Very surprising, right? When little things still make me upset and sad very easily...

titsay

Kiana Khansmith
d e v o n
todays bird
almost home
Peter Solarz
i don't do bad sauce passes

★

pixel skylines
noise dept.
hello vonnie
Xuebing Du
Three Goblin Art
NASA
Monterey Bay Aquarium

izzy's playlists!

Origami Around
sheepfilms
No title available
dirt enthusiast
seen from Egypt
seen from United States

seen from Argentina
seen from Italy

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Greece

seen from Germany
seen from Australia

seen from United States

seen from Germany
seen from Hong Kong SAR China
seen from United Kingdom
@lintangkuuu
Very surprising, right? When little things still make me upset and sad very easily...
Jahatkah aku karena menghindari telepon dari orang tua karena tidak mau terus-terusan ditanya apakah sudah punya seseorang yang berpotensi menjadi calon suami?
My mom always said, if you don't want to be pinched then don't pinch
Even if you are pinched, then find out why it happened because I might accidentally hurt them
That's why I always try to be kind and think positively towards others
You are a good person
You make other people smile with your smile
You make other people laugh with your laugh
And you make other people happy with your existence
Good people may be hated
But please trust that your kindness will be repaid many times over, maybe cover a little of the hatred you receive
I love you and will always love you
All is well
Becoming an adult has more responsibilities.
When I was at the point of being the most tired, it felt like I wanted to stop and run away from it all
That's when I thought of someone who should be able to have whatever he wants, but still try to start everything from zero, accept criticism and make it a motivation to be even better
And I become embarrassed
You, who have everything aren't ashamed to continue to work hard and achieve your dreams.
Then why do I who have nothing dare to give up?
This may all sound cliché or make it up
But, you really taught me a lot about life
The most important thing I learned from you is never to give up. Do not use criticism as an excuse to give up, but an excuse to try harder and prove that I can be a much better person
Keep trying, until I forget what it means to give up
Always be nice to other people.
Spread positive energy on the people around me
And last but not least, never forget to be grateful
Never underestimate small achievements, because there can never be big achievements without small ones
You are younger than me. But you taught me many things.
Thank you for not giving up to achieve your dream
Thank you for giving me the opportunity to get to know you
Thank you for teaching me unconditional love
Thank you for comforting me when I was so tired and down
And thank you for being yourself
I stay here and will always stay here to support every step you take
I love you
Aku benci diabaikan
Tapi aku tidak suka direcoki
Aku benci kesibukan
Tapi aku tidak suka menganggur
Aku benci panas
Tapi tidak suka ketika hujan turun
Aku benci ketika semua orang berjalan cepat
Tapi aku tidak suka ketika hidupku melambat
Ah!
Lelah.
I want to take a break from all this shit
Why do I have to be an overthinking person?
I am really tired
Hari ini, aku memulai program "seminggu tanpa media sosial"
Semoga bisa terlalui sampai minggu depan
Kesedihan menjadi fangirl adalah ketika melihat idolaku dipasangkan dengan orang lain selain OTP favoritku
Dalam pikiran berusaha meyakinkan bahwa project barunya akan membuatnya jauh lebih baik dalam karirnya
Tapi, dalam hati tidak bisa memungkiri
Seperti ada perasaan terhianati
Seperti melihat mantanmu lebih dulu mendapat pasangan padahal kamu masih diam-diam melihat foto-foto lama kalian
Entahlah
Mungkin dengan berlalunya waktu akan mengubah pandangan atau perasaan
Atau mungkin mengurangi kecanduan akan kabar beritanya
Yang jelas
Untuk saat ini aku butuh keluar dari semua kehidupan dunia maya dan mulai menikmati kesendirian di tengah pandemi
Aku bukanlah orang yang ambisius dalam memiliki mimpi atau harapan.
Yang selama ini aku tahu, adalah menyelesaikan semua yang sudah aku mulai dengan yang terbaik.
Aku tidak memiliki cita-cita yang muluk-muluk.
Ketika masih SD, SMP, dan SMA, aku hanya berharap bisa bertahan di peringkat 3 besar.
Tapi, ternyata aku mendapat peringkat satu paralel di setiap semeseternya.
Ketika teman-temanku berlomba untuk memilih universitas terbaik dengan jurusan paling bergengsi, aku hanya berharap bisa diterima di PTN manapun, yang penting negeri.
Karena aku sadar, bahwa keuangan keluargaku hanya cukup untuk menguliahkanku di kampus negeri.
Saat kuliah, aku memang tidak kekurangan apapun. Tapi, aku juga masih harus sangat berhemat.
Aku harus menabung untuk membeli sesuatu. Aku harus menunggu uang beasiswa ketika ingin membeli laptop, atau hal-hal lainnya.
Tetap saja, aku menjalani masa kuliahku dengan mulus dan lancar.
Ketika lulus, aku sedikit kesulitan mendapat pekerjaan karena lapangan pekerjaan untuk jurusanku memang sedikit sulit.
Lalu, ada peluang dimana aku bisa menjadi aparatur negara.
Aku dan teman-temanku yang lebih dahulu lulus bersama-sama mencoba.
Kami bersaing dengan adil dan saling mendukung.
Ketika pengumuman, ternyata hanya aku yang lulus.
Sekali lagi, hidup terasa lebih mudah dan mulus bagiku.
Banyak yang iri padaku.
Berkata bahwa jalan yang aku lalui selalu diberkati dan dipermudah.
Mereka tidak salah.
Aku juga merasakan hal yang sama.
Dengan pekerjaan baruku, aku mulai sedikit demi sedikit meraih apa yang dulu selalu aku impikan.
Membeli apapun tanpa harus berpikir apakah uangnya lebih baik digunakan untuk keperluan lain.
Aku juga menjalani hobi-hobi yang dulu hanya bisa aku bayangkan.
Takdir memang selucu itu.
Ketika aku merasa bahwa hidupku mulus dan baik-baik saja, babak baru hidupku ternyata baru dimulai.
Aku sakit.
Sebuah penyakit yang merubah semua pola pikir dan cara pandangku terhadap orang lain dan dunia.
Aku menjadi pesimis dan rendah diri.
Tidak ada lagi diriku yang dulu penuh semangat mempelajari hal-hal baru.
Hidupku mulai stagnan. Bukan jalan di tempat, tapi berjalan mundur.
Aku berada di titik dimana aku takut untuk mengenali diriku sendiri.
Aku takut membiarkan orang lain mengenaliku.
Dan tanpa aku sadari, aku mulai memakai topeng untuk menyembunyikan semua ketakutan dan kekosongan hatiku.
Aku mulai kehilangan arah.
Aku mulai kehilangan cahaya.
Tidak tahu harus berjalan kemana.
Tidak tahu harus memulai darimana.