Kamu dan orang lain sama.
kamu terluka, orang lain pun terluka. Semua orang memiliki lukanya masing-masing. Setiap hari menyiksa, setiap hari menumbuhkan sesak. Tidak hanya terluka, tapi juga sulit untuk melepaskan, sulit merelakan. Dan yang paling parah adalah menyalahkan apa yang terjadi atas jalan-jalan hidup, atas apa yang di alami.
Tidak ada yang tidak terluka, semuanya terluka. Tapi cara mengatasinya yang berbeda. Bahkan ketika bertemu orang-orang, lalu mengobrol santai, tidak ada yang tahu bahwa masing-masingnya memiliki luka. Dan luka itu dalam parahnya. Tapi ketika berjumpa, biasa saja, tidak menunjukkan reaksi. Dan yang terlihat adalah keadaannya baik-baik saja.
Padahal setelah pergi meninggalkan, masing-masing kembali berperang dengan lukanya masing-masing. Berperang dengan hal rumitnya masing-masing. Dan kalau bisa melihat, tidak akan ada yang sanggup. Bahkan merasa takjub, bagaimana seseorang bisa melewati hal-hal itu sendirian. Bagaimana masih bisa bernafas ketika dihantam ombak besar. Bahwa kalau diberi kesempatan untuk melihat, orang-orang yang melihat pun mungkin terkapar kesakitan
Kamu menyimpan luka, orang-orang pun menyimpan luka. Percayalah, setiap orang yang terlihat di depan mata pandai untuk menyembunyikan luka. Dan akan kembali menerabas luka itu setelah selesai berjumpa denganmu. Mereka akan kembali termenung, memberantas hal-hal rumit mereka, sebagaimana kamu.
Kamu terluka, orang lain pun terluka.
@menyapamakna1












