sesuai kesanggupan
Allah tuh nggak pernah menyusahkan makhluk-Nya. semua ibadah dilakukan sesuai kesanggupan.
kalau nggak sanggup sholat sambil berdiri, kita boleh sholat sambil duduk. masih nggak sanggup? boleh sambil tiduran. sedang dalam perjalanan jauh? boleh dijamak bahkan diqoshor.
kalau nggak sanggup puasa karena sakit, boleh berbuka. puasanya diganti pada hari lain. masih nggak sanggup juga? boleh bayar fidyah.
zakat hanya berlaku bagi yang hartanya sudah mencapai nisab. haji hanya berlaku bagi yang mampu: secara finansial, secara lahir. yang sanggup, yang mampu saja.
sesuai kesanggupan itu, berlaku nggak cuma untuk urusan ibadah mahdhah. ibadah muamalah juga. bekerja, kalau nggak sanggup lagi boleh berhenti. menikah, kalau nggak sanggup lagi boleh berpisah. memaafkan orang lain, kalau nggak sanggup, boleh minta orang itu jangan menampakkan dirinya lagi di hadapan kita.
yang tahu batas kesanggupan kita, ya diri kita sendiri. Allah nggak akan kok ngasih sesuatu di luar kemampuan. ya rezeki, ya ujian. perintah dan larangan Allah juga sudah ditakar. semuanya sesuai dengan kemampuan kita, kesanggupan kita.
nggak usah berkecil hati kalau kamu sampai pada batas tidak sanggup-mu. nggak apa-apa. Allah ngerti. Allah nggak akan marah apalagi murka. Allah sayang kamu.
kalau kamu, sayang nggak sama dirimu sendiri?

















