4 Langkah Manajemen Keuangan Keluarga Setelah Punya Anak
Selalu ada saja biaya yang keluar dengan rutin dalam suatu rumah tangga. Apalagi setelah Anda mempunyai anak. Jika tidak diatur dengan baik, maka bisa dipastikan Anda akan mendapati bahwa pendapatan selama sebulan tak akan cukup untuk membiayai kebutuhan pokok, keperluan bayi, dan tagihan rumah tangga. Di sinilah, Anda harus mencari cara untuk bisa melakukan manajemen keuangan keluarga dengan efektif.
Cara tersebut sebenarnya tidaklah terlalu sulit, inilah yang harus Anda lakukan:
1.Buat daftar prioritas pengeluaran
Anda akan memerlukan pengeluaran yang lebih besar lagi untuk anak Anda yang baru lahir, seperti perlengkapan bayi, susu, dan sebagainya. Buat catatan pengeluaran, dan buat prioritas, dari yang terpenting sampai yang tidak. Hapus pengeluaran percuma.
2. Hemat
Setelah Anda tahu persis mana saja pengeluaran dalam sebulan, saatnya menghemat, mulai dari pemakaian listrik, air, hingga telepon. Kurangi keperluan life-style yang tak terlalu penting seperti jalan-jalan dan makan di luar.
3. Investasi pendidikan
Biaya pendidikan semakin tinggi tiap tahunnya. Sekarang, setelah si kecil hadir, Anda harus bersiap ketika nantinya dia masuk sekolah. Investasikan ke asuransi pendidikan atau tabungan.
4. Asuransi jiwa
Hal ini semakin penting ketika anak sudah hadir dalam keluarga Anda. Tentunya Anda tidak ingin si kecil hidup terlunta-lunta ketika Anda meninggal, atau resiko tidak bisa bekerja lagi? Semakin awal Anda mempunyai asuransi jiwa, premi semakin rendah.
Siapkanlah juga dana khusus untuk keperluan darurat. Dana ini akan sangat berguna ketika ternyata asuransi tidak meng-cover situasi yang bisa terjadi dalam keluarga Anda. Secara idealnya, jumlah dana yang dicadangkan untuk keperluan darurat ini seharusnya sebesar 6-9 kali lebih besar daripada pengeluaran. Sebisa mungkin hindari hutang yang tak perlu agar Anda punya sisa pendapatan yang bisa disimpan.
Ketika Anda mempunyai anak, manajemen keuangan keluarga harus diubah. Anda tidak bisa lagi melakukan kebiasaan sehari-hari seperti ketika masih berdua saja. Apalagi jika Anda punya kebiasaan yang cukup konsumtif. Begitu punya anak, pikirkanlah bahwa mereka memerlukan investasi biaya yang besar sampai dewasa nanti, untuk kehidupan mereka sendiri, dan juga Anda sebagai orangtuanya.
Sumber: www.Duwitmu.com















