tapi volumenya kecil. -oke koreksi buat kami ^^
“biskuit modisco”
pemilihan menu lebih baik dari yang puding, tapi rasanya.. hmm.. nempel di gigi :v :v :v
kita mah ngitung nilai gizi oke, masaknya yg kadang kurang oke :D insyaAllah kita gak kapok belajar dan dikritik kok *kibasponisambiltutupmuka
Diciptakan dari tulang rusuk. Kalo dipaksa jadi tulang punggung ya patah! Tapi sekarang banyak tulang rusuk yang jadi tulang punggung. See! Betapa kuatnya tulang rusuk itu. Lagi lagi tak lepas dari kuasa Tuhan yang memberikan kekuatan.
Sebelum Islam datang, kedudukan seorang wanita itu sangat rendah. Wanita dianggap sebagai sumber penyakit dan dosa. Wanita tidak akan mendapat warisan. Wanita dijadikan sebagai pelayan nafsu laki-laki. Kelahiran bayi perempuan adalah sebuah kehinaan.
Tapi.. setelah Islam datang, wanita diangkat derajatnya. Dimuliakanlah ia. Bahkan ada surat khusus yang membahas tentang wanita, An-Nisa (perempuan).
Kedudukan laki-laki dan perempuan adalah sama di hadapan Allah SWT dalam hal syariat dan keimanan. Ada kewajiban2 yang harus dilakukan sama seperti laki-laki, seperti: solat, puasa, zakat, menutup aurat, dll. Tapi wanita memiliki kekhususan:
Wanita tidak wajib mencari nafkah untuk keluarganya. [ TIDAK WAJIB, berarti “boleh” ]
Dalam hal warisan, dia memperoleh setengah bagian dari laki-laki
Wanita tidak boleh memimpin laki-laki, bahkan ia harus berada di bawah kepemimpinan laki-laki. (Bayangin aja. Wanita itu diberi 9 hati 1 otak, laki-laki diberi 1 hati 9 otak. Jadi itu kenapa wanita lebih berperasa/ sensitif. Kalo jadi pemimpin gimana? dikit-dikit baper, galau, nangis, nggak tegaan. Sekuat apapun wanita, pasti akan ada sisi rapuhnya. Jika ada seorang ibu single parent, muliakanlah ia. Yang ini aku jg proud to her! Berbanggalah, bebahagialah, bersyukurlah, berbaktilah padanya. Dia sudah sekuat tenaga jiwa raganya berusaha keras biar kuat lahir batin).
Tomboy
Setomboy apapun, sebanyak apapun teman laki-lakimu, selama masih “perempuan” akan ada momen atau saatnya akan diperlakukan seperti perempuan. Ingat ya girls! Kamu tetap berlabel “perempuan”. Jika Allah SWT, Rasulullah SAW, dan agama sudah memuliakan kita, dan kita tidak menjaga kemuliaan itu, siapa yang bodoh? Kita kan?
Pernah dengar kalimat kayak gini, “Allah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki” ?
Malu merubah tampilan yang udah biasa kayak “laki-laki” dan merasa udah nyaman seperti itu? iya ku tau awalnya malu, aku juga pernah. Makanya aku bisa ngomong :D takut? Iya takut, takut diledek. Pasti! Awalnya. Belum siap lahir batin? Kapan siapnya dong kalo gitu? Seiring berjalannya waktu, ledekan, perasaan takut, dan kebelumsiapan itu akan menjadi biasa dan terbiasa dengan perubahan yang baru menjadi seorang perempuan yang terus belajar memperbaiki diri.
Jilbab
Itulah identitas seorang muslimah. Pngen pake jilbab tapi kelakuan masih tomboy? Kenapa tidak? It’s okay. Dengan berjilbab akan mengidentitaskan bahwa kita seorang perempuan dan beragama Islam. Jilbab itu perintah bagi setiap wanita muslim yang sudah baligh, BUKAN yang sudah baik. Orang yang berjilbab pun belum tentu baik akhlaknya. TAPI, setidaknya ia sudah menggugurkan 1 kewajiban dan memulai 1 kebaikan. Kalo saya percaya “1 kebaikan akan memunculkan kebaikan-kebaikan yang lain. Maka, mulailah!”
Sumber:
Dari baca2 blog, dari hasil ikut seminar, dari pengalaman pribadi.
Mari memulai, belajar istiqomah, dan terus memperbaiki diri.
Jika tulisan saya salah, itu keterbatasan ilmu yang saya miliki, saya pun masih belajar. Benarkan dan ingatkan yaa :)