Di umur segini, merasa kehilangan arah. Kemana aku pulangnya? God, take me back.
styofa doing anything
Acquired Stardust
Jules of Nature

Discoholic đȘ©

No title available
No title available
Cosmic Funnies

ç„æ„ / Permanent Vacation

romaâ
Misplaced Lens Cap
cherry valley forever

if i look back, i am lost

⣠Chile in a Photography âŁ

shark vs the universe
taylor price

pixel skylines

titsay

Andulka
Stranger Things
tumblr dot com

seen from Malaysia

seen from Maldives

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from TĂŒrkiye

seen from Malaysia

seen from Brazil
seen from Canada

seen from Belgium

seen from Malaysia
seen from TĂŒrkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
@malambersamabintang
Di umur segini, merasa kehilangan arah. Kemana aku pulangnya? God, take me back.
Ternyata tidak seindah itu
Jalannya berkelok
Banyak kerikil
Berlubang dan bergelombang
Ternyata tidak hanya bahagia namun penuh duka
Penuh pertentangan
Penuh luka
Penuh pengorbanan
Harapanya gak lebih. tolong kuatkan segalanya. kuatkan hati ini untuk tetap tabah menerima semua yang terjadi pada takdir ini. ikhlaskan hati ini untuk menerima bahwa dia bukan orangnya.
Merasa sedang diingatkan kembali....
bertahun lamanya, menunggumu untuk dapat kembali hadir dihadapan. menunggu hingga kamu datang membawa janji-janji yang telah di ucapkan. aku masih sama, disini. menunggu kamu.
aku merindukan kamu, berkali-kali. Pergi ke tepi pantai untuk sekedar bernostalgia tempat kesukaan kita. Berharap kamu juga ada disana. kita bertukar cerita tentang keganduhan perjalanan ini diiringi dengan deburan ombak dan senja yang kian tenggelam keperaduannya.
hingga saat ini aku masih menggenggam janji mu. bahwa kamu akan datang lagi, kamu hanya akan pergi sebentar lalu setelahnya kita akan selalu bersama selamanya. kemanapun kita pergi kita harus selalu bergenggaman. manisnya janjimu.
telah banyak yang ingin aku sampaikan. kenapa pergi begitu lama? apakan lupa jalan pulang? apakah sudah tak ingin bersama? apakah kamu hanya bisa bicara omong kosong? tolong katakan. aku tak ingin terombang-ambing seperti perahu tanpa pengemudi di lautan lepas. puluhan surat telah aku kirimkan. apakah tak menerimanya? kenapa tak pernah terbalas? apakah suratku tak pernah sampai?
aku menerka semuanya.
menuggu mu dan juga tak pernah habisnya merindukan segalanya.
dari aku yang sedang menunggumu. tolong kembali lagi.
kamu adalah seseorang baik yang pernah hadir. Terimakasih untuk semua yang telah dikorbankan. kita hanyalah rangkaian masalalu yang telah tertinggal.
Aku kalut. lagi dan lagi, seperti hal yang memang sudah ditakdirkan begitu. aku kacau, semua yang terjadi tak pernah ada dalam skenarioku, namun skenarioNya.Â
akan aku ceritakan hari yang panjang. sejujurnya aku merasa khawatir dan juga ketakutan akan semua yang terjadi. mungkin aku telah banyak melewatkan yang terbaik, namun benarkah itu yang terbaik? mengapa jika itu yang terbaik harus pergi, lalu meninggalkan. ah.. omong kosong..
terkadang aku baik-baik saja berjalan sendirian. namun apakah akan selalu begitu? tentu tidak. aku juga butuh berdampingan, butuh bergenggaman. akankah ada yang benar-benar ingin bersamaan? satu tujuan. tujuan apa? tujuan untuk saling mengasihi, mencari keridhoan ilahi, menemani hingga akhir nanti. hmm bermimpiii...
aku sangat kurang percaya diri untuk di miliki, saat pikiran itu datang menghampiri. merasa banyak kekurangan yang sebenarnya tersembunyi. perbedaan yang membuat aku semakin tidak berani. ah.. mengapa begini?
mengapa aku selalu khawatir dengan harapan kosong masa depan? aku sering berandai-andai, berekspektasi tinggi, hingga akhirnya jatuh pada kenyataan yang sulit dipahami. namun itu benar-benar terjadi tak dapat dipungkiri.Â
aku kalut. lagi dan lagi.Â
1pm/050921-tengahmalamyangpanjang-
âmowingâ by ada limĂłn / czeslaw milosz / âcosmosâ by carl sagan / âthe raven boysâ by maggie stiefvater / âsmotherâ by daughter / @orienta1ism / dharmacafĂ© / âthe raven kingâ by maggie stiefvater / âthe wavesâ by virginia woolf / âwandering: notes and sketchesâ by hermann hesse (trans. james wright)
Apakah ini doa yang salah alamat.
Tempatnya sama. Daerah rumahnya sama. Sekolah ditempat yang sama dengan beda jurusan. Aku maunya yang itu. Aku mendoakannya yang itu. Tapi kenapa datangnya yang ini.
Doa yang pernah terpanjat, apakah sampai pada sang pencipta? Apakah sang pencipta mendengarnya? Bukan yang ini tapi yang itu. Tapi mengapa yang ini, bolehkah sekali saja menyangkalnya.
Haruskah aku menyerah saja pada takdir? Takdir yang rasanya tak selalu sesuai dengan apa yang diingini. Lagi-lagi Aku marah, Aku kecewa, Aku benci pada diri sendiri. Ekspektasiku terlalu tinggi, sementara realita jauh melesat ke dasar jurang yang aku buat sendiri.
Haruskah aku menyerah saja pada jalan ini? Jalan yang sebenarnya tak pernah aku tau kemana arah dan tujuannya. Aku seolah-olah tersesat dalam gurun pasir yang panas oleh teriknya matahari. Kekeringan, kehausan, kepanasan. Namun tetap saja tak ada tempat untuk berteduh.
Haruskah aku menyerah saja pada semua ini?
24 Augustus, Di tengah malam yang sunyi.
jangan bunuh diri.
Rasanya, semua buntu, ya? Dan, sekarang, kamu merasa jadi seperti seonggok beban tak berguna yang terus terluka, kan?
As cliché as it sounds, please, bertahan. Kalau kamu nggak mampu lagi bertahan untuk dirimu sendiri, at least, bertahan untuk Allah,
yang telah menciptakanmu penuh hikmah, memberimu privilege hidup; yang masih setia memberimu oksigen bahkan di saat kamu sedang lupa kepada-Nya; danâŠ
yang menghendakimu agar membaca tulisan ini.
Bukankah ini juga tanda yang kamu cari-cari? Doesnât it mean you still matter?
Insyaallah, nanti, di waktu yang tepat, Allah akan menganugerahimu kematian yang tenang nan indah, sebabâŠ
Di hari-hari yang susah untuk bertahan ini, kamu tetap bertahan untuk Allah, menjaga dirimu dari menyakiti diri sendiri, menjauhi dirimu dari jalan-jalan yang salah. Sungguh, Allah menyaksikan usahamu.
Dan, surga mahal harganya, mungkin, rasa sakit ini adalah tabungannya.
Now, please reach out. And, keep praying and hoping and fighting and struggling and waiting, sampai kematian yang baik datang sesuai waktunya.
- Alvi Syahrin, @alvisyhrn, 2/7/2020, alvisyahrin.com
*
Please share this. Kita nggak tahu siapa di antara teman kita yang lagi feeling suicidal today. Mungkin, tulisan ini akan membantu mereka⊠or, maybe you.
Bertahanlah!
Dear self, youâll be happy again
Kalau Memang Ia
Rasa khawatir itu bergandengan erat dengan harapan, tak kala doa-doa itu terucap dalam hati. Segala sesuatu membuat pikiranku ke mana-mana, ketidakpastian yang ingin segera kutemukan jawabannya. Hari menghitung hari, menunggumu datang beserta dengan niat dan tindakan yang sesuai.Â
Aku tak pernah sekhawatir ini dalam berdoa, sekaligus tak pernah seberharap ini. Biar tak ada keraguan dan penyesalan di kemudian hari, aku selalu berusaha untuk membuat pikiranku lebih jernih. Bahwa, semua kemungkinan itu mungkin untuk terjadi dan aku harus bersiap.
Kalau memang ia, mudahkanlah jalannya. Kalau ada hambatan, kuatkanlah dirinya. Kalau ada godaan, pandulah ia tetap pada niatnya. Doaku sederhana, semoga kamu tak tersesat ketika datang kepadaku. ©kurniawanguandi
Kalau memang tidak, ikhlaskanlah hati ini untuk menerima semua ketetapanMu. Ya rabb.
Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono (Dalam Kenangan)
Pada Suatu Pagi Hari  Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.
Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-tintik di lorong sepi pada suatu pagi. Â Ketika Berhenti di Sini ketika berhenti di sini ia mengerti ada yang telah musnah. Beberapa patah kata yang segera dijemput angin begitu diucapkan, dan tak sampai ke siapa pun
- Dikutip Dari Buku Puisi âMata Pisauâ ~ Sapardi Djoko Damono
Sapardi Djoko Damono, Dalam Program Webinar Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta, 06 Juni 2020
Selamat jalan, guru kami, sampai jumpa di surga abadi.
Dekatkan jika ditakdirkan.
Jauhkan jika tak dapat dipersatukan.
Kapan Waktunya Friend Break Up?
*me ngerasa punya temen di facebook 4000+, temen organisasi macem-macem (FIM, BEM, DPM, Etc), temen sekolah (SMP, SMA, S1, S2), temen beasiswa, temen ketemu traveling, sebatas temen (friend zone), temen tapi mesra, temen yang disuka tapi beda agama, temen tapi mesra, temen beda dunia, temen haha hehe, sampai temen makan temen
*me yang buat IG baru tahun 2020 mau ngefollow temen-temen yang banyak itu tapi ko rasanya males ya. Udah ngefollow terus harus ngapain. Kontakan juga engga, diskusi juga engga, paling jadi tukang liat story. Ya udah akhirnya mutusin buat gak follow aja. Mungkin ini definisi kehilangan temen banyak di umur-umur segini. Ada yang ngerasa hal sama?
Kalau inget pelaran IPS pas SMP, manusia itu katanya zoon politicon kan ya. Kita gak bisa hidup sendiri, termasuk butuh temen. Pertemanan udah lama dibentuk dari dulu banget. Bahkan dari TK, sekolah bertahan sampai lulus, pindah, nikah. Mereka yang ada atau engga ada sekarang mungkin hasil dari sitiu. Kita taunya sih mereka bakal ada atau peduli pas kita butuh (hiyaa ngehubungin saat ada butuhnya aja)
Sayangnya kebanyakan pertemanan engga gitu. Kalau kata Suzanne Degges White, Penulis buku Toxic Friendships: Knowing rules and Dealing with the Friends Who Break Them. Katanya âkita berubah dan temen-temen kita berubah sesuai dengan kadaan dan social goal yang baruâ, artinya pertemanan kita berubah. Contohnya pas temen kita udah nikah, akhirnya beberapa pertemanan kandas.
Kalau kata Mahzad Hojjat, alasan terbesar kita jadi temen sama orang itu karena physical peroximity/kedekatan fisik. Jadi hati-hati nih yang kena friend zone, yang deket secara fisik aja bisa, apalagi yang gak pernah ketemu duh. Selain itu sih kita jadi temen karena adakesamaan, apalagi yang bantu kita sharing validasi taste kita, nilai kita, sampai preferensi kita.
People who are like us tend to like us because whatever we share helps validate our own tastes, values, and preferences â and fill a practical need
Nah terus kapan nih waktu yang tepat buat friend break up? katanya kalau gerasa mulai berjuang sendiri, kita udah capek-capek nyari topik dia cuman haha hehe y hmm dan wkwkwk doang (dasar gak ada ahlaku lu ye). Cuman kamu yangberjuang sendiri. Pertemanan udah mulai gak sehat. Kalau kata degges white, kamu harus tanya diri kamu: kamu lebih baik sama mereka atau lebih baik mundur aja lah udah ngapain merjuangin yang gak mau diperjuangin. Jadi jangan aneh kalau temen kamu menghilang. Kamu nya gak ngasih feedback. Kalau nanya serasa wawancara doang!
Ini mungkin sedikit kode kalau artinya kamu perlu friend break up sama orang
1. The Big No-Noâs
Kalau orang ngegosipin tentang kamu, suka bohong ke kamu, atau even gak support kamu dan yang ada kerjaannya motivasi-motivasi toxic nikah nikah atau kapan lulus tanpa tau kondisi kita sebenernya. Kata Hojjats, ini pelanggaran yang cukup gede yang matahin komitmen pertemanan.
2. If thereâs more negative than positive
Mungkin temen kamu ngerasa banyak negatifnya kebanding positifnya selama berteman sama kamu
3. You feel worse, not better, after spending time with a friend
Kata Degges, pasi kita terjebak beberapa kali dalam meratapi masalah atau putus cinta, tapi ketika udah ngehabisin waktu dengan temen tersebut dan yang ada kita malah merasa lebih tertekan. Dah lah bye
4. Your friend has no redeeming qualities
Misal ada satu temen yang selalu ada buat kita, yang ambilin paket yang datang pas kita lagi gak ada di kosan, meskipun kita tuh banyak hal gak sukanya dari dia. Kalau kita gak nemu contoh kaya gitu dari dia, hati-hati. Saya pernah sih pas pesen go food, ada satu temen yang bukannya ngambilin go food selagi saya mandi. eh ini malah di diemin. Kan vangke ya temen kaya gitu. Itu namanya redeeming qualities
5. If a friend constantly putting you off or canceling plans
Ini tipe yang suka nunda-nunda atau ngebatalin janji. Misal nih kita udah rapih, udah mandi, dah ganteng lah. Eh tiba-tiba temen bilang eh maaf ya gak jadi. Entar deh besok kita jadinya. Kzl gak tuh. Atau kita udah otw mau ketemuan di kampus. Pas di tengah jalan, chat baru masuk. Pas baru sampe kampus, baru bisa kebuka ternyata isinya maaf nih lagi mager, dan ini dilakukan berkali-kali. sad!
6. If you find your self ignoring texts, no returning calls, and not wanting to find time in your schedule for a person
Ini red flag kamu. Kalau kamu udah ngabain pesan, males chat-chatan, males call, atau gak mau diganggu sama dia. Males aja bawaanya. entah karena kejadian di masa lalu, atau pun karena hal-hal lain yang buat bawaanya males
Sometimes you never figure out why youâre sad. But sometimes you donât need to, and it gets better on its own. This ghost is here for you no matter what your sadness is like. âĄ
Cherry blossom sale | Positive Pin Club | Webtoon
Inspirational quotes