-Educated-
Tara Westover, Anak bungsu dari tujuh bersaudara yang ingin memperjuangan Pendidikan untuk kehidupan yang lebih baik. Namun terlahir dari keluarga yang terisolasi dari masyarakat kebanyakan dan tidak mempercayai dokter dan menentang pendidikan dari pemerintah karena ayahnya beranggapan sekolah negeri hanyalah sebuah taktik pemerintah untuk membuat anak-anak menjauh dari ajaran Tuhan, ----------------------- Tara Westover tumbuh dalam keluarga yang sangat ortodoks dan anti-modernitas di tengah pegunungan Idaho, di mana ayahnya melarang banyak aspek kemajuan zaman kecuali mesin-mesin yang terkait dengan pertanian. Terperangkap dalam tirani tradisionalisme yang keras, Tara dan saudara-saudaranya terbatas pada lingkup rumah, ladang, dan sekitar tempat tinggal mereka, terisolasi dari dunia luar dan pembaharuan zaman yang sedang berlangsung. Dalam bayang-bayang aliran ortodoks yang dianut oleh ayahnya, Tara Westover tumbuh tanpa kepercayaan pada pemerintah, dokter, atau pendidikan formal. Karena keyakinan keras ayahnya, Tara dan saudara-saudaranya dilarang untuk mengikuti pendidikan formal di sekolah. Mereka hidup dalam dunia doktrin yang absolut yang ditanamkan oleh ayah mereka sejak lahir hingga remaja, tanpa akses kepada pengetahuan modern atau layanan kesehatan. Kemungkinan bahwa ayahnya menderita skizofrenia yang tidak pernah diobati menambah rumitnya situasi, karena hal tersebut menghalangi mereka dari akses ke perawatan kesehatan yang sesuai. Penderitaan Tara mencapai puncaknya ketika kakaknya, Shawn, secara berkelanjutan melakukan perundungan padanya selama bertahun-tahun. Shawn, yang keras dan agresif. Namun, Tara berhasil membebaskan dirinya dari belenggu keluarganya. Dalam perjalanannya menuju pencapaian puncak, Tara masih terus menyimpan rasa marah yang dalam terhadap ayahnya. Untuk mengatasi konflik emosional ini, ia memutuskan untuk mencari konseling. Proses ini membawa Tara pada sebuah pemahaman yang mendalam tentang dirinya sendiri. Selama dua tahun, ia hidup dalam bayang-bayang perasaan marah dan kecewa terhadap ayahnya. Namun, dengan waktu, Tara berhasil melepaskan rasa bersalahnya. Ia menerima keputusan ayahnya dengan cara yang sesuai dengan prinsip dan kepentingan dirinya sendiri. Dengan langkah ini, Tara menemukan bahwa melepaskan beban emosional tersebut adalah satu-satunya cara baginya untuk mencintai ayahnya dengan damai dan tanpa kebencian. Ini adalah bagian dari prosesnya menuju kedewasaan emosional dan kedamaian batin. ----------------------- Keinginan untuk bertumbuh dan berubah. dengan semua keterbatasan yang dimiliki tidak membuat kita hanya berdiam dan menerima kondisi yang ada. dia dengan gigih terus berusaha bagaimana untuk bisa mendapatkan kebebasan dalam pendidikan dengan belajar otodidak dan mengikuti tes sekolah formal. Berdamai dengan diri sendiri. Berdamai dengan diri sendiri adalah proses pengenalan, penerimaan, dan pengampunan terhadap diri sendiri. Ini melibatkan menerima kelebihan dan kekurangan serta menerima kesalahan masa lalu. Berdamai dengan diri sendiri membawa kedamaian batin dan kesadaran yang lebih dalam tentang siapa kita sebenarnya.












