Tulisan : Menjawab Kegelisahanmu
Umur kita sama-sama beranjak. Kalau kamu merasa selama ini terus menunggu, apakah kamu tahu mengapa sesuatu yang kamu tunggu tak kunjung tiba?
Kalau kamu takut waktu berlalu dan kamu tak menemukan, di sini aku takut kalau ternyata seiring waktu berlalu, aku tak kunjung memiliki keberanian. Sementara keberanian yang kuketahui, tidak hanya tentang kata sifat, tapi termasuk kata benda. Sesuatu yang hingga waktu terus berlalu, tak kunjung melekat. Kemapanan, kepemilikan, dan semua keberanian berupa kata benda yang terus menerus memenuhi isi ruang kepala. Sampai-sampai aku pun ragu apakah suatu saat nanti memiliki keberanian.
Umur kita sama-sama beranjak. Meski kita punya tujuan yang sama, ternyata semakin dewasa kita sadar bahwa tujuan ini tidak bisa serta merta membuat kita bertemu di jalan, kemudian berjalan beriringan. Ternyata tidak sesederhana itu.
Tujuan yang sama, memang mempertemukan kita. Tapi tidak menyatukan kita, karena kita sama-sama takut untuk percaya satu sama lain. Apakah benar orang ini? Apakah tujuan ini akan tercapai atau justru tercerai berai? Bahkan sebagai orang dewasa, kita sama-sama sadar, kalau memang benar tujuannya adalah ibadah, seharusnya bisa dengan siapapun yang tujuannya sama? Tapi ternyata tidak. Pertimbangan kita sebagai manusia terasa sangat manusiawi.
Tapi, bukankah waktu terus beranjak? Kalau kamu merasa selama ini terus berjuang, apakah kamu tahu mengapa apa yang kamu perjuangkan belum dimenangkan? Apakah jangan-jangan, perjuangan sebenarnya terjadi ketika keputusan diambil?
Sementara kita berlarut-larut dalam lautan keraguan, terengap-engap tenggelam dalam ketakutan. Takut miskin, takut salah pilih, takut tidak bahagia. Sementara ketakutan itu terus menarik kita hingga ke dasar keraguan yang gelap, sampai kita tidak percaya bahwa suatu hari nanti kita akan sampai ke tepian. Menemukan bahtera yang telah lama bersandar di dermaga, menanti kita menggunakannya untuk mengarungi samudra.
Kalau ketakutanmu begitu besar, kemungkinan besar, sama besarnya denganku. Sebab itu, mungkin kita tidak bertemu.
Bagaimana caranya agar kamu menjadi berani? Apakah kamu mau memberanikan diri? (c)kurniawangunadi







